Seperti yang sudah bisa di duga, Narenda menyetir dengan buru-buru ke sekolah anak nya ketika telpone dari sekolah mengatakan anak nya membuat masalah
" Di mana anak saya Bu" sapa Narendra pertama kali
" Mari saya antar pak" guru yang berjaga di ruang meja resepsionis segera mengantar nya ke ruang bk, nampak kondisi kusut anak perempuan nya
" Kamu ngak papa nak" tak peduli kondisi ayah muda itu berjongkok di depan putri nya yang tengah menunduk
" Putri bapak baik-baik saja" beritahu lelaki yang sudah cukup tua, Narenda baru menyadari di ruangan itu ada guru beberapa guru, sampai-sampai ada kepala sekolah di sini, memang nya apa yang di lakukan oleh anak nya ini. Narenda mendudukkan p****t nya di sebelah anak perempuan nya
" Jadi apa yang di lakukan oleh anak saya pak" Narenda membuka pertanyaan menuju inti masalah sampai ia di pangil dan ada kepala sekolah di sana.
" Anak bapak melakukan kenakalan" kata guru kelas nya langsung ke inti masalah
Narendra menoleh ke anak nya bertanya, " apa benar itu cel?" Tanya sang ayah ke pada anak nya dahulu
Celine membalas tatapan ayah nya dengan tajam, " ngak" singkat padat dan jelas, Narenda selalu mengutamakan kejujuran pada anak itu dia memilih percaya dengan nya
Narenda dengan berani menentang statement si guru bermodal perkataan si anak semata wayang nya
" Memang apa yang di lakukan anak saya, saya ngak percaya kalau dia buat ulah selama ini dia baik-baik saja kok" pria yang biasa nya di rumah menjadi pelawak karena pribadi humoris nya seketika image serius di perlihatkan
Celine melihat perubahan mimik ayah nya dan orang sekitar, nampak gurunya meneguk ludah, wanita itu terlihat sekali Ter-imintidasi oleh tatapan serta gestur sang ayah nampak bermusuhan.
" Ja-jadi, anak bapak ngamuk di dalam dan salah satu murid kami pingsan karena ulah nya, sebentar lagi kedua orang tua nya akan sampai ke mari" Merry, guru itu nampak gugup dengan aura sosok Narendra
" Bagai mana ini, anak saya di mana?"
" Anak saya baik-baik saja" terlihat kedua pasangan suami-istri itu masuk tanpa permisi, nampak sekali wajah marah di wajah nya.
" Jadi ini yang buat anak saya pingsan" tuding ibu nya yufan, anak yang di buat sampai mengopol di celana tadi
" Jangan asal nge-bacot, kalau belum tau anak siapa yang salah, tapi yang jelas saya yakin dengan anak saya" emosi nya marah, bisa-bisa nya orang lain memojokkan anak perempuan tercinta nya itu.
"Oh, anak saja berbohong begitu? Gak mungkin dia sampai pingsan kalau ngak di ganggu sama anak bapak" kata nya tak kalah keras menentang
Terpaksa pria ber-setatus kepala sekolah itu segera berdiri, " sudah, bapak-ibu sekalian mohon duduk yang tenang dulu ya" kepala sekolah itu mempersilakan ke dua nya duduk lebih dahulu, merundingkan dengan kepala yang dingin.
" Jadi gimana ini anak bakal di skors kan" marah pasangan suami-istri itu pada anak Narendra
" Begini dulu, sabar ya Bu, mana yang salah kita belum tahu, jadi bagaiman Bu Merry saja sebagai guru yang berada di sana untuk menceritakan kejadian sebenarnya" kepala sekolah itu dnegan bijak mempersilakan guru wanita itu menceritakan sebab musabab nya
" Jadi ketika saya mengajar anak itu tiba-tiba saja ngamuk seperti orang ke setanan saya sampai takut" kata nya memancing berbagai emosi, tatapan celine nampak kecewa dengan cerita si guru
" Tuh kan anak bapak yang salah" wanita itu nampak gencar memojokkan anak perempuan itu, insting sebagai seorang ibu sama sekali tak bisa membiarkan anak nya terluka
" Tunggu-tunggu, sabar dulu" kata kepala sekolah menengahi, "tolong salah satu panggil teman se- kelas mereka dan tolong pangil yufan kemari jika sudah sadar" titah si kepala sekolah, seorang guru laki-laki di sana segera pergi memanggil salah satu murid serta yufan yang tengah di uks sekolah.
" Jadi aku memastikan sesuai kenyataan, kita tunggu anak bapak-ibu dan teman nya kemari dulu ya" suruh pria itu agar menunggu lengkap, tak ada yang mau ber-bicara, semua nya terdiam.
" Ini pak saya sudah bawa kedua anak ke sini" ujar si guru itu memenuhi perintah, nampak yufan memakai sarung untuk menghadap ke sana, mengingat celana nya basah karena ompol, dan seorang anak perempuan yang menjadi ketua kelas mereka.
" Jadi kamu ketua kelas nya kan? Nama kamu Indri kan,"
" Udah pak, bocah itu salah, ngak usah di bela" sela bapak itu ingin segera celine mendapatkan skorsing
" Bapak sabar dulu ya, lanjutkan saja nak"
" Iya saya Indri pak" sahut nya, mata nya mencuri-curi pandang ke arah Celine kecil, ia masih merasakan perasaan gamang ketika harus berhadapan dengan nya.
" Jadi karena sudah lengkap saya mau kembali bertanya pada Bu merry, apa yang di lakukan oleh anak ini di dalam kelas"
" Dia mengamuk Seperti orang kesetanan pak"
Kembali dengan pertanyaan yang sama ia tanyakan lada kedua siswa di panggil barusan, " apa benar ia mengamuk di kelas"
" Benar pak" sahut Indri yakin
" Apa benar kamu Samapi di buat pingsan" tanya nya pada 'korban'
" Benar pak dia bikin saya pingsan"
" Nah, jelas kan anak saya ngak salah dia jadi korban"
" Ibu yang cantik nya ngak seberapa bisa nya mulut nya di sumpal dulu"sarkas Narendra membalas wanita nyiyir itu, telinga nya bisa rusak kalau musuh wanita seperti kaleng rombengan.
"Baik kalau memang dia ngamuk sekarang kita tanya pada nak Celine, jadi kamu punya alasan yang kuat tidak kenapa kamu marah"
Celine mengangguk, "yufan mulut nya gak di filter ngak ngotak sekali" kata Celine berani membuat seketika suasana menjadi tegang, beda dengan Narendra yang mendidik menghormati orang dan tidak takut makan nya dia terlewat santai
" Nama saya Celine dan kebetulan almarhum ibu ku menambah Cinderella di belakang nya, dia selama bertahun-tahun mengolok-olok nama ku, padahal sebelumnya aku selalu mengingatkan agar jaga ucapan nya" Celine menunjuk tampang yufan berani
" Apa bener itu nak yufan, kamu suka menganggu nak Celine," yufan terdiam wajah nya menenggang, " tapi dia di buat pingsan sama anak itu" bela ibu nya.
" Tunggu, sabar. Nak Indri apa kau melihat semua nya di dalam kelas"
Indri mengangguk, "benar pak, saya di sana,"
" Apa kamu melihat Celine memukul atau pun melakukan tindakan yang membuat terluka kepada yufan"
Indri menggeleng, " saya cuman liatdia narik Krah nya yufan, terus yufan ngompol sambil pingsan deh,"
Masalah pertama sudah selesai
" Jadi anak ibu bapak ini pingsan sendiri, dan Celine sama sekali tak melakukan kekerasan" bapak dari yufan nampak melotot pada anak lelaki nya, kenapa sangat pengecut sekali