08 Wahyu

1173 Words
"setau aku sih Wahyu yg ada di kelas ekonomi ada dua, pertama Wahyu kita dan. . ." kalimat Dinda yg belum selesai tapi langsung ku potong "Wahyu kita maksudnya?" tanyaku dengan ekspresi bingung sambil mengernyitkan dahi "eh, maksud aku wahyu temen kita waktu SMA" jawab Dinda segera memperbaiki kalimatnya "nah itu baru pas" kataku dengan tersenyum "satu lagi Wahyu teman SMA Hendra, kira-kira yg mana ya?" lanjut Dinda "hmmm. . . kalau aku gak salah denger mereka juga bahas masalah kaca mata" kataku sambil mengingat percakapan Linda dan temannya "kaca mata?" tanya Dinda kaget "kenapa Din?" tanyaku balik setelah melihat ekspresi Dinda "Wah fix sih, yg mereka maksud pasti Wahyu kita eh, maksudnya wahyu temen kita" jelas Dinda tampak yakin "kok kamu bisa tiba-tiba yakin?" tanyaku penasaran "iya soalnya beberapa hari yg lalu aku sempat ketemu sama dia di Indomaret dan dia memang sekarang pakai kaca mata" Dinda memberi penjelasan "jadi gimana Din, apa kita batal aja selidiki dia?" tanyaku lemah setelah mendengar penjelasan Dinda karena merasa kalau kemungkinan Wahyu adalah Mr X sudah berkurang "e eh, jangan dibatalin dulu" kita mesti cari info yg valid dulu baru kita putuskan sama-sama mau lanjutin penyelidikan atau nggak "ok deh gimana kamu aja beb" kataku menyetujui usul Dinda, entah kenapa wajah Rian tiba-tiba melintas di otakku "ishhh, kok dia?" gumam ku pelan "apa Ri?" tanya Dinda "eh engg enggak apa-apa kok" kataku terbata "owh ya udah kalau gak apa-apa" jawab Dinda singkat "pulang aja yuk Din, kita kan udah gak ada kelas" ajak ku pada Dinda "tapi ini kan masih siang beb, gimana kalau kita jalan-jalan dulu di taman!?" ajak Dinda "ayok lah, tapi jalan kemana?" tanyaku "gak tau pokoknya kita keliling-keliling aja liat pemandangan cowok-cowok ganteng" jawab Dinda enteng "wuuuuuu dasar, udah punya Adam juga" jawabku mengejek "biarin kan buat hiburan, jadi gak nih?" tanya Dinda lagi "jadi" jawabku singkat sambil menganggukkan kepala "udah lama juga gak jalan-jalan di taman, lumayan bisa ngilangin stres, siapa tau nanti ketemu Rian, eh kok Rian?" batinku "kenapa aku jadi sering kepikiran Rian ya? apa aku merasa bersalah? minta maaf aja kali ya? ah tapi gengsi!" batinku bergejolak saat aku sedang melamun, tiba-tiba Dinda menarik tanganku, ke arah semak-semak "aduh aduh ngapain sih Din?" tanyaku kaget dengan tarikan Dinda yg tiba-tiba "stttttttttt, lihat deh" kata Dinda sambil menunjuk ke suatu tempat "apa?" kataku ikut berbisik karena Dinda juga mengecilkan suaranya "itu lihat"kata Dinda lagi sambil mengarahkan kepalaku ke arah yg ia tunjuk "Wahyu" kataku yg sudah melihat sosok seseorang di sana "yap, Wahyu tapi dia sama siapa?" kata Dinda "itu itu Linda, gadis yg aku ceritain tadi" jawab ku kaget dan penasaran "pucuk dicinta ulampun tiba" kata Dinda "ayo kita cari tau apa yg mereka lakuin di situ" ajak Dinda lagi "tapi Din" kataku ragu "ayo, mau info gak?" paksa Dinda mau gak mau aku ikut dengan ajakan Dinda, kami berdua mengendap mendekati tempat Wahyu dan Linda tadi, tempat yg berada di ujung taman, kami melirik kiri kanan dan tidak ada apa pun atau siapa pun cuma ada toilet pria dan toilet wanita yg menghimpit sebuah gudang kecil ditengah keduanya, penasaran aku dan Dinda masuk ke toilet wanita, ada lima ruang kamar mandi di dalamnya, tapi ku lihat semuanya terbuka, artinya gak ada siapa pun di sana, ketika kami mau keluar tiba-tiba kami mendengar suara rintihan dari sebelah, pasti dari gudang pikirku dan Dinda yg mungkin memikirkan hal yg sama, kami pun mendengarkan dengan seksama dari dalam kamar mandi yg tak lupa sudah kami tutup pintunya "emhhhhhh, jangan yang, jangan yg itu geli" suara desahan cewek yg aku yakin itu Linda "mereka ngapain?" tanyaku pada Dinda "palingan lagi mantap-mantap" kata Dinda blak-blakan "hus kamu ini" jawabku ketus "ayang jangan di gigit sakit, jilat-jilat aja" suara itu terdengar lagi "makasih ya yang udah mau jadi pacar aku" sekarang terdengar suara cowok, itu pasti Wahyu "udah jadian Din, berarti bukan dia Mr X" kataku menoleh ke Dinda, tapi Dinda. . . "tanggung Ri dikit lagi" kata dinda sambil meremas buah d**anya dengan tangan kanan, sedang tangan kirinya masuk ke dalam celana jeansnya "astaga Dinda, kamu ngapain?" tanyaku kaget "aku keinget kejadian sama Adam Ri, bentar ya kita dengerin dulu" kata Dinda memelas "kamu jangan tinggalin aku ya sayang" terdengar suara Linda lagi "iya yang aku janji" balas Wahyu lagi "aaaahhh, aku gak tahan yang geli banget, masukin aja" lenguh Linda "haaaah, masukin? apaan tuh yg mereka lakuin?" batinku ngeri, sesekali aku melihat ke arah Dinda yg sibuk dengan aktivitasnya, matanya terpejam dan mulutnya terbuka lebar, beberapa kali terdengar desahan Dinda lirih dengan suara tertahan, aku yg gak tau apa-apa cuma bisa mendelik keheranan "kamu yakin yang? tanya Wahyu di sebelah yg hanya terhalang dinding "aaaahhhh eessssssttt, sakit yang" suara Linda setengah berteriak "tahan yang dikit lagi, nanti juga enak" terdengar suara Wahyu meyakinkan Linda lalu beberapa saat kemudian, keluhan linda hilang berganti dengan lenguhan, dan desahan mereka berdua beriringan "fix mereka lagi begituan" batinku ngeri suara desahan mereka makin cepat dan keras, beriringan dengan suara yg aneh "kceplek kceplek kceplek" suara aneh itu berulang kali terdengar tiba-tiba terdengar suara Linda berteriak keras "ayang aku keluar" teriak Linda sangat keras membuatku kaget dan spontan menutup mulutku lalu tak lama kemudian terdengar juga suara nafas Wahyu yg ngos-ngosan "aku juga hampir keluar yang" kata Wahyu "keluarin di dalem yang, aku lagi aman" suara Linda terdengar lemah lalu kali ini terdengar suara Wahyu yg berteriak "ahhhhhh ahhhhh ahhhhh" suara terakhir dan semua suara aneh itu pun usai setelah hening beberapa menit akhirnya terdengar suara Wahyu "makasih banyak ya yang, aku seneng banget hari ini, kamu adalah gadis pertama dan terakhir yg aku ajak kayak gini" kata Wahyu pada Linda "iya yang aku juga seneng kok, tapi beneran aku yg pertama?" terdengar jawab Linda "iya yang, satu-satunya mantan aku cuma Siska yg kemarin aku ceritain ke kamu dan aku berani sumpah gak pernah ngelakuin ini sama dia, kamu boleh tanya sendiri sama dia aku kan udah kasih kontak dia ke kamu, aku sekarang cuma anggap dia adik, karena setelah kami putus kami tetep jaga hubungan baik" lanjut Wahyu panjang, berusaha meyakinkan Linda "aku juga yg terakhir kan yang?" tanya Linda agak ragu "iya sayang, kalau perlu setelah ini kita ke orang tua kamu aku akan lamar kamu, bulan depan kita nikah, biar kita bisa saling memiliki seutuhnya" kata Wahyu tegas mendengar percakapan mereka entah kenapa hatiku sesak "jadi aku gadis pertama yg di taksir Wahyu, dia bilang Siska satu-satunya mantan dia, dan dia nembak aku sebelum dia jadian sama Siska" batinku bergolak entah kenapa ada sedikit penyesalan dalam hatiku "kalau saja dulu aku gak nolak Wahyu, eh kok jadi baper" pikirku dalam hati tiba-tiba suara pintu terbuka terdengar "kreeeeekkk" suara pintu itu terdengar seketika aku tersentak dari lamunanku, lalu aku menoleh kearah Dinda yg masih tetap pada posisinya semula dan. . . bersambung. . . sekian dulu update kali ini, semoga para pembaca gak bosen ya!!! kritik dan saran bisa di tulis di kolom komentar, dan kalau suka cerita ini jangan lupa like dan share ke teman-teman, terimakasih semuanya, sampai jumpa di episode 9
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD