Di sore kelabu itu, Trisha berdiri terpaku di balik meja kerjanya. Rintik hujan yang menghantam jendela kaca seolah sedang berusaha masuk, sama berisiknya dengan benak Trisha saat ini. Di kepalanya, suara Karenina masih terngiang jelas—getar ketakutan saat perempuan itu menceritakan rahasia yang selama ini disembunyikan Aidan rapat-rapat. Selama ini Trisha mengira ia tahu segalanya tentang Aidan. Belasan tahun bersama, ia memuja pria itu sebagai simbol kesempurnaan. Tapi ternyata, ia hanya mencintai ilusi. Kesempurnaan Aidan yang ia banggakan ternyata punya sisi gelap yang lebih kelam dari hujan di luar sana. Sisi yang mampu melukai fisik perempuan yang katanya dicintainya. Trisha menarik napas panjang, embusannya meninggalkan jejak uap di kaca jendela. Dengan ujung jari yang dingin, ia

