bc

Istri Tebusan dalam Pelukan Mantan

book_age18+
27
FOLLOW
1K
READ
forbidden
love-triangle
age gap
forced
arranged marriage
boss
heir/heiress
drama
bxg
office/work place
childhood crush
disappearance
affair
teacher
selfish
like
intro-logo
Blurb

Tak ada yang menginginkan pernikahan tanpa cinta. Terlebih jika Kalila hanya dianggap beban oleh Padhe dan Budhe-nya.

Dengan alasan itulah mereka memaksa Kalila untuk menikahinya dengan Irsyad Affandi, seorang duda kaya raya yang jauh lebih tua darinya.

Pernikahan itu sah tapi tanpa sentuhan, Irsyad hanya menginginkan Kalila sebagai orang yang merawat ibunya dan menjadi peran ibu bagi anaknya yang bahkan sudah remaja. Bahkan Kalila diminta menjadi perawat di sekolah tempat anak tirinya itu berada.

Di tengah tatapan kebencian dari anak tirinya, sikap acuh dari suaminya, Kalila harus menelan pahit semua garis takdirnya.

Hingga suatu ketika seseorang kembali datang ke dalam hidupnya sebagai salah satu guru di sekolah. Dia adalah Aditya Rishaka Wardana atau yang akrab dipanggil Shaka, mantan pacar sekaligus cinta pertamanya yang kandas bertahun-tahun yang lalu membawa sebuah perasaan yang belum usai.

Apa yang akan terjadi antara Kalila dan Shaka? Terlebih ketika pria itu bertekad untuk mengejar Kalila lagi padahal ia tahu bahwa Kalila sudah menjadi istri orang? `

chap-preview
Free preview
Prolog
“Apa yang kamu lakukan disini?” tanya Kalila setengah panik begitu melihat sosok pria yang selama ini masih ada di dalam hatinya. Beberapa menit yang lalu ia menerima pesan bahwa pria itu akan menemuinya di persimpangan jalan diujung rumahnya. “Menjemputmu.” “Apa?” Suaranya tercekat. Matanya melebar dan berharap ia tidak salah mendengar ucapan dari pria itu. “Katamu kamu masih mencintaiku kan?” Wanita itu tak menjawab, tenggorokannya tercekat. Sesekali ia menoleh ke belakang. Ke sebuah rumah besar berdiri megah yang menurutnya selama ini sudah bagai penjara. Penjara itu bernama pernikahan yang tak pernah diinginkannya. “Kalila, jawablah.” Pria itu mendesaknya. “Aku selalu mencintaimu, sampai kapanpun.” Wanita itu menjawab mantap. “Tapi kamu harus pergi dari sini. Kalau sampai ketahuan, aku tak tahu apa yang akan terjadi padamu.” Pria itu berdecak. “Aku tak perduli, Kal. Aku hanya ingin kamu. Aku tidak ingin kehilangan semuanya lagi.” Air matanya merebak dan sesaat kemudian luruh membanjiri pipinya. Kalila menghambur diri ke dalam pelukan erat pria itu yang menerimanya hangat. Mendekapnya dengan sikap posesif lalu bibirnya menemuinya. Kecupan itu awalnya hanyalah sebuah kecupan singkat namun perlahan berubah menjadi lebih menuntut di bawah temaram lampu jalan. Keduanya saling mengisi satu sama lain. Seolah tak mempedulikan bahwa saat ini mereka tengah berada di sebuah jalan umum meskipun saat ini tak ada orang yang lewat. Pada detik berikutnya, Kalila melepaskan pagutannya. Keduanya saling menatap dalam diam. Terengah-engah. “Ayo. Sebelum mereka menemui kita.” Pria itu menggamit tangannya. Tapi Kalila menahannya. Pria itu berbalik dan sorot matanya menatap keheranan. “Aku tidak bisa,” ujarnya tercekat. “Apa maksudmu?” Keningnya berkerut dalam dan matanya menyipit. “Aku tidak bisa pergi denganmu.” “Kamu mencampakkanku lagi?” Nada suaranya naik sedikit tinggi. Terdengar adanya kesinisan dari intonasinya suaranya. Kalila menggeleng lemah, terisak. “Bertahun-tahun yang lalu kamu juga mengucapkan hal yang sama, lalu kini kamu menggunakan alasan yang sama?” “Shaka, dengarkan aku. Ini semua demi kebaikanmu. Kamu tak tahu siapa yang kamu hadapi.” “Jangan meremehkanku, Kalila. Kamu tahu betul aku lebih dari mampu memaksamu kembali bersamaku. Bahkan sekarang aku mampu menghadapinya.” Kalila menggelengkan kepalanya kuat. Ia menggenggam tangan pria itu. Menahannya. Setengah berharap bahwa hal itu bisa membuat Shaka berpikir logis. Sebelum pria itu mulai membuka mulutnya kembali, seseorang yang sudah sempat ia khawatirkan muncul dari belakang menembus kegelapan malam di jalan yang sepi. “Kalila.” Sebuah suara memanggilnya dari arah belakang. Seketika tubuhnya menegang. Tanpa menoleh pun, Kalila sudah tahu siapa yang memanggilnya dengan nada suara rendah namun masih terdengar ketegasan yang tak boleh dianggap sepele. Shaka melirik sosok pria yang berjalan tenang di bawah cahaya yang remang sebelum akhirnya pandangan pria itu kembali pada Kalila. Wanita yang wajahnya saat ini sudah menjadi pucat. “Masih ada sedikit waktu. Kamu ingatkan kita pernah punya mimpi yang ingin kita capai bersama? Inilah saatnya, Kal.” Shaka mendesaknya sekali lagi. Tangannya terulur menarik menggenggam tangan Kalila dan menariknya pelan. Tapi Kalila bergeming. Tubuhnya mematung. “Kal?”Shaka menatapnya bingung. Sementara itu langkah kaki sosok pria di belakangnya semakin dekat. Seketika saja tubuh degup jantungnya semakin berdetak lebih cepat. “Kalila. Pulang ke rumah sekarang juga.” Kalila memejamkan mata. Tahu bahwa itu adalah perintah yang tak boleh dibantah. Waktu Kalila sudah benar-benar habis dan ia tidak punya pilihan.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
194.6K
bc

Kali kedua

read
222.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.7K
bc

TERNODA

read
202.3K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
12.5K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.0K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook