• • • • Sudah dua bulan aku duduk di bangku kelas delapan. Dan tanpa kusadari, mataku selalu tertuju pada Razka. Perilakunya sang sopan, ramah, dan baik pada kebanyakan orang yang menurutku menyebalkan. Dan juga, dia enggak seperti kebanyakan cowok yang suka berkeringat atau bau kalau istirahat tiba. Dia wangi. Dan ketika ia lewat di depanku, parfumnya mirip seperti petrichor. Razka dan Rara juga terlihat semakin dekat. Lihat saja, saat istirahat seperti ini, mereka berdua bercanda di depan kelas. Aneh sih, karena biasanya juga, cowok itu selalu nyamperin Shira di kelasnya. Apa mereka bertengkar? Apa baik seperti ini, Ra? Kamu suka sama pacar sahabatmu. Aku menghela napas. Memainkan ujung pocky yamg berwarna kecoklatan sebelum menggigitnya perlahan-lahan, sampai habis tak bersisa. “Ri

