“Hhh...”
Rasanya melelahkan sekali, setelah harus mencoba memahami apa yang tak bisa kupahami sama sekali. Secerdas apapun isi kepalaku ini, sepertinya tak akan pernah cukup untuk mengerti perkara hati yang rumit sekali itu.
Masih jelas kuingat bagaimana reaksi tak terduga dari Ill. Semula kupikir ia hanya akan tersenyum bahagia dan langsung memelukku berkata ‘aku juga mencintaimu’. Tapi ternyata ada lebih banyak waktu jeda yang di ambilnya, di tambah lagi ia malah menampilkan raut wajah juga ekpresi yang begitu asing dan tak kukenal sama sekali.
Dan karena hal itu cukup mengusik kepalaku, akhirnya kubawa kakiku untuk melangkah menuju ruang bacaku. Lalu kubuka kotak penyimpanan buku-buku lamaku yang dulu selalu kupelajari hampir setiap saat, untuk bertahan di dunia yang sangat tak kukenal ini.
Kubuka catatan mengenai ekspresi dan Emosi
....
1. Emosi bahagia
Di antara semua jenis emosi manusia, bahagia merupakan emosi yang mungkin paling dicari banyak orang. Bahagia bisa diartikan sebagai kondisi emosional yang ditandai dengan perasaan senang, ceria, gembira, kepuasan, dan sejahtera.
Emosi bahagia bisa ditunjukkan dengan cara-cara berikut ini
-Ekspresi wajah yang tersenyum
-Bahasa tubuh dengan sikap yang santai
-Nada suara yang ceria dan menyenangkan
Kebahagiaan dapat berpengaruh terhadap kesehatan fisik. Sebaliknya, orang yang sulit menemukan emosi bahagia akan mudah untuk stres dan depresi, yang juga berujung pada imunitas yang rendah.
2. Emosi sedih
Kesedihan dapat didefinisikan sebagai kondisi emosional yang bercirikan perasaan tak bersemangat, tak tertarik dalam mengerjakan hal apa pun, mood yang murung, kekecewaan, hingga perasaan berduka.
Emosi sedih dapat diekspresikan dalam beberapa cara, misalnya dengan:
-Suasana hati yang murung
-Diri yang cenderung diam
-Lesu
-Usaha untuk menarik diri dari orang lain
-Menangis
Kesedihan merupakan emosi yang wajar dirasakan banyak orang. Hanya saja, beberapa individu bisa merasakan kesedihan berkepanjangan.
3. Emosi takut
Saat merasakan adanya indikasi bahaya, seseorang akan merasakan emosi takut dan mengalami respons yang disebut respons fight or flight (melawan atau lari). Takut merupakan emosi yang kuat dan berperan penting dalam dalam pertahanan hidup. Respons fight or flight juga membantu kita menyiapkan diri untuk melawan ancaman tersebut.
-Emosi takut dapat ditandai dengan melebarkan mata
-Ekspresi wajah yang khas, seperti melebarkan mata dan menarik dagu ke bawah
-Mencoba bersembunyi dari ancaman
-Reaksi fisik seperti pernapasan dan detak jantung menjadi cepat
Rasa takut bisa berkaitan erat dengan kecemasan. Misalnya, orang yang mengidap kecemasan sosial akan merasakan takut dalam menghadapi situasi sosial.
4. Emosi jijik
Jenis emosi lain yang diutarakan oleh Paul Eckman adalah emosi jijik. Rasa jijik dapat berasal dari banyak hal, termasuk rasa, pemandangan, atau bau yang tidak menyenangkan. Seseorang juga dapat mengalami kejijikan moral saat melihat individu lain berperilaku yang mereka anggap tidak menyenangkan, tidak bermoral, atau jahat.
Jijik dapat ditunjukkan dalam beberapa cara, termasuk:
-Berpaling dari objek jijik
-Reaksi fisik, seperti mual atau muntah
-Ekspresi wajah, seperti kerutan hidung dan bibir atas
5. Emosi marah
Marah juga menjadi emosi yang sering kita tunjukkan. Seperti emosi takut, marah juga menjadi emosi yang bisa berkaitan dengan respons fight or flight.
Emosi marah bisa ditunjukkan dengan cara berikut ini:
-Ekspresi wajah, termasuk dengan mengerutkan kening atau melotot
-Bahasa tubuh, seperti mengambil sikap yang kuat atau berpaling dari seseorang
-Nada suara, seperti berbicara kasar atau berteriak
-Respons fisiologis, seperti berkeringat atau memerah
-Perilaku agresif seperti memukul, menendang, atau melempar benda
Marah bisa memberikan efek positif namun juga bisa negatif. Sisi positifnya, misalnya, marah dapat menjadi langkah untuk memperbaiki suatu hubungan karena Anda mampu mengekspresikan kebutuhan terhadap pasangan, keluarga, dan teman dekat.
Namun, jika marah diekspresikan berlebihan, marah dapat berubah menjadi kekerasan terhadap orang lain. Marah yang tak dikendalikan juga bisa memicu masalah psikologis dan dapat berbahaya untuk tubuh.
6. Emosi terkejut
Emosi lain yang tak kalah penting dalam diri manusia adalah emosi terkejut. Seperti yang mungkin Anda tahu, seseorang menunjukkan emosi terkejut saat menghadapi momen atau hal yang tak disangka.
Emosi terkejut sering ditandai dengan karakteristik berikut ini:
-Ekspresi wajah, seperti mengangkat alis, melebarkan mata, dan membuka mulut
-Respons fisik, seperti melompat
-Reaksi verbal, seperti berteriak, menjerit, atau megap-megap
Emosi terkejut bisa bersifat positif, negatif, atau netral. Seperti ketakutan atau amarah, terkejut juga dapat menjadi respons fight or flight. Orang yang terkejut mungkin akan mengalami kenaikan hormon adrenalin untuk memutuskan apakah ia akan melawan (fight) atau melarikan diri (flight).
.
.
.
“Jadi kenapa dia mencampur-campurkan ekpresinya seperti tadi”
Kini mataku mencari beberapa penjelasan dari sebuah buku yang berisikan kumpulan sumber yang menjelaskan tentang emosi manusia itu.
Meski dari banyak yang setuju soal ekspresi wajah dapat berarti apa adanya atau ada makna tersembunyi di dalamnya. Bahkan bagiku sendiri, ekspresi yang selalu kutampilkan tak ada yang sungguh menampilkan perasaan yang sedang kurasakan, wajahku tak lebih dari seribu topeng di hadapan semua orang.
Tapi Ill...
Apa dia tadi ragu padaku... karenanya ia tak langsung menjawabku. Bukankah jika ia memiliki rasa padaku, seharusnya ia bisa langsung meng-iyakan tanpa perlu mengulur waktu seperti tadi itu.
Tak bisa aku berdiam diri saja kini, jelas harus kupastikan kebenarannya.
Kuperiksa layar monitor yang memantau kamar Ill saat ini.
“Harus kuperiksa ekpresi makro-nya...”
*(Ekspresi makro adalah ekspresi tunggal yang memiliki makna apa adanya, melibatkan semua bagian wajah, serta berlangsung selama 0.5 hingga 4 detik. Ekspresi makro ini biasanya di keluarkan oleh seseorang ketika tengah sendirian atau berada di antara anggota keluarga, teman dan orang-orang yang ia percayai)
Kuperhatikan Ill tampak sedang tersenyum saja sambil duduk dan memperhatikan dirinya di depan cermin di kamarnya itu.
Kulihat tangannya kini tengah di sapukannya pada bibir yang tadi sempat bertemu dan menyapa dalam cium bersamaku.
“Aku pikir kini saatnya untuk memperhatikan kembali ekspresi mikronya...”
Benar, ekspresi mikro yang sudah sejak dua tahun lalu kupelajari namun tadi tak begitu berfungsi pada Ill, bahkan aku di buat kebingungan sekali membacar raut wajahnya.
*(Ekspresi mikro adalah ekspresi wajah yang berlangsung sangat cepat, bahkan hanya setengah detik saja sehingga sangat mungkin di lewatkan oleh orang awam. Ekpresi mikro ini bisa menjadi pertanda adanya perasaan atau emosi yang di sembunyikan oleh seseorang)
Ingin kupastikan, akhirnya kuambil handphoneku dan kutekan tombol panggil pada kontak Ill.
“Hallo...”
“Ehmm, Hallo dokter...”
Ia langsung menerima panggilanku dengan nada bicaranya yang terdengar begitu lembut di telingaku.
“Ada apa?”
Tanya Ill sambil menunduk kulihat dari layar.
“Tidak ada apa-apa, saya hanya ingin mendengar suaramu...”
“Dokter ini ada-ada aja, kirain aku ada apa..”
Balasnya dan kini kudedengar suara renyah tawa kecil-kecilnya.
“Kamu sedang apa?”
Kini giliranku yang bertanya, meski kutahu saat ini sedang apa ia sesungguhnya.
“Ehm, lagi duduk aja....”
Balasnya jujur dan seadanya.
“Apa kamu tidak sedang memikirkan saya?”
Tanyaku ingin memancingnya. Dan kulihat dari layar monitor kamera pengawas saat ini sudut bibirnya terangkat keatas, matanya di pejamkan, dengan pipi yang jadi terangkat up ke area matanya.
‘Dia sedang sangat senang...’
Batinku setelah berhasil k****a bagaimana perasaannya saat ini.
“Ehm, dokter... apa dokter lagi mikirin aku?”
Tanyanya kembali dan kulihat ia tengah menggigit bibirnya di sana, pertanda ia cemas dengan tanya yang di ajukannya itu padaku.
“Saya... sedari tadi memikirkanmu, karena itu sekarang saya menghubungimu”
Aku jujur soal yang satu itu.
“Dokter... apa dokter sedang menggodaku sekarang?”
Tanyanya padaku,
“Tidak juga, tapi memang sedari pulang ke rumah aku masih terus memikirkan dirimu”
“Dokter jangan menggodaku seperti ituu...”
Dan kini kulihat Ill malah menjatuhkan dirinya ke atas tempat tidurnya dan menyembunyikan wajahnya pada bantalnya.
“Ill...”
“Ehm, iya dokter?”
“I love you...”
Kuucapkan hal itu dan seharusnya ini adalah saat-saat yang jadi penentu untuk aku bisa melihat wajah Ill agar bisa kuperhatiakn ekspersinya.
“I love you too dokter... Love youuu too”
Balasnya dengan suara yang teredam karena wajahnya kini telah terbenam pada bantalnya itu.
“Hmm, kenapa suaramu seperti ini, aku tak bisa mendengarnya”
Ucapku dengan nada yang kubuat semanis mungkin. Berharap ia mau membangunkan wajahnya agar aku bisa melihat lebih jelas ekspresinya. Kamudian terlihat Ill kini mulai sedikit mengangkat wajahnya, bersiap akan membalas ucapanku itu.
“Aku juga mencintaimu dokter...”
Ucapnya terdengar begitu jelas di telingaku kini, karena bibir Ill di dekatkannya pada handphonenya itu saat mengucapkan kalimat balasan itu.
Dan sialnya aku jadi tak bisa memperhatikan jelas wajahnya seperti apa.
“Ehm, kalau begitu selamat malam, mimpi indah...”
Tutupku
“Ehm, sampai ketemu besok, mimpi indah juga...”
Balasnya sebelum kututup panggilanku dengannya itu. Dan setelah itu...
“Ill sepertinya sangat menyukai panggilan telpon singkat dariku barusan itu...”
Gumamku puas sambil terkehkeh melihat dirinya yang kini sedang menendang-nendangkan kakinya, pada bantalnya juga memeluki erat boneka cony yang selalu ada di samping tempat tidurnya itu.
Meski begitu aku tak boleh berpuas hati dulu, sampai apa yang menjadi targetku nanti terpenuhi, yaitu menikahinya, menjadikannya istriku dan melahirkan anakku.
.
.
.
Kini sudah pukul 2 dini hari, dan aku masih terjaga sedang melihat-lihat portal berita terkini kepolisian. Ini adalah kebiasaan rutin yang harus kulakukan sebagai pembunuh dan tengah menjadi buron yang tengah gencar menjadi incaran satu kesatuan kepolisian saat ini.
“Det. Ryan kim...”
Kuperiksa data dirinya, resume hingga beberapa detail mengenai keluarganya.
“Ah, dia di tinggal pergi oleh istri rupanya...”
Setelah kulihat beberapa informasi seputar Det. Ryan Kim yang mulai menarik minatku itu, rupanya istrinya telah meninggal lima tahun lalu dalam sebuah kecelakaan lalu lintas.
Di beritakan juga ia sempat membuat ulah besar karena telah menggeroyoki seorang pria yang di duga sebagai penyebab terjadinya kecelakaan yang sudah merenggut nyawa sang istri itu sampai mengalami luka yang cukup parah. Hingga ia kemudian harus mendapat skorsing selama 6 bulan lamanya, lalu kembali lagi di tugaskan sebagai kapten kasat kriminal kepolisian.
“Tak heran ia seperti orang gila dan tak sopan sekali bicaranya...”
Ucapku saat kutemukan beberapa potret kenangan Det. Ryan bersama istrinya itu, dan tenyata saat kecelakaan itu, ia tak hanya di tinggalkan oleh istrinya tapi juga oleh calon anaknya yang berada di dalam rahim istrinya itu.
“Dia sembrono tapi catatan prestasinya cukup baik dalam banyak kasus, kecuali satu dalam kasus yang kusebabkan saja...”
Gumamku,
Rasanya aku masih bisa bersantai dan tak harus mawas diri berlebihan sekarang ini, semua masih aman terkendali.
Dan lagi karena penyelidikan kini malah betah berkutat dengan ‘Si Pelakor Hunter’ yang katanya masih mereka duga dan juga tengah mereka gencar mereka buntuti di beberapa area perhotelan tempat keluarnya para pelakor itu ada.
Karena pelakorlah yang memang selama ini kuincar.
Mereka berusaha untuk tak sampai karakteristik motif pembunuhan banyak wanita yang satu itu sampai terungkap ke public. Bahkan kutahu ketika Det. Ryan dan timnya melaporkan soal pembunuhan itu mengincar pada wanita yang sudah di tiduri pria beristri, kepala kepolisian langsung meminta agar hal itu tak boleh sampai bocor.
Bisa kumengerti mengapa petinggi kepolisian sampai memilih keputusan seperti itu. Dampaknya akan besar sekali untuk banyak sector perhotelan yang tengah berkembang cukup pesat saat ini, terlebih itu akan cukup menggoyahkan perekonomian secara besar-besaran. Alasan lainnya yang patut bahkan harus di pertimbangkan adalah kota tempat di mana bersarangnya para pelakor itu, merupakan center industry bisnis yang selalu sibuk, banyak pebisnis yang keluar masuk perhotelan dengan formalitas alasan untuk meeting dan lainnya.
Karena semua itu, pihak kepolisian sangat awas untuk menjaga informasi ini agar tak sampai bocor ke publik, atau seluruh perhotelan akan mati.
Aku jadi terkehkeh, merasa seperti komedi saja melihat semua ini.
....