Bab 71

2079 Words
Washington, D.C (US) Suasana rapat di ruang pertemuan wakil presiden berlangsung dengan cukup ramai. Ada puluhan ilmuan yang ikut menghadiri pertemuan mendadak yang Alfred agendakan setelah ia mendengar kabar mengenai kegagalan perbaikan sistem regulasi di benua Asia. Hampir semua anggota rapat menentang keputusan Alfred untuk mematikan sistem kerja matahari buatan, mereka beranggapan jika keadaan di Asia tidak akan mempengaruhi benua Amerika. Memberikan penjelasan kepada orang yang tidak mau percaya adalah hal yang sia-sia. Alfred tidak akan bisa mengubah pemikiran mereka.. “Haruskah kita mengingatkan mereka mengenai bencana gelombang udara dingin? Kau orang pertama yang menyadari kedatangan bencana itu, kau juga yang memberikan peringatan kepada mereka..” Felix berbisik dengan suara pelan. Alfred mulai merasa muak dengan keadaan yang ada. Semua orang menyampaikan pertentang mereka dengan berbagai alasan yang beragam. Sungguh, Alfred sama sekali tidak membutuhkan alasan mereka, Alfred hanya ingin memperingatkan semua orang mengenai hal buruk apa saja yang mungkin terjadi. Sayangnya, tidak ada satupun orang yang mau mendengarkan penjelasan Alfred. “Biarkan saja mereka melakukan apapun yang mereka anggap benar. Bagaimana jika sekarang kita bersikap tidak peduli? Biarkan saja mereka melakukan apapun yang mereka inginkan, jika terjadi bencana kita hanya perlu menertawakan mereka..” Hugo memberikan usulan sambil tertawa. Alfred mencoba untuk menahan emosinya ketika mendengar kalimat yang Hugo katakan. “Apakah kau ingin mati bersama dengan mereka?” Tanya Felix. Tampaknya Felix mewakili ekspresi kesal yang Alfred rasakan. Usulan Hugo sangat tidak masuk akal. Hanya ada satu keputusan, ikut membantu menyelesaikan permasalahan mengenai ledakan pusat kendali matahari buatan atau bersikap tidak peduli dan menantikan efek samping dari ledakan itu. Beberapa bulan lalu ledakan sebuah nuklir mampu mendatangkan bencana yang cukup mengerikan. Gelombang udara dingin menyapu beberapa wilayah sehingga menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat titik beku. Hampir seluruh negara mengalami penurunan suhu, berbagai penyakit mengerikan mulai timbul ketika terjadi gelombang udara dingin sehingga mengakibatkan meningkatnya jumlah korban jiwa. “Kenapa harus mati bersama dengan mereka?” Tanya Hugo. “Lain kali kau harus membawa otakmu sebelum menghadiri pertemuan penting seperti ini..” Felix mengejek Hugo lalu memilih untuk mengabaikan protes yang dilayangkan oleh pemuda tersebut. Hugo cenderung lebih mudah mengungkapkan segala hal yang terlintas di pikirannya, sayangnya Hugo tidak memikirkan terlebih dahulu apakah kalimat yang ia katakan masuk akal atau tidak. “Kalian terus terdiam tanpa mencoba memberikan penjelasan. Kami menunjuk tim kalian untuk menjadi penanggungjawab atas segala hal yang berhubungan dengan proyek matahari buatan. Lantas kenapa kalian menentang keputusan wakil presiden?” “Ya, kami membutuhkan penjelasan dari kalian. Harus ada alasan di balik perbuatan kalian yang begitu tidak masuk akal!” “Bagaimana jika suhu udara semakin menurun? Apakah kalian juga akan bertanggung jawab atas hal tersebut?” “Berbagai permasalahan sosial mulai terjadi karena masyarakat merasa ketakutan. Apakah ada jaminan yang bisa kalian berikan untuk menenangkan masyarakat?” Beberapa pertanyaan terus dilontarkan kepada Alfred dan anggota timnya. Rasanya sangat tidak pantas jika Alfred mengungkapkan emosinya di depan puluhan orang penting yang menghadiri rapat di tengah malam seperti ini. Alfred mendesak wakil presiden untuk mempercepat rapat mereka karena permasalahan mengenai ledakan sistem kendali di Asia pasti akan segera memberikan dampak buruk di negara sekitarnya. Benar saja, beberapa jam pertama setelah ledakan itu terjadi, kenaikan suhu yang begitu drastis mulai terasa di beberapa negara Asia. “Maafkan kami karena telah memajukan jadwal pertemuan. Kami tidak bisa menunda penjelasan mengenai bahaya apa saja yang mungkin akan kita hadapi ketika Benua Asia tidak berhasil menangani permasalahan mereka” Alfred bangkit berdiri dan mulai memberikan penjelasan. Sejak awal, Charlotte sudah memperingatkan Alfred untuk mengendalikan dirinya. Charlotte mengatakan jika Alfred tidak perlu berbicara jika tidak ada yang meminta penjelasannya, namun Alfred harus memberikan penjelasan terbaik ketika ia mendapatkan kesempatan. Menurut Charlotte, tidak akan ada orang yang mau mendengarkan penjelasan Alfred jika tidak ada yang merasa penasaran. Begitu Alfred mendapatkan pertanyaan, ia harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk memberikan penjelasan kepada mereka semua. “Ledakan di sistem kendali matahari buatan pasti akan menimbulkan dampak yang buruk bagi negara di sekitarnya. Ada beberapa laporan yang telah kami dapatkan, suhu udara di wilayah benua Asia meningkat sebanyak 5 derajat celcius hanya dalam waktu 24 jam pertama. Kita masih belum bisa mengantisipasi mengenai apa saja yang mungkin akan terjadi dalam waktu dekat..” Alfred membuka file presentasi yang sudah Hugo buatkan beberapa saat yang lalu. Hugo selalu unggul dalam menyusun proposal dan membuat laporan presentasi, seluruh informasi penting dirangkum dengan sederhana sehingga lebih mudah untuk dijadikan bahan diskusi. Hugo adalah seorang pemuda yang cukup teliti ketika sedang menyusun laporan penelitian, namun Hugo tidak terlalu unggul ketika memimpin jalannya diskusi. Hugo cenderung merasa gugup dan gelisah sehingga setiap kalimat yang keluar dari bibirnya akan terdengar aneh dan tidak masuk akal. Oleh sebab itu, Hugo selalu menolak untuk melakukan presentasi. “Jujur saja saya sudah pernah memberikan peringatan yang sama ketika sedang terjadi gelombang udara dingin. Berbagai bencana tidak masuk akal terjadi setelah ledakan nuklir di kawasan Asia Timur. Kita tidak bisa mengendalikan alam, mereka bereaksi sesuai dengan perlakuan kita. Selama—” “Bisakah kami mendengarkan jaminan yang pernah kau katakan sebelumnya? Matahari buatan adalah salah satu pembangkit energi yang aman dan ramah lingkungan serta tidak memiliki dampak buruk seperti ledakan nuklir. Bisakah kau memberikan penjelasan mengenai hal tersebut?” Seorang ilmuan bangkit berdiri dan memotong kalimat penjelasan yang sedang Alfred katakan. Alfred menghembuskan napasnya dengan sejenak. Jujur saja Alfred sudah mengira jika ia akan mendapatkan pertanyaan semacam ini. Setelah memberikan penjelasan mengenai keamanan sistem matahari buatan beberapa bulan yang lalu, sekarang Alfred harus segera memberikan penjelasan mengenai kelemahan sistem matahari buatan. “Tentu saja saya akan memberikan penjelasan mengenai pertanyaan Anda, Sir. Pada dasarnya, sejak awal saya memberikan jaminan mengenai sistem matahari buatan yang ramah lingkungan sehingga lebih aman untuk digunakan sebagai pengganti minyak bumi dan beberapa mesin berbasis listrik di dalam dunia industri. Matahari buatan akan menyalurkan suhu panas yang diolah menjadi sumber energi baru yang ramah lingkungan. Sebelum resmi diluncurkan, matahari buatan telah melalui berbagai sistem uji coba untuk memastikan setiap komponen dalam keadaan yang baik untuk dipekerjakan. Sayangnya, hal yang berbeda terjadi di Benua Asia, entah mereka kurang memperhatikan kesehatan sistem atau mereka melakukan beberapa kesalahan ketika masa uji coba..” Alfred memberikan penjelasan panjang sambil menampilkan beberapa laporan mengenai komponen matahari buatan yang ia bangun. Alfred juga menunjukkan beberapa perbedaan prosedur antara matahari buatan Amerika dan Asia. Waktu yang dibutuhkan Asia untuk mengembangkan proyek sekitar satu bulan dengan uji coba selama satu minggu. Sementara proyek Alfred membutuhkan waktu lebih dari satu bulan dengan beberapa minggu waktu untuk uji coba. Mengembangkan sebuah proyek adalah hal yang cukup sulit untuk dilakukan, membatasi waktu observasi adalah salah satu hal fatal dalam prosedur pengembangan. Alfred curiga jika saat pengembangkan proyek, pihak pemerintah memberikan batas waktu yang begitu singkat sehingga pembangunan proyek jadi tidak maksimal. “Kau mengatakan jika ini adalah kelalaian dan kesalahan manusia?” “Tentu saja. Hal yang harus dilakukan ketika menemukan sebuah masalah adalah berdiskusi dan menemukan jalan keluar. Pihak Asia sudah memberikan fasilitas komunikasi untuk mendiskusikan mengenai permasalahan yang sedang mereka hadapi. Namun pemerintah memilih untuk menolak dan mengambil keputusan yang berlawanan dengan hasil konferensi Asia—” “Haruskah kita mengikuti keputusan mereka? Sejak awal Asia telah membuat masalah besar yang berdampak pada kita semua, haruskah kita membantu mereka?” Alfred merasa tidak habis pikir dengan keegoisan yang mereka tunjukkan. Apakah mereka benar-benar tidak peduli pada keselamatan orang lain? “Mereka juga tidak bermaksud untuk membuat masalah. Kita semua tahu jika benua Asia mengalami dampak yang paling buruk, gelombang udara dingin menimbulkan kekacauan yang sangat parah.. Ada jutaan korban jiwa yang ditemukan tewas karena penurunan suhu. Bagaimana bisa kita menuduh mereka sebagai pembuat masalah? Benua Asia juga berusaha keras untuk memperbaiki kesalahan mereka..” Austin bangkit berdiri dan ikut memberikan penjelasan. Pria itu tampak serius ketika berbicara sehingga membuat semua orang terdiam dan mendengarkannya dengan seksama. Sekalipun seorang pria pendiam, Austin sangat hebat ketika memimpin sebuah diskusi. Austin selalu menemukan cara untuk menghidupkan diskusi yang mulai memanas karena beberapa orang terkesan saling menyudutkan satu sama lain. “Bukankah kau juga mengakui jika benua Asia merupakan pembuat masalah? Ini adalah masalah mereka, kita tidak perlu ikut bertanggung jawab. Mematikan sistem matahari buatan tanpa izin dari pemerintah merupakan sebuah pelanggaran. Proyek itu milik pemerintah, kalian tidak bisa mengambil keputusan sendiri dan membahayakan semua orang di benua ini. Suhu udara semakin menurun, bagaimana cara mengatasi masalah tersebut?” Wakil presiden ikut berbicara setelah sekian lama diam dan mengamati diskusi dengan seksama. Alfred sudah menunggu waktu dimana wakil presiden akan mengungkapkan isi pikirannya. Seorang pria egois yang hanya mementingkan nama baik dan juga reputasi seperti dirinya tidak akan pernah mengerti mengenai konsep kemanusiaan. Sekalipun benua Asia memang melakukan kesalahan, mereka tidak bisa lepas tangan dan bersikap tidak peduli. Kalaupun bukan atas nama kemanusiaan, bisakah mereka mengendalikan keegoisan mereka demi keselamatan mereka sendiri? “Dalam dua hari ini, kantor kami mendapati jika suhu udara hanya menurun sebanyak 3 derajat celcius. Kita masih bisa menganggap jika suhu saat ini berada di batas normal. Sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai permasalahan tersebut..” Seorang ilmuan dari kantor penelitian yang berada di San Fransisco ikut menyampaikan pendapatnya. “Bagaimana bisa kita tidak mengkhawatirkan masalah tersebut? Hal kecil akan menimbulkan masalah besar jika tidak segera dibereskan. Penurunan suhu akan mempengaruhi pergerakan angin. Bagaimana jika terjadi masalah seperti beberapa bulan yang lalu?” Tanya wakil presiden. Alfred mulai menemukan celah untuk bisa menunjukkan tujuan dari keputusan yang ia buat. Dengan percaya diri Alfred kembali bangkit berdiri dan menunjukkan beberapa laporan mengenai kenaikan suhu di wilayah Asia. Bukti-bukti tersebut sudah dikumpulkan oleh Hugo dan disatukan di dalam file presentasi yang sedang Alfred tampilkan. “Penurunan dan kenaikan suhu secara drastis bisa mempengaruhi pergerakan angin. Jika suhu menurun maka angin yang bergerak akan membawa udara dingin, sebaliknya jika suhu semakin naik maka pergerakan angin akan membawa udara panas. Kita tidak tahu seburuk apa keadaan di Asia, tapi inilah laporan mengenai kenaikan suhu di beberapa negara di Asia..” Alfred mulai menampilkan beberapa laporan yang sudah disiapkan. Alfred merasa bersyukur karena Hugo sudah menyiapkan semua materi yang ia butuhkan. Rasanya akan sangat sulit jika Alfred harus menjawab setiap pertanyaan yang diajukan tanpa persiapan apapun. Beberapa file dari Hugo benar-benar membantu presentasi Alfred. “Jika suhu semakin naik, maka ada kemungkinan jika akan terjadi badai gelombang udara panas?” Seorang ilmuan yang duduk di ujung ruangan bangkit berdiri dan memberikan pertanyaan kepada Alfred. “Untuk saat ini, masih belum ada kepastian apapun. Tim kami akan terus memantau gerakan angin di samudra agar kita bisa mengetahui dengan cepat apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Tapi semua orang jelas berharap jika prediksi yang kami buat meleset, bahkan kami sendiri mengharapkan hal yang sama..” Alfred mengakhiri penjelasannya sambil menundukkan kepala. Setelah menghadapi badai gelombang udara dingin, Alfred sungguh tidak siap jika harus menghadapi bencana lainnya. Selama beberapa bulan ini mereka semua bekerja keras untuk menemukan solusi atas bencana gelombang udara dingin, rasanya sangat menyebalkan jika mereka harus menjalani hari-hari panjang di dalam kantor untuk mencari solusi bagi bencana lainnya. “Alasan tersebut tidak bisa diterima. Kalian hanya memberikan data mengenai kenaikan suhu udara dan beberapa laporan pergerakan angin. Kalian juga memberikan prediksi tentang bencana badai gelombang udara panas yang masih belum pasti terjadi. Haruskah kami mempercayai prediksi kalian? Lagipula kalian sendiri yang mengatakan jika pergerakan angin masih terpantau normal..” Wakil presiden memberikan komentar terhadap penjelasan yang Alfred berikan. “Tim kami pernah memperingatkan Anda mengenai badai gelombang udara dingin, dan sama seperti sekarang.. Anda juga menolak prediksi kami. Jika ada kemungkinan buruk mengenai terjadinya sebuah bencana, bukankah seharusnya kita fokus untuk melakukan riset mengenai bencana tersebut? Berbagai pencegahan harus dilakukan agar bencana tersebut tidak benar-benar terjadi..” Austin kembali memberikan penjelasan. Alfred merasa sangat bersyukur karena ia memiliki tim yang begitu kompak untuk memberikan dukungan terhadap keputusan yang ia buat. Alfred yakin jika tidak semua anggota timnya setuju dengan keputusannya, tapi mereka tetap menunjukkan usaha yang serius demi memaksimalkan tujuan mereka. “Haruskah kita membicarakan mengenai sesuatu yang sudah berlalu?” Wakil presiden tampak kesal ketika mendengar penjelasan dari Felix. “Tentu saja harus, Sir. Dari mana kami mendapatkan data jika bisa mempelajari apa yang sudah terjadi di masa lalu?” Austin menatap wakil presiden dengan serius. “Apakah kalian mencoba menyudutkan pemerintah atas keputusan yang kami buat?” “Apakah Anda berpikir demikian?” Austin membalik pertanyaan yang diajukan oleh wakil presiden. Kali ini ruangan rapat kembali ramai karena mendengarkan pertanyaan Austin. Ada beberapa orang yang merasa tidak terima ketika pertanyaan Austin dilontarkan dengan suara mengejek seakan ia berusaha untuk memprovokasi wakil presiden. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD