Matahari Doha menembus kaca raksasa terminal, memantulkan kilau ke lantai marmer yang seakan menyala. Suasana bandara terasa jauh berbeda dibanding dini hari tadi. lebih hidup, lebih bising, dan penuh mobilitas. Tidak heran, Doha memang jantung transit dunia, setiap menit selalu ada arus manusia datang dan pergi, seolah kota ini bernafas melalui bandara. Nick dan Tania berjalan beriringan melewati jalur crew, seragam mereka tampak lebih santai, kemeja putih dengan epaulet, tanpa blazer. Nick membawa flight bag, sementara Tania menenteng tablet kecil berisi catatan penerbangan. Dari kejauhan, apron sudah terlihat panas, berdebu, tapi penuh energi. Begitu pintu keluar terbuka, udara Timur Tengah langsung menyergap. Pesawat mereka berdiri gagah di bawah terik matahari, lampu sorot portabl

