Bab 29

1983 Words

Tiara berlari paling belakang tak mampu mengimbangi langkah Andri maupun ayahnya. Entah bagaimana caranya, tapi Andri bisa menjebol gerbang samping penginapan itu. Jadi mereka tak perlu jauh-jauh berlari ke gerbang utama penginapan. Dalam hati gadis itu menggerutu, pertandingan badminton yang ditontonnya tadi sedang seru-serunya, tapi ayah dan sang kakak memaksanya untuk ikut melihat keadaan si calon investor dari Jakarta. Tiara adalah perawat, tentu akan lebih tahu tindakan apa yang perlu diambil nanti. Tok tok tok. "Mas. Mas." Andri mengetuk pintu sambil berteriak sementara ayahnya menunggu dengan raut wajah tak kalah khawatir. Tiara sendiri berdiri di belakang sambil bersedekap malas. Mendadak jantungnya berdegup lebih kencang. Mungkin efek karena berlari tadi. Ceklek. Pintu dibu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD