Senin "Apa kau sudah menyelesaikan Bab barunya?" Remaja di depanku terlihat gugup, sudah ada dua gulung tisyu yang ia habiskan. Sial, apa wajahku semenakutkan itu? Padahal hari ini aku sedang dalam mood yang bagus karena semalam tidurku sangat damai dalam pelukan- lupakan! "Jadi?" Tangki kesabaranku sedikit demi sedikit mulai terkikis habis. "Anu... erm begini kak, aku baru saja selesai ujian tengah semester. Jadi maaf, aku belum menggarap Bab baru naskahku." Tarik napas... hembuskan. Ulangi lagi. Tarik napas... hembuskan. Sekarang pasang senyum ramah padanya. "Baiklah, jadi kapan kira-kira kau akan menyetorkan Bab barunya?" Demi tuhan, kepalanya baru saja menggeleng. Menyebalkan. "Aku tidak tahu." Dan rahangku rasanya baru saja jatuh ke lantai. "Bagaimana kau tidak tahu? Apa kau ti

