bc

Bukan Cenayang Cinta

book_age18+
31
FOLLOW
1K
READ
others
drama
tragedy
comedy
mystery
scary
spiritual
like
intro-logo
Blurb

Seorang perempuan yang berusia sembilan belas tahun telah bangun dari koma yang disebabkan oleh kecelakaan tragis. Perempuan itu bernama Nur Maha Raya, yang biasa dipanggil Raya.

Saat itu dengan tidak sengaja Raya menyaksikan pacarnya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Dengan keadaan yang masih terguncang, dia segera berlari meninggalkan pacarnya itu.

Tanpa menoleh lagi ke belakang, Raya dengan segera mengendarai sepeda motornya dengan kencang. Tidak menghiraukan jalanan yang licin akibat guyuran hujan yang deras, dia tetap menancap gas dengan maksimal.

Karena jalanan licin dan pandangan yang terhalang oleh gelapnya kabut saat hujan, kecelakaan pun tak bisa dihindari.

Sepeda motor yang ditunggangi Raya menabrak sebuah truk yang berisi pasir. Dengan kencang, sepeda motor menghantam bagian depan truk sehingga tubuh Raya sendiri terpental sejauh tiga meter dan berguling di aspal. Sopir truk yang kaget membanting stirnya ke kanan menghantam pembatas jalan.

Dari kecelakaan tersebut Raya mengalami koma selama enam bulan lamanya, sedangkan sopir truk tersebut hanya mengalami luka ringan.

Setelah enam bulan, akhirnya Raya membuka mata dari tidur panjangnya. Namun dia merasa aneh dengan penglihatannya. Bukan suster atau dokter yang pertama dia lihat saat pertama kali membuka mata, namun para mahluk yang asing telah menyambutnya.

"Gue udah mati kali ya, kok banyak mahluk aneh disini. Apa bener ya, gue udah mati. Ya Tuhan, kenapa gue mati secepat ini. " gumamnya dengan sedih.

chap-preview
Free preview
Episode 1. Mati Rasaku
Nur Maha Raya, seorang perempuan berusia sembilan belas tahun yang sedang menikmati masa kuliahnya semester dua, tingkat pertama, di salah satu Universitas Pariwisata di Kota Bandung. Raya, sapaannya, anak kedua dari dua bersaudara. Raya gadis manis yang enerjik, pintar dan juga sangat baik hati kepada siapa pun. Hari ini hari jumat tapi bukan kliwon, rintik hujan membasahi jalanan Kota Bandung. Aroma khas tanah yang baru terkena tetes hujan pun terasa sedap untuk dihirup. Angin bertiup sedikit kencang melengkapi dinginnya sore ini. Jalanan yang ramai akan kendaraan secepat kilat terlihat lenggang. Para pengendara sepeda motor dengan segera mengedarkan pandangannya mencari tempat untuk berteduh. Raya merupakan salah satu dari pengendara motor tersebut, menepi untuk sekadar berteduh. Raya pun berhenti di sebuah kios beras pasar sederhana, Sukajadi. " Permisi Pak, saya ikut berteduh sebentar. Saya tidak membawa jas hujan. Boleh ya, Pak? " izinnya kepada pemilik kios. " Boleh Neng, silahkan. " dengan ramah pemilik kios mengizinkan. " Hatur nuhun Pak, " dengan senyum manis dan sedikit membungkukkan badan, Raya berterima kasih. " Neng darimana atuh, sendiri hujan-hujan? " tanya si pemilik kios. " Saya baru pulang dari kampus, Pak." Raya menjawab dengan ramah. Si pemilik kios hanya tersenyum tanpa menjawab. Namun, seketika menatap Raya yang tengah sibuk dengan telepon selulernya. Raya memeriksa telepon selulernya karena ada notifikasi pesan masuk. ' Ya, lu ke kostan gue sekarang. Penting banget nih, gue mau memperlihatkan sesuatu. Lu harus tahu deh kayaknya. Jangan banyak tanya, sekarang banget gue tunggu ya!! Gue kasih alamatnya, ' isi pesan dari Rahmat, sahabat dekat Raya di kampus. Tidak selang lama, Rahmat mengirimkan peta lokasi alamat kostan tersebut. Raya memicingkan mata dengan heran, karena terlihat aneh dengan isi pesan Rahmat. Kepo dan rasa penasaran yang tinggi, Raya pun segera memasukkan telepon selulernya ke dalam tas. Tanpa membalas pesan, Raya segera berpamitan pada pemilik kios dan meluncur ke kostan Rahmat. "Terima kasih Pak sudah mengizinkan saya berteduh disini, mari Pak saya tinggal. " pamit Raya dengan cepat. "Hati-hati Neng, masih hujan dan jalannya licin, " pesan pemilik kios. "Baik, Pak. Hatur nuhun. " Ucap Raya mengakhiri pembicaraan. Sepanjang perjalanan, Raya memikirkan apa isi pesan itu. "Kenapa si Mamat chat gue gitu ya?! Apakah ada hubungannya dengan Rido gitu ya?! " gumamnya tanpa memikirkan hujan yang sekarang sedikit deras. Jelas kepo dong, karena sang pacar, Rido Anugrah, satu kostan dengan Rahmat. Secara tidak langsung, Rahmat dijadikan mata-mata olehnya untuk mengetahui gerak-gerik pacar. Rido merupakan pacar dan cinta pertama bagi Raya, mereka baru tiga bulan menjalin hubungan itu. Banyak kabar burung yang berhembus, Rido seorang player. Oleh karena itu, Rahmat yang menjadi sahabatnya rela menjadi mata-mata untuknya. Berbeda dengan Rido, dia tidak mengetahui bahwa Rahmat adalah sahabat Raya. Bahkan, Rido tidak pernah mengetahui bahwa Raya dan Rahmat saling mengenal. Sepuluh menit kemudian, Raya sampai di parkiran kostan. Disitu sudah ada Rahmat yang menunggunya dengan gusar. Raut muka gelisah dan panik tersirat di wajah garangnya. Tanpa basa-basi, Rahmat menuntun Raya ke kamar kost milik Rido. Iya betul, Raya belum pernah masuk ke kostan pacarnya itu. Hanya tahu sekilas alamatnya saja, tanpa tahu detail nomor kamar atau bahkan berada di lantai berapa kamarnya. "Lu dobrak aja, Ya! " perintah Rahmat sesampainya di depan pintu kamar Rido. Brakkkkk..... Pintu kamar kost Rido terbuka dengan paksa. Raya mendobrak pintu tersebut tanpa aba-aba. Raya sejenak mematung, melihat pemandangan yang memang seharusnya tidak dia lihat. Lima detik berlalu, sebuah suara memecah ketegangan. "Raya, " panggil Rido dari dalam kamar yang sangat terkejut. Dengan cepat Rido memakai kaos yang sudah tergeletak di lantai. "B******n lu ya! " umpat Raya dengan marah. Tidak terima dengan situasi yang menjijikkan itu, tanpa memperdulikan keberadaan Rahmat disampingnya, Raya memilih pergi meninggalkan mereka tanpa penjelasan apapun. Raya berlari dengan marah meninggalkan mereka. Tanpa berpikir panjang langsung menancapkan gas sepeda motor dengan kecepatan maksimal. Jalan raya yang cukup lenggang karena masih diguyur hujan. Dengan membabi buta, Raya mengendarai motor sangat kencang. "Ya Tuhan, kenapa jadi begini? Apa salah gue? " lirihnya pelan. Air mata sudah membasahi pipinya sedari tadi. Masih terkejut dan tidak menerima apa yang sudah terjadi di depan matanya. "Kenapa dia mengkhianati gue? Kenapa Tuhan? Kenapa harus sama dia? Kenapa?? " Raya berteriak meluapkan emosinya. "Tega banget sih Do, lu bikin gue j***k banget Do!" ungkapnya kasar. "Aaaaaarrgghhh.. T*i emang lu!! B******n !! K*****t!! Dasar H**o!! " Raya semakin histeris mengumpat kata kasar di tengah guyuran hujan. Emosinya menjadi tidak stabil setelah melihat pacarnya benar-benar selingkuh dengan teman sekelasnya. Namun sangat disayangkan, ternyata Rido selingkuh dengan teman lelaki Raya. Iya, dia memiliki kelainan seksual. Maho, Manusia H**o. Selama ini Rido menutupi kekurangannya dengan mulus. Berpacaran dengan wanita, seolah-olah tidak memiliki kelainan itu. Namun, siapa sangka. Kedoknya harus terbongkar dengan cepat. Terbongkar oleh pacar wanitanya sendiri. Bruuukkk.. Sepeda motor Raya dengan keras menghantam truk pengangkut pasir dari arah berlawanan. Kabut yang tebal menghalangi pandangan Raya, yang akhirnya menabrak sebuah truk besar dari arah yang berlawanan itu. Dengan kencang dia menghantam, tubuhnya terpental sejauh tiga meter. Sepeda motor matic itu ringsek seketika. Sedangkan sopir truk yang terkejut, membanting stir ke kanan menabrak pembatas jalan. Suara sirine ambulan terdengar semakin mendekat. Mobil patroli polisi sudah berada di tempat kejadian. Mobil polisi pun sudah siap mengangkut motor ringsek milik Raya. Tidak lama kemudian, kerumunan orang pun tidak dapat dicegah. Beberapa orang mengamankan sopir truk, sebagian orang memeriksa tubuh Raya yang sudah terbujur kaku di aspal. Sopir truk yang masih shock, dituntun turun keluar dari mobil. Sopir itu pun duduk di trotoar jalan dengan gemetar. " Saya tidak tahu Pak. Tiba-tiba ada motor yang nabrak saya dari depan. " jelas Sopir itu kepada polisi yang sedang menginterogasi. "Baik, sekarang Bapak ikut ke rumah sakit dahulu. Bapak harus diperiksa juga, barangkali ada luka yang tidak terlihat. Setelah itu, kami akan memberikan beberapa pertanyaan lagi. Terima kasih. " Ucap polisi dengan bijak. Beberapa petugas medis sudah memberikan pertolongan pertama dan memindahkan Raya dengan tandu ke dalam mobil, dengan segera ambulan tersebut melesat ke rumah sakit terdekat. Raya telah mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit, namun karena adanya benturan keras menghantam kepalanya, dia mengalami koma. Dokter pun dengan hati-hati memberitahukan kepada keluarga Raya yang sudah berada di rumah sakit. Sontak, membuat ayah dan ibunya kaget. Sonia tidak mampu menopang tubuhnya, kakinya terasa lemas. Seketika, ibunya pun pingsan mendengar kabar anak gadisnya dalam keadaan koma. Darli, dengan sigap menangkap tubuh istrinya yang sudah roboh. ___ Di sisi lain, Rahmat yang sedang beradu mulut dengan Rido. Keributan pun tak bisa dihindari. Hampir seluruh penghuni kostan tersebut keluar dari kamar menyaksikan perdebatan yang berakhir baku hantam antara Rahmat dan Rido. Rahmat sangat menyayangkan perbuatan Rido terhadap sahabatnya, Raya. Sedangkan Rido sangat marah kepada Rahmat karena sudah mengacaukan hubungannya dengan Raya. Meskipun hubungannya dengan Raya sebagai tameng belaka untuk menutupi kekurangannya. Ilyas, pasangan Rido yang sebenarnya hanya bisa diam membisu di pojok kamar. Kaget dan tentunya sangat malu, rahasia yang selama ini dia jaga harus terbongkar oleh teman sekelasnya, Raya. Ilyas membiarkan Rahmat dan Rido baku hantam, dia sudah tidak perduli lagi dengan mereka. Sekarang yang dia pikirkan hanyalah Raya. Bagaimana tidak, Raya adalah teman sekelas yang cukup dekat dengannya. Raya selalu menolongnya saat dia membutuhkan pertolongan. Tak lama, Ilyas pun pergi meninggalkan kost tersebut. ___ Sejam sudah berlalu, Rahmat dan Rido sudah dilerai oleh teman kostnya. Keduanya babak belur seperti tempe penyet. Kasarnya begitu. Kabar Raya kecelakaan dan masuk rumah sakit sudah sampai kepada Rahmat. Dia mendapatkan pesan dari grup chatting. Dengan segera Rahmat pun berangkat ke rumah sakit tempat Raya dirawat, tanpa perduli dengan wajah penyetnya. Sesampainya di rumah sakit, Rahmat mendatangi teman-temannya yang sudah berada di sana lebih dulu. Dengan panik, dia langsung menanyakan kabar Raya. "Wil, gimana dia? Sadar gak? Parah gak? Gimana ceritanya bisa sampai kecelakaan?" tanya Rahmat mencecar Wildan. "Berisik lu!!" timpal Anne. "Udah jangan ribut. Keadaan Raya sekarang koma, Mat. Kita semua Do'akan aja, semoga Raya cepat sadar dan sehat lagi. Tentang jelasnya kecelakaan itu gue gak begitu tahu persis. Rencananya habis dari sini gue mau nyari tahu. " Wildan menjelaskan dengan tenang. "Astagfirullah, Innalilahi.. Raya koma, Wil? Kok bisa??? " tanya Rahmat. Sangat terkejut dengan penjelasan Wildan. "Katanya dia terpental sejauh tiga meter, dan yang parahnya itu kepalanya menghantam benda keras. Entah itu mobil yang dia tabrak, entah batu atau apa sih. Gue gak begitu jelas tahunya gimana. Kabar yang gue dapet gitu sih. Gak enak gue nanya-nanya sama keluarganya. " Wildan sedikit menjelaskan, meskipun dia juga tidak begitu tahu penyebabnya. Rahmat hanya mampu memberikan doa yang terbaik untuk Raya. Dia merasa sangat bersalah atas kecelakaan itu. ****** Jangan lupa tap love dulu ya, Selamat menikmati semoga berkenan dengan cerita ini. ❤

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.1K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
43.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Kali kedua

read
221.2K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook