Bukan Skandal Biasa

1724 Words

...dan nyata. Dua garis tipis itu. Biru. Jelas. Tidak bisa dibantah. Alat kecil berteknologi murah ini menyimpan kebenaran brutal yang bahkan jutaan dolar dan pengalaman audit selama bertahun-tahun tak mampu menyangkalnya. Ia memegang benda plastik itu seperti granat yang siap meledak di tangannya, di bilik toilet mewah yang sunyi di lantai dua puluh tiga kantornya, tempat yang seharusnya menjadi benteng terakhir akal sehatnya. Alina menjatuhkan alat tes itu ke wastafel. Bunyi 'tek' kecilnya terdengar memekakkan telinga. Dia mundur, membiarkan tubuhnya membentur dinding keramik dingin di belakangnya. Keseimbangan dunianya yang telah ia tata ulang mati-matian setelah bencana Raka dan kekacauan Gibran kini berputar tak karuan. Tidak. Ini pasti salah. Keterlambatan menstruasi hanyalah efe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD