Cinta Kadang Melemahkanmu

1066 Words

Dari balik tirai jendela, Karenina menatap boks karton kuning mencolok yang tergeletak di atas pagar rumahnya. Senyum tipis tersungging di bibirnya. Kiriman lagi. Ia bergegas mengambilnya, jantungnya berdebar oleh rasa penasaran. Tanpa pengirim lagi. Alisnya bertaut. Ini pasti dari orang yang sama yang mengiriminya sekeranjang buah mewah tiga hari lalu. Siapa dia sebenarnya? Pertanyaan itu berputar-putar di benaknya. Namun kebingungan itu segera sirna, tergantikan senyum lebar begitu ia membuka boks itu. Di dalamnya, tersusun rapi cheese tart-kue kesukaannya. Tapi... bagaimana dia tahu? "Ehm! Kiriman rahasia lagi nih, kayaknya..." Suara itu mengejutkan Karenina. Ia menoleh. Rifan sudah berdiri di depan rumah, rapi, siap berangkat kerja. Pria itu memang selalu muncul di waktu yang te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD