Tiga puluh menit kemudian, di ruang komputer perpustakaan, Reyna baru saja selesai mengunggah data KKN-nya dengan wajah lega. Ia keluar dari perpus dengan senyum bahagia. Saat ia tiba di mobil, Abyan sudah ada di sana. Ia berdiri di samping mobil, bersandar di pintu, dengan wajah yang gelap dan tegang. Wajahnya terlihat marah, kecewa, dan terluka. "Mas Abyan? Kenapa kamu di sini? Kenapa nggak bilang mau datang?" tanya Reyna, kaget. Abyan nggak menjawab, ia hanya menatap Reyna dengan tatapan yang dingin. "Aku udah selesai, Mas. Tadi ada masalah urgent banget sama deadline KKN. Kalau nggak beres, aku nggak bisa lulus. Cuma setengah jam kok, nggak lama," Reyna mencoba menjelaskan. "Setengah jam?" Abyan akhirnya bicara, suaranya rendah dan menusuk. "Setengah jam yang melanggar janji kita,

