Setelah perbincangan di bawah tenda pool, aku segera kembali ke resto. Aku perlu ke loker karena bajuku ada di sana. Mbak Kinan sendiri juga kembali ke tempatnya bekerja. Dia pasti mau ganti baju juga. Kami sepakat bertemu di masjid hotel sekalian mau sholat Magrib. Kesempatan menginterogasi Mbak Kinan ini. Aku yang baru saja sampai di masjid dan Mbak Kinan sudah duduk manis di teras masjid bagian putri. Aku segera melepas flat shoes cokelatku dan langsung mengambil duduk di sebelah Mbak Kinan. “Kamu kok bisa kenal Pak Abi?” tanya Mbak Kinan duluan. Aku kalah cepat. “Hmmm Mbak ingat tidak waktu aku bilang soal aku tabrakan.” “Iya ingat.” “Nah itu aku tabrakan sama Pak Abi dan Pak Roland.” “Oh gitu ceritanya. Oh pantas saja itu Pak Abi langsung menerima kamu kerja di sini. Kamu berun

