Tian

2525 Words

Kami tiba di rumah hampir bersamaan. Jo lebih dulu membuka pagar, lalu langsung memasukkan motornya. Setelah itu, aku dan Centia mendorong motor masuk. Begitu pagar tertutup dan pintu rumah terkunci, suasana pun berubah-lebih hening, lebih berat. Seolah ada sesuatu yang akhirnya siap untuk diucapkan. Di dalam rumah, aku menyalakan lampu ruang tamu. Cahaya kuningnya membuat suasana terasa hangat, tapi tidak cukup untuk mengusir ketegangan yang ikut masuk bersama kami. Tas kutaruh di sofa. Jo duduk agak menyamping, tenang seperti biasa. Centia memilih kursi di seberangku. Tidak ada yang langsung bicara. Di ruang tamu, kami duduk membentuk setengah lingkaran. Tak seorang pun langsung berbicara. Detik jam di dinding terdengar jelas, sesuatu yang biasanya tak pernah kuperhatikan. Centia yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD