Washington, D.C (US)
Setelah mendengar kabar mengenai keputusan Alfred untuk mematikan seluruh sistem matahari buatan, pemerintah pusat segera memanggil seluruh tim penanggung jawab proyek untuk membicarakan mengenai perbuatan Alfred yang menentang keputusan pemerintah. Alfred sudah siap dengan semua tuntutan yang akan diajukan kepadanya. Bagi Alfred, tidak ada keputusan yang tidak memiliki risiko. Oleh sebab itu, apapun yang akan terjadi kepadanya, ia akan menerima semuanya asalkan dia bisa memberi waktu kepada tim Asia untuk segera memperbaiki sistem regulasi mereka.
“Aku sudah menyiapkan seluruh materi yang akan kau presentasikan besok pagi. Sekarang kita hanya perlu pulang dan bangun pagi untuk menghadiri pertemuan dengan wakil presiden..”
Hugo mengirimkan sebuah file presentasi ke alamat surel Alfred. Dibandingkan dengan yang lainnya, hanya Hugo saja yang paling antusias untuk menghadiri pertemuan dengan wakil presiden. Jujur saja tidak akan yang mau bertemu dengan pria arogan yang suka mengambil keputusan asal tanpa memikirkan dampak buruk dari keputusan tersebut terhadap kehidupan masyarakat. Entah kenapa Amerika mendapatkan seorang wakil presiden yang cukup buruk.
“Tidak akan ada sesi presentasi, kita hanya akan datang dan menandatangani surat pemutusan kerja..” Alfred menjawab dengan seadanya.
Tidak ada satupun orang pemerintahan yang mau mendengar alasan Alfred. Mereka semua berusaha keras untuk saling menjatuhkan satu sama lain sehingga tidak akan ada orang yang mau memberikan dukungan kepada tim Alfred. Masalahnya, satu-satunya dukungan yang paling berpengaruh adalah dari masyarakat, sayangnya mereka juga tidak akan memberikan dukungan apapun kepada Alfred.
“Kita harus mencoba untuk meyakinkan mereka. Kau sangat pandai memanipulasi orang lain, bukan? Tolong gunakan bakatmu dengan baik..” Hugo menatap Alfred dengan pandangan memohon.
Pemuda itu memang sering berbicara omong kosong, seharusnya Alfred tidak terkejut dengan setiap kalimat yang ia katakan.
“Kau melakukan usaha yang sia-sia. Sudahlah, kau sendiri yang mematikan sistem matahari buatan, bukan?” Felix datang sambil duduk di samping Hugo yang masih berusaha untuk meyakinkan Alfred.
“Aku memang membuat keputusan untuk mematikan sistem matahari buatan, tapi aku sama sekali tidak berencana untuk kehilangan pekerjaanku..” Hugo mengendikkan bahunya dengan santai.
Seperti yang sudah Alfred katakan sebelumnya, jika mereka memilih untuk mengedepankan rasa kemanusiaan mereka, maka pekerjaan, masa depan, dan karir mereka akan menjadi taruhannya. Sebaliknya, jika mereka bersikap acuh pada keadaan sekitar, maka mungkin mereka akan melewati sebuah bencana besar tapi karir dan pekerjaan mereka akan tetap aman. Alfred merasa kesulitan ketika harus memilih antara kepentingannya dengan keselamatan orang di seluruh dunia ini. Menjadi seorang ilmuan terasa jauh lebih sulit ketika keadaan dunia sedang tidak baik-baik saja. Apapun keputusan yang dibuat, maka Alfred tetap harus menanggung akibatnya.
“Aku akan mencoba untuk meyakinkan wakil presiden agar dia tidak mengusik pekerjaan kalian..” Alfred bangkit berdiri lalu kembali duduk di depan komputernya untuk menyaksikan perkembangan perbaikan sistem regulasi di benua Asia.
Dalam dua hari terakhir, masih belum ada satupun kabar baik mengenai perbaikan sistem regulasi. Alfred tahu jika memperbaiki sesuatu yang telah rusak jauh lebih sulit dari membangun sebuah proyek, namun mereka tidak memiliki pilihan lain. Sesuatu yang rusak harus segera diperbaiki sebelum mereka menghadapi kerusakan yang lebih parah.
“Sudah dua hari berlalu, tapi tidak ada kabar apapun mengenai perkembangan sistem regulasi matahari buatan di Asia. Haruskah kita meneruskan semua ini? Bagaimana jika mereka gagal melakukan perbaikan?” Tanya Felix. Pria yang usianya hampir sama seperti dirinya tersebut tampak mulai gelisah. Alfred mengenal Felix selama lima tahun terakhir sehingga dia bisa langsung memahami isi pikiran Felix hanya dengan menatap wajahnya saja.
“Dua hari terlalu singkat untuk melakukan perbaikan. Setidaknya kita harus menunggu hingga satu pekan..” Austin menanggapi pertanyaan yang Felix ajukan.
“Bagaimana mungkin kita bisa bertahan selama satu pekan? Pagi ini suhu udara semakin turun. Apakah kalian tidak tahu jika masyarakat mulai merencanakan sebuah demo untuk menuntut kantor kita?”
Alfred mendengar semua berita mengenai protes masyarakat karena kantor penelitian Alfred menghentikan sistem kerja matahari buatan selama dua hari terakhir. Awalnya memang tidak ada yang tahu, tapi sejak kemarin sore, matahari buatan menjadi topik yang ramai diperbincangkan di media sosial. Satu demi satu berita mulai bermunculan hingga akhirnya kebenaran tentang sistem kerja matahari buatan terungkap dan diketahui oleh seluruh masyarakat. Alfred tidak bisa menghentikan cepatnya arus informasi, dia juga tidak bisa mengendalikan segala informasi yang beredar di masyarakat.
“Ada banyak orang yang menyuarakan dukungan mereka terhadap keputusan kita. Kurasa masih masyarakat Amerika juga masih memiliki rasa kemanusiaan sehingga sebagian dari mereka memilih untuk mendukung kita” Kata Austin dengan tenang.
“Lalu, haruskah kita diam saja? Ada banyak sekali wartawan yang sedang menunggu di depan gerbang kantor. Pihak keamanan mengatakan jika tidak bisa keluar dari kantor ini karena ratusan wartawan akan langsung menghentikan kita” Kata Felix.
Jika masyarakat sudah mengetahui mengenai keputusan Alfred untuk mematikan sistem matahari buatan demi membantu proses perbaikan sistem regulasi di benua Asia, maka wartawan jelas langsung datang ke kantor ini untuk mendapatkan informasi langsung dari pihak penanggungjawab proyek. Masalahnya, selama ini Alfred selalu memiliki pengalaman buruk saat melakukan wawancara dengan wartawan. Cara seorang wartawan untuk mendapatkan informasi menarik dan bagaimana mereka mengolah informasi tersebut dengan cara menambah ataupun mengurangi beberapa detail keterangan yang telah disampaikan oleh narasumber membuat Alfred merasa sedikit kesal. Hampir seluruh informasi yang disampaikan oleh wartawan bertolak belakang dengan kenyataan yang ada.
“Tidak ada yang bisa kita lakukan dengan para wartawan, mereka akan memperburuk keadaan. Kita tidak perlu keluar hingga besok pagi saat akan menemui wakil presiden. Aku yakin di kantor wakil presiden juga ada banyak wartawan yang sudah menunggu karena pertemuan kita jelas akan diliput oleh media” Alfred memberikan penjelasan dengan tenang.
Kantor ini memiliki banyak persediaan makanan. Mereka tidak akan mati kelaparan jika menginap di kantor selama satu hari.
“Kau yakin kita bisa keluar dengan mudah? Kita—”
“Oh Tuhan! Ini sangat buruk!” Hugo memotong kalimat Felix. Pemuda itu berteriak dengan suara tercekat sehingga membuat semua orang yang ada di dalam ruangan jadi menatap ke arahnya.
“Kalian harus melihat informasi ini..” Hugo kembali berbicara, kali ini pemuda itu bangkit berdiri dan memundurkan langkahnya dari kursi komputer.
Alfred dan Felix segera mendekati komputer Hugo dan membawa sebuah informasi mengenai perbaikan sistem regulasi di benua Asia. Hugo berhasil mendapatkan data terbaru mengenai hasil perbaikan dan laporan tentang presentasi kerusakan yang terjadi pada mesin pengendali sistem regulasi matahari buatan. Untuk sesaat Alfred merasa kehilangan kata-katanya ketika ia berhasil membaca keseluruhan laporan. Sepertinya mereka harus bersiap untuk menghadapi masalah yang besar.
“Ledakan sistem regulasi yang terjadi di benua Asia membuat pusat kendali matahari buatan jadi semakin terganggu. Pancaran suhu panas kembali keluar dari sistem matahari buatan di Asia sehingga meningkatkan suhu udara di beberapa negara sekitar. Tidak ada satupun orang yang bisa mendekati pusat kendali untuk mematikan seluruh komputer yang mengoperasikan matahari buatan. Benua Asia akan kembali menghadapi kehancuran..” Austin ikut membacakan sebuah informasi yang ia dapatkan dari internet.
Sepertinya berita mengenai kegagalan benua Asia dalam mengendalikan matahari buatan sudah terdengar oleh media. Seperti yang sudah Alfred katakan sebelumnya, tidak ada yang bisa mengendalikan arus informasi yang begitu cepat.
“Bisakah kita menghubungi kantor wakil presiden untuk mempercepat pertemuan kita menjadi malam ini juga?” Tanya Alfred sambil menatap Austin.
“Aku akan mencoba untuk menghubungi mereka..”
***
“Daddy, aku benar-benar tidak bisa tenang setelah mendengar berita mengenai ledakan yang terjadi di pusat kendali matahari buatan di Asia. Apakah akan terjadi hal yang buruk?”
Telepon dari Aurora di tengah malam seperti ini membuat Alfred tidak bisa mengabaikan suara kekhawatiran yang terdengar dengan jelas di dalam suara putrinya.
Seluruh media sudah memberitakan mengenai ledakan yang terjadi di benua Asia, banyak orang yang melakukan panic buying karena ketakutan akan kehabisan bahan makanan jika pemerintah kembali memberlakukan aturan pembatasan kegiatan. Ingatan mereka mengenai kenaikan suhu udara saat terjadi badai gelombang udara dingin beberapa bulan lalu masih menimbulkan trauma dan rasa takut berlebihan sehingga mereka memutuskan untuk membuat persiapan sebelum menghadapi bencana lainnya.
“Hei, ini sudah tengah malam. Kenapa kau belum tidur, sayang?” Alfred mencoba untuk mencari tempat yang lebih tenang agar suaranya tidak terganggu dengan keributan yang terjadi di kantor. Semua orang menjadi panik setelah mendengar berita buruk dari benua Asia.
“Aku tidak bisa tidur sebelum mendengar kebenaran mengenai berita yang beredar. Daddy, apakah benar jika pusat kendali matahari buatan meledak, itu berarti matahari buatan tidak bisa dikendalikan lagi?”
Bukan hanya Aurora yang membutuhkan kepastian mengenai berita yang beredar, tapi juga ratusan wartawan yang sekarang sedang memaksa masuk ke dalam kantor untuk mewawancarai Alfred.
“Seperti yang kau dengar, pusat kendali matahari buatan memang meledak. Sampai saat ini, Daddy juga belum bisa memberikan kepastian apapun. Daddy akan langsung menghubungimu jika memang ada sesuatu yang buruk terjadi. Untuk saat ini, tetaplah di rumah bersama dengan ibumu. Apakah ada persediaan makanan di rumahmu? Jika tidak, mintalah orangtuamu untuk segera membeli persediaan makanan..” Alfred memberikan penjelasan mengenai apa yang harus Aurora lakukan.
“Apakah akan terjadi badai gelombang dingin? Kali ini dimana pusat badai tersebut?” Tanya Aurora.
Alfred dan Austin sudah memeriksa gerakan angin di samudra, tapi masih belum ada tanda apapun mengenai perubahan arah angin yang bisa dijadikan indikasi terhadap bencana yang akan terjadi. Sekalipun wilayah Asia sudah mulai mengalami kenaikan suhu, gerakan angin terpantau masih normal sehingga Alfred masih belum bisa memberikan konfirmasi apapun.
“Untuk saat masih belum ada laporan mengenai pergerakan angin. Daddy akan langsung mengabarimu jika ada sesuatu yang buruk, saat ini cobalah untuk menenangkan dirimu sendiri. Siapkan segala hal yang kemungkinan akan kau butuhkan jika terjadi bencana yang buruk..” Alfred memelankan suaranya saat mengatakan kalimat terakhir.
“Aku merasa sedikit takut..”
Alfred memejamkan matanya sejenak. Apa yang harus ia lakukan untuk menenangkan putrinya? Berbohong dan mengatakan jika semuanya baik-baik saja? Tidak, tidak ada yang baik-baik saja. Ledakan di pusat kendali matahari buatan jelas akan menimbulkan dampak yang besar bagi seluruh negara di sekitarnya.
“Kenapa kau harus takut? Kalau terjadi sesuatu yang buruk, Daddy pasti akan selalu datang untuk menjemputmu..” Alfred tersenyum untuk menenangkan dirinya sendiri.
“Daddy.. bagaimana jika ini adalah akhir zaman?”
Pertanyaan Aurora terdengar seperti seorang anak kecil yang baru keluar dari gereja setelah mendengar kotbah mengenai akhir zaman. Jujur saja, saat pertama kali menghadapi bencana badai gelombang udara dingin, Alfred juga memikirkan hal yang sama dengan Aurora. Ada jutaan korban jiwa akibat bencana tersebut, tapi sampai sekarang mereka masih selamat dan itu berarti bencana gelombang udara dingin bukanlah akhir zaman yang akan menghancurkan segalanya.
Kali ini Alfred merasa jika lebih baik dia berpikir positif. Tidak ada masalah yang tidak memiliki solusi, begitu juga permasalahan mengenai ledakan sistem kendali yang terjadi di Asia. Sekalipun segalanya tidak baik-baik saja, Alfred akan selalu berusaha menjari jalan keluar untuk menghadapi setiap bencana.
“Tenanglah, jangan berpikir terlalu jauh..” Alfred berbicara dengan suara pelan lalu kembali melanjutkan kalimatnya, “Sekalipun tidak ada yang baik-baik saja, tapi usahakan untuk tetap tenang. Jangan khawatir, kita akan melewati semua ini..”