Bab 68

1794 Words
Washington, D.C (US) Alfred berlari sekuat tenaga menuju ke ruang kendali matahari buatan yang ada di lantai paling atas. Begitu mendengar sebuah kabar mengejutkan dari konferensi yang diadakan di Benua Asia, Alfred berusaha secepat mungkin untuk mematikan sistem komputer yang berfungsi untuk menjaga agar matahari buatan terus berjalan sekalipun tidak sedang dioperasikan oleh manusia. Setelah tiga bulan hidup dengan tentram karena tidak ada satupun masalah yang timbul setelah peluncuran matahari buatan, ini menjadi kali pertama Alfred merasa panik karena kabar buruk yang ia dengar beberapa jam yang lalu. Tidak seperti yang Alfred harapkan, pemerintah Amerika tetap tidak mau mengubah keputusan mereka. Perwakilan dari benua Australia, Eropa, dan Afrika menghadiri konferensi Asia untuk membahas permasalahan mengenai kebocoran sistem regulasi. Sistem regulasi yang dibangun di samping pusat kendali matahari buatan yang ada di benua Asia mengalami kebocoran. Suhu panas yang dihasilkan dari dalam sistem regulasi mulai keluar dan membuat wilayah sekitar mengalami kenaikan suhu yang cukup drastis. Meskipun masih belum ada dampak buruk yang dirasakan di benua Amerika dan sekitarnya, seluruh anggota konferensi sepakat untuk mematikan sistem kendali matahari buatan hingga tim Asia berhasil mengendalikan masalah terkait kebocoran sistem regulasi. “Apakah dengan mematikan seluruh sistem, maka kenaikan suhu bisa dihentikan?” Tanya Charlotte yang sedang berdiri di belakang Alfred. “Ini satu-satunya upaya pencegahan yang bisa kita lakukan” Tanpa menolehkan kepalanya, Alfred menjawab dengan singkat. Alfred kembali sibuk untuk mengendalikan sistem komputer yang terhubung langsung dengan penghasil panas yang berada di dalam pusat kendali matahari buatan. Ada banyak sekali komputer yang berada di ruangan kendali, Alfred harus mematikan seluruh sambungan satu-persatu agar tidak ada sistem yang mengalami kerusakan. Menurunnya suhu udara akibat ledakan nuklir lima bulan yang lalu sudah cukup menyusahkan seluruh masyarakat. Alfred tidak ingin terjadi bencana yang berhubungan dengan suhu udara. Penurunan suhu yang begitu drastis dapat menyebabkan manusia mengalami kedinginan hebat, yang paling ditakutkan adalah terjadinya hipotermia. Mereka sudah melewati masa-masa sulit karena gelombang udara dingin, Alfred tidak ingin mengalami bencana lainnya karena terjadi peningkatan suhu udara secara signifikan. Kali ini bukan penurunan suhu, tapi kenaikan secara drastis. “Apa yang kau lakukan?! Pemerintah Amerika tidak setuju dengan hasil konferensi, kita tidak bisa mematikan seluruh sistem komputer” Tiba-tiba saja Felix menarik Alfred dan mencoba menjauhkannya dari komputer yang masih menunjukkan simbol-simbol rumit yang berfungsi sebagai kode penting untuk mengendalikan matahari buatan. “Pemerintah Amerika sangat suka membuat masalah, kali ini kita tidak bisa mengikuti kemauan mereka!” Alfred berusaha untuk menjauhkan dirinya dari Felix. Jika komputer di ruangan ini tidak segera dimatikan, maka bisa saja terjadi hal yang lebih buruk dari yang Alfred perkirakan. Benua Asia mulai mengalami kenaikan suhu, tidak ada yang tahu sampai kapan perbaikan sistem regulasi dilakukan, dan yang paling buruk adalah tidak ada yang tahu apakah mereka berhasil melakukan perbaikan. “Kau akan mengacaukan segalanya! Pemerintah sudah menandatangani surat perjanjian dengan tim kita! Proyek ini milik mereka, kita tidak bisa mengambil keputusan tanpa persetujuan mereka!” Felix berteriak dengan suara keras. Alfred tidak pernah mengira jika proyek yang menjadi awal mula dari keberhasilannya akan menjadi penyebab kehancurannya. “Bagaimana bisa kita mengambil keputusan segila itu? Bagaimana jika sistem regulasi Asia tidak berhasil diperbaiki? Panas dari matahari buatan akan memperburuk keadaan!” Alfred menatap Felix dengan kesal. “Felix mengatakan hal yang benar. Kau tidak bisa mematikan sistem komputer tanpa persetujuan pemerintah” Hugo ikut berbicara dengan suara tenang. Alfred menatap ke sekelilingnya, dia melihat jika ruangan kendali telah dipenuhi dengan orang-orang yang merasa penasaran dengan keributan yang terjadi akibat perselisihan Felix dan Alfred. Sungguh, ini adalah keadaan yang sangat kacau. “Siapa yang lebih mengerti mengenai hal apa yang harus dilakukan? Kau pikir aku berusaha menentang keputusan pemerintah karena aku ingin membuat mereka kesal? Tidak, Felix.. ini jauh lebih serius dari yang kita perkirakan sebelumnya” Alfred mencoba memberikan penjelasan kepada Felix yang tampak kesal. Kebocoran sistem regulasi berakibat sangat buruk pada pengendalian mesin. Tidak akan ada yang bisa bekerja di tengah kekacauan semacam itu. Kenaikan suhu yang begitu drastis membuat masyarakat Asia jadi semakin panik, mereka semua mulai melakukan panic buying untuk mengantisipasi adanya badai karena pergerakan angin di samudra mulai terlihat membentuk gelombang badai. “Lalu kau pikir kau mengerti? Pemerintah melayangkan surat gugatan untuk tim kita karena kau selalu melawan keputusan pemerintah..” Felix melepaskan lengan Alfred dan mulai memundurkan langkahnya. Alfred menatap sekelilingnya dengan pandangan kebingungan. Surat gugatan? Apakah ia tidak salah mendengar? “Surat itu sudah tiba di kantor sejak tadi pagi. Kau tidak tahu?” Tanya Hugo. Untuk sesaat, Alfred merasa jika ia kehilangan kata-kata. Rasanya cukup mengejutkan ketika mendengar berita mengenai gugatan dari pemerintah. Ini sungguh gila. Apakah mereka berencana untuk menyingkirkan tim Alfred? “Surat gugatan itu dikirimkan atas nama wakil presiden. Kuharap kau tidak melakukan sesuatu yang akan memperburuk keadaan..” Felix menatap Alfred dengan pandangan serius. Lalu ia kembali melanjutkan, “Tolong hentikan semua ini, Alfred..” *** Hal pertama yang Alfred lakukan setelah membaca surat gugatan yang dikirim atas nama wakil presiden adalah mencoba mengkonfirmasi mengenai kebenaran berita tersebut. Alfred merasa jika pemerintah telah berbuat terlalu jauh, mereka menunjuk tim Alfred untuk memimpin sebuah proyek lalu sekarang mereka berusaha menyingkirkan Alfred hanya karena mereka sering berselisih pendapat. Namun, ketika Alfred berusaha menghubungi jurubicara pemerintah, mereka justru mengatakan jika tidak ada hal yang perlu dikonfirmasi. Keberadaan surat gugatan itu telah menjadi jawaban atas semua pertanyaan yang Alfred ajukan. “Haruskah kita tunduk kepada mereka?” Tanya Alfred sambil menatap seluruh anggota tim yang saat ini sedang berkumpul di ruang kerjanya. “Kita bekerja untuk masyarakat, bukan untuk pemerintah. Tidak ada salahnya jika kita memberontak pada keputusan mereka yang membahayakan masyarakat..” “Tapi saat ini kita bekerja di dalam sebuah proyek yang didanai oleh pemerintah” “Kita tidak bisa mengambil keputusan dengan terburu-buru. Alangkah baiknya jika kita menunggu satu atau dua hari lagi sebelum kembali membicarakan permasalahan ini” Beberapa orang memberikan pendapat mereka terkait surat gugatan yang dikirimkan oleh pemerintah. Alfred mencoba untuk menelaah semua usulan yang diberikan oleh anggota timnya. Semua orang memberikan saran terbaik yang mereka miliki sehingga membuat Alfred jadi semakin kebingungan karena usulan mereka saling bertolak belakang. “Seluruh benua sepakat untuk mematikan sistem matahari buatan. Bagaimana mungkin kita tidak ikut melakukan hal yang sama? Sekalipun dibangun di benua yang berbeda, matahari buatan masih saling terhubung satu sama lain..” Hugo ikut memberikan saran. “Lalu bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan pekerjaan kita? Pemerintah sudah mengajukan gugatan, sebaiknya kita mencari masalah dengan mereka..” “Ya, aku juga setuju dengan saran itu. Sebaiknya kita ikuti saja keputusan pemerintah” “Lalu bagaimana jika keputusan itu menjadi bumerang yang justru menjadi penyebab dari permasalahan yang lebih besar? Kenaikan suhu di wilayah Asia semakin memburuk, bagaimana jika nanti kita juga mengalami masalah yang sama?” “Sampai saat ini belum ada laporan mengenai kenaikan suhu di wilayah Asia. Sebaiknya kita tidak mengkhawatirkan permasalahan yang masih belum tentu terjadi” Alfred merasa jika semua orang berusaha keras untuk mencari solusi terbaik, namun saat ini mereka sedang merasa panik karena kekacauan sistem matahari buatan di Asia dan juga perselisihan yang terjadi antara anggota tim dan pemerintah pusat, hampir semua usulan yang mereka berikan bersifat egois seakan mereka hanya ingin menyelamatkan diri sendiri tanpa mau memikirkan bagaimana keadaan masyarakat jika mereka mengambil keputusan yang salah. “Haruskah kita berpura-pura tidak mengerti mengenai bencana apa yang kemungkinan akan kita alami? Kalian masih ingat dengan jelas jika ledakan nuklir di wilayah Asia bisa mempengaruhi suhu udara dan iklim dunia? Bahkan hingga saat ini kita masih belum bisa melihat langit biru dengan jelas. Gelombang udara dingin terjadi karena penurunan suhu secara drastis. Lalu.. bagaimana jika sekarang terjadi hal yang sama?” Tanya Alfred. Saat ini Alfred juga masih belum bisa memprediksi apapun. Pikirannya sangat kacau begitu ia mendengarkan keputusan dari pemerintah Amerika yang menolak untuk mematikan sistem matahari buatan. Benua Asia mencoba untuk membuat kesepakatan dengan pemerintah Amerika, namun kesepakatan itu tidak berhasil. Bahkan sekarang pemerintah Amerika mencoba untuk melawan dan menyingkirkan tim Alfred. “Kita juga masih belum tahu bencana apa yang akan kita alami, bukan?” Tanya Hugo. “Tapi bagaimana jika kita memang mengalami bencana seperti yang Alfred katakan? Penurunan suhu udara membuat kita harus menghadapi gelombang udara dingin yang menjadikan beberapa kota sebagai pusat titik beku. Lalu bagaimana jika kenaikan suhu udara secara drastis juga menimbulkan hal yang sama?” Alfred menatap seorang wanita yang baru saja mengajukan pertanyaannya. Sekarang Alfred juga memikirkan hal yang sama seperti yang baru saja dikatakan oleh wanita tersebut. “Kita mungkin bisa selamat dari penurunan suhu, tapi bagaimana dengan kenaikan suhu? Beberapa wilayah di kawasan Asia timur pernah mengalami suhu hingga minus 90 derajat. Ada banyak korban jiwa karena penurunan suhu yang begitu drastis, tapi apakah kita bisa selamat jika suhu udara mencapai 90 derajat celcius? Suhu itu akan membuat kita merasa seperti sedang terbakar di dalam api” Wanita itu kembali berbicara. “Baiklah, bagaimana jika kita sepakat untuk mempertaruhkan segalanya demi membantu perbaikan sistem regulasi matahari buatan di Asia?” Tanya Austin. Alfred cukup terkejut ketika mendengar suara Austin. Biasanya Austin adalah tipe orang yang pasif dalam sebuah diskusi, tapi tampaknya permasalahan kali ini membuat Austin tertarik untuk ikut berbicara. “Aku tidak bisa mempertaruhkan pekerjaanku. Kali ini kita masih belum tahu apa yang akan terjadi, bukan? Bagaimana jika mematikan sistem matahari buatan sama sekali tidak membantu perbaikan sistem regulasi di benua Asia?” Tanya seorang anggota tim. “Pada dasarnya, matahari buatan berfungsi untuk memantulkan suhu tinggi demi bisa menggantikan fungsi dari sinar matahari yang tidak berhasil menembus lapisan polusi yang menyelimuti bumi. Kita semua tahu jika saat ini Asia mengalami kenaikan suhu yang cukup drastis, mematikan sistem matahari buatan kita akan sangat berpengaruh pada suhu global..” Alfred mencoba menjelaskan dengan sederhana. “Aku yakin jika kita akan kehilangan pekerjaan kita.. tapi, kurasa aku tetap harus mengikuti keputusanmu..” Felix berbicara dengan suara pelan. Pria itu terdiam untuk sesaat sebelum bangkit berdiri lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan diskusi. “Kurasa aku juga memiliki pendapat yang sama..” Kata Austin. Alfred merasa lebih percaya diri ketika mendapatkan dukungan dari kedua temannya. “Jangan menatapku, aku pasti akan mengikuti keputusanmu.” Hugo berbicara sambil tertawa dengan santai. Sekalipun hampir semua orang menentang keputusannya, Alfred merasa tenang karena teman-teman dekatnya memberikan respon positif pada keputusan yang ia buat. Alfred sudah terbiasa melawan dunia sendirian, tapi kali ini ia memiliki anggota tim yang bisa disebut sebagai teman yang selama ini tidak pernah ia miliki. Sambil menghembuskan napasnya dengan pelan, Alfred mencoba untuk memperkirakan apa dampak dari keputusan yang ia ambil. Akankah Alfred kehilangan pekerjaannya setelah ia menentang keputusan pemerintah? Atau bahkan haruskah ia menjalani persidangan hukum karena kantornya mendapatkan tuntutan dari wakil presiden? Tidak, Alfred rasa ia akan menghadapi hal yang lebih besar dari sekedar tuntutan pengadilan dan persidangan hukum. Meskipun demikian, Alfred tidak akan merasa gentar. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD