25 - Permintaan Kakek

1412 Words

“Kenapa tiba-tiba Kakek membahas ini lagi setelah sekian lama?” heran Eden. “Saya sudah lama tinggal di luar kastil. Saya juga tidak mendapat pendidikan yang layak untuk posisi seorang Marquess di masa depan. Dan yang terpenting, saya juga sudah merelakan semua itu hilang dari saya.” Wajah Marquess Havart tampak sendu. Matanya memancarkan rasa penyesalan yang luar biasa besarnya karena telah membiarkan cucunya tinggal di luar kastil dan menanggung segala penderitaan itu sendirian. “Kakek hanya ingin mengembalikan semua ke tempat semula sebelum semakin terlambat. Usia Kakek sudah tidak muda lagi, Eden. Kakek bisa pergi kapan saja dan Kakek rasa cuma kamu yang layak untuk menjadi Marquess Havart yang selanjutnya.” Eden menghela napas panjang. “Tapi itu bisa menyebabkan konflik besar antar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD