"Assalamualaikum, Pak. Tumben bapak telepon pagi-pagi, ada apa, Pak?" tanyaku setelah menekan tombol hijau di layar. Entah apa yang terjadi, di seberang sana terdengar sedikit keributan, membuatku semakin tak tenang. "Wa'alaikumsalam, Nduk. Ini ada sedikit masalah, Nduk. Kita diusir dari kontrakan," ucap bapak gugup. Aku tahu saat ini bapak pasti sangat bingung. Dadaku memanas seketika. Bagaimana bisa diusir, padahal kemarin aku sudah kasih bapak uang buat bayar kontrakannya? "Ya Allah, Pak. Kok bisa diusir? Apa bapak lupa nggak ngasih uang kontrakan ke Bu Hajah?" tanyaku sedikit bergetar. "Sudah, Nduk. Uang dari kamu kemarin langsung bapak kasih ke Bu Hajah dan Alhamdulillah diterima dengan baik kok, cuma entah kenapa sekarang dikembalikan dan diusir. Bapak juga nggak tahu salahnya

