• • • • Mataku menyusuri tulisan di kertas selembar yang ditempel di mading utama seklolah, tepat di depan pintu masuk. Beberapa anak saling mendorong untuk mendapatkan penglihatan yang lebih jelas. Saking sesaknya, aku sampai meringis dan menggrutu sebal. Mereka gak bisa sabar, apa ya? Farida Yunistyani. 8F. Setelah disenggol kesana kemari, aku akhirnya bisa menemukan namaku. Ada di kelas F, yang letaknya lumayan jauh dari kantin. Karena... Itu kelas paling ujung di lantai dua. Selamat, Rida! Kakiku melangkah gontai menyusuri lantai dasar yang benar-benar ramai. Maklum, tahun ajaran baru. Anak-anak berwajah dekil-ayolah, mereka baru lulus SD, jamannya main panas-panasan dan sama sekali gak merhatiin kondisi tubuh-terlihat sumringah. Sesampainya di lantai dua, koridor kelas masih agak

