“Kau mengerjaiku, ya?” Niko langsung melemparkan tuduhannya kepada Gita yang kini perlahan mulai berjalan mendekat ke arahnya. Senyum tipis karena geli dari sang gadis yang sempat dilihatnya, kini telah berganti dengan tatapan datar khas Gita yang biasa dilihatnya. “Ada apa? Kau bilang kita harus bertemu sekarang,” jawab Gita tanpa menanggapi tuduhan yang disampaikan oleh Niko. Untuk beberapa saat, Niko terdiam. Ia bagai tersadar akan sikapnya yang terlalu kelepasan itu. Sebenarnya ia berkata demikian untuk menutupi rasa malunya karena ingin bertemu dengan Gita. Dan seperti yang sudah-sudah, si gadis jenius dengan sikapnya yang cool telah berhasil membuatnya salah tingkah sendiri. “Iya dong. Kamu kan sekretarisku. Seharian ini, kita sibuk dengan urusan masing-masing. Jadi, salahkah ak

