MELAWAN FITNAH

1416 Words

Bapak beranjak dari tempat duduknya setelah mendengar keributan di luar. Emak pun melakukan hal yang sama, buru-buru menyusul bapak. Mas Rama yang cukup tenang sembari memangku Rafqa pun ikut berdiri lalu perlahan keluar kontrakan yang sederhana ini. Dia melirikku sekilas lalu kembali ke pandangannya semula. "Ada apa ribut-ribut, Ibu-ibu?" tanya bapak dengan wajah cemas. Emak pun tak tenang saat melihat keributan di area parkir kontrakan. "Ada kabar kalau Riana bekerja sebagai simpanan orang kaya, apa benar begitu Pak Nurman? Apalagi ganti-ganti lelaki. Kok mengerikan sekali pergaulan anak bapak itu, kelihatannya kalem ternyata jualan apem." Seorang ibu melirikku sinis sembari tersenyum miring. "Astaghfirullah, Bu. Ibu dapat kabar darimana itu? Tega-teganya memfitnah anak saya begitu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD