Ibram terdiam mendengar apa yang Dokter katakan sementara di sebelahnya Jihan tampak begitu lega, wanita itu tidak bisa menyembunyikan senyum yang langsung tercetak di wajah cantiknya. Mereka berdua langsung berpamitan meninggalkan ruangan sang dokter sambil berjalan beriringan, Ibram masih tidak mengatakan apapun pada sang istri yang saat ini merasa begitu bahagia karena harapannya terkabul, wanita itu merasa tenang karena yakin Ibram tidak akan menceraikannya, Jihan akan menjadikan anak-anaknya sebagai senjata agar laki-laki itu tidak meninggalkannya. "Kamu Kenapa Mas? kamu nggak senang dengar anak-anak adalah anak kandung kamu? kamu memang mau cari alasan buat meninggalkan aku kan?" tanya Jihan, sang suami langsung menghentikan langkahnya dan menatap wanita yang sedari tadi berjalan

