Drisiti melempar sepucuk surat yang telah selesai dibaca Ilyaa ke dalam kotak kardus kecil berwarna biru muda. Tutup yang berhiaskan renda putih serta kumpulan mutiara membuat kotak itu terlihat sangat girly. "Gue yakin ada sesuatu di dalam surat-surat ini," Ilyaa bersikeras Nata meninggalkan pesan dibalik surat-surat yang bukan ditulis oleh pemuda itu. Semua surat yang dikirimkan cowok itu adalah milik para gadis yang meminta berkenalan, meminta nomor ponsel, mengungkapkan perasaan, atau hanya sekedar mengirimkan puisi cinta untuk pujaan hati mereka, Nata. Semuanya, tidak terkecuali. Tidak ada tulisan Nata sedikitpun dan itu membuat kotak biru menjadi sasaran kekesalan Dristi. Tiap kali mendapatkan surat, dia akan menendang kotak itu dengan sebal. Kotak yang sudah berada di bawah meja s

