Hujan. Aku suka hujan. Bukan karena senang bermain air atau setuju dengan ucapan kebanyakan orang tentang betapa menguntungkannya air hujan yang menyamarkan tangisan. Aku menyukai hujan karena aromanya. “Petrichor.” Ya, itu lah sebutan wangi yang menyeruak penciuman kala hujan datang. Eh. Suara berat dan agak berbisik itu bukan suaraku. Jadi, siapa yang menyuarakan pemikiranku barusan? Aku menoleh, mendapati seorang cowok berseragam putih biru sama sepertiku. Alis matanya tebal, senyum merekahnya pada tetesan air hujan yang terjatuh dari langit menyebarkan keceriaan di hari mendung ini. Teenyata dia yang mengatakan itu. “Lo tau petrichor?” tanyaku, tak sadar. Fokusnya mengarah padaku, matanya terlihat kaget karena kehadiranku. Mungkin dia terlalu larut dengan hujan, dan sama sekali

