• • • • Pagi ini, Razka terlihat masih sama dengan hari lainnya. Senyum ramahnya pun, masih berpendar dari wajahnya. Beberapa gadis berjalan mendekat, menyapanya atau sekedar meliriknya dengan centil. Aku menghela napas. Mengingat pembicaraan Rara tentang Shira yang seringkali menangis karena Razka yang terlalu dekat dengan para gadis, bahkan para kakak kelas pun sampai ada yang tertarik padanya. Razka terlalu baik. Dia dekat semua cewek, dan itu membuat Shira cemburu berat. “Mereka putus,” cetukan Rara membuatku terkesiap. “Shira sama Razka?” mataku semakin melebar saat Rara mengangguk. “Kenapa?” tanyaku penasaran. Ketika Rara akan membuka mulutnya untuk menjelaskan, ia berhenti sejenak lalu menghela napas. “Ada apaan nih? Tegang banget suasana,” suara Razka membuatku dan Rara meno

