2. Rahasia Hanny

1064 Words
Pov Hanny Aku Hanny... Hanny Nigrum, hidupku sangat sederhana. Hidup miskin sudah menjadi terbiasa untukku. Hidupku penuh dengan kebohongan dan keterpuraan. Semua orang mengira aku mendapatkan kegelapan, tapi aku bisa melihat keterangan dengan jelas. Dari kecil aku hidup dengan kemunafikan. Ayah dan ibuku meninggal di tabrak sebuah mobil, aku satu-satunya saksi mata. Aku ingat bagaimana sosok yang menabrak kami saat itu. Aku dan keluarga serta sahabat ayahku pergi berlibur. Ketika itu aku melihat arah jendela yang terbuka di dalam mobil. Umurku mungkin saat itu 10 tahun, aku ingat anak sahabat ayahku bernama Rio. Aku sering bermain dengannya. Rio sahabat baikku dari kecil, menghilang seperti telan bumi. Bagaimana kah rupawannya sekarang, aku tidak tau. Pasti dia sudah menjadi laki-laki dewasa yang baik hati dan gagah. Semenjak kejadian itu dia pun menghilang. Aku tidak tahu bagaimana nasib keluarganya. Kakek takut aku untuk menjadi saksi, ia menyuap dokter mengatakan aku buta. Hingga sampai hari ini aku harus berpura-pura. Aku bersumpah akan mencari wanita yang menabrak mobil kami, aku tau wajahnya dan aku bisa mengingat jelas. Aku berharap pernikahan yang akan ku jalani bersama laki-laki yang kubenci ini, Bisa membuatku menemukan pembunuh orang tua ku. Aku tidak mudah membiarkan pembunuh lari begitu saja, tidak bertanggung jawab. Inilah hidupku penuh keterpuraan. *** Ini adalah sebuah mimpi buruk untuk Hanny. Dia harus menikah dengan orang kaya sombong dan arogan. Tidak bisakah dia mengubah takdir. Hanny meremas gaun pengantin putih dikenakannya, perasaan Hanny tidak karuan, harus menerima lelaki itu sebagai suaminya. Lelaki itu sudah bisa di bilang suami sahnya. Ah... Rasanya hatinya terhentak harus terpaksa menerima Samm sebagai suami, seorang yang kini dibenci. Hanny tidak suka di hina itu sudah menjadi prinsip hidupnya. Siapa pun yang menghinanya akan menjadi musuhnya termasuk Sammy suaminya sekarang. Tidak ada ampun untuk Hanny. Tidak perduli dia miskin, yang berbeda dengan sang Ceo yang memiliki segalanya. "Ya Allah Kenapa aku harus bertakdir dengan pria itu." Ujar Hanny yang duduk di ranjang besar. Setelah acara pernikahan sederhana diadakan di kampung. Nenek Leli dan Sammy membawanya ke Kota. Kini dia Sudah berada diapartemen Sammy. Sammy memilih tinggal di apartemen daripada rumah besarnya, ia tidak mau memboyong gadis kampung bernama Hanny ke keluarganya, Apalagi jika seluruh kota tahu jika dia sudah menikah. "Apa yang dia lakukan, duduk seolah aku akan menyentuhnya." Ucap pelan Sammy berdiri di depan pintu kamar Hanny. Hanny melihat sammy berdiri di depan pintu, ia seakan ingin mencekik leher sosok Sammy. 'Dia pikir aku tidak melihat dia menatapku.' "Eh.. perempuan kampung!! Aku tidak ingin menjadi suami impianmu. Aku akan pastikan kau tersiksa hidup bersamaku." Sammy berkata dengan suara keras dengan melekat tubuh Hanny. "Wanita sialan." Sammy menarik rambut Hanny yang tersimpul indah. "Aauugh! Sakit.. kau tidak sopan. Lepaskan!!" Teriak Hanny. Sammy menghempaskan tubuh Hanny. "Berteriaklah!! Tidak akan ada yang dengar. Kita hanya berdua. Dasar bodoh!" "Kau pikir apa? Aku menikahi karena perjodohan sialan ini. Lihat nasib buruk menghampiriku, sungguh sial menikah wanita buta sepertimu." Sammy berkata dengan suara besarnya. Hanny merasa benar-benar pria di hadapannya orang jahat, dia harus berhati-hati lagi. Haruskah Hanny membalas sikap pria kasar, tidak bisakah Hanny menghentikan semua ini. Rasanya ia ingin meraung, tapi apa daya sekarang dirinya bukan di kampung kecil, tapi di Kota. Hanya pria ini yang bisa ia harapkan, karena ini tempat baru, dia tidak hapal. "Lalu kau menginginkan apa? Hah..?!?" "Kau harus jadi pelacurku malam ini." "Apa maksudmu." Hanny mengkerut, dirinya tidak mengerti maksud dengan ucapan Sammy. "Kau tidak mengerti? Ah sungguh?" Sammy berdesah seakan mendapat barang yang baru keluar dari museum. Ia yakin jika Hanny masih perawan, tapi setidaknya wanita ini harus bersih-bersih dulu sebelum di sentuhnya. "Kau membuatku tidak mengerti." "Jangan khawatir istri kampunganku, besok kau akan mengerti. Aku akan menyuruh seorang menemanimu besok. Setidaknya kau bisa menjadi layaknya orang kaya!!" "Kau menyebalkan sekali. Apa tidak bisa kau berhenti menghinaku." Gerutu Hanny bangkit namun ia terjatuh karena menumbruk meja. BRUK!! "Dasar bodoh!! Sudah tau buta seharusnya berhati-hati." Umpat Sammy membuka jas digunakannya. "Kau hanya butakan. Tapi bisa berjalan berdiri sendiri." Astaga Hanny tidak sengaja menabrak meja, Hanny kesal. Dia berusaha tidak membalas Sammy. 'Ya Tuhan kenapa ada pria kasar sepertinya.' "Ck!! Suami tak berperasaan." Hanny berdecak kesal yang masih terduduk dilantai. 'Ah.. sepertinya aku harus memiliki extra kesabaran.'Tambah Hanny dalam hati. "Dengarkan aku!! Ini apartemenku kalau kau masih ingin tinggal disini, ikut aturanku! paham!" Mendengar kata itu Hanny langsung bangkit, rasanya ingin sekali Hanny menimpuk kepala Ceo yang menyebalkan untuknya. "Aku akan pergi, jangan berprilaku sebagai istri baik menunggu suami pulang karena aku pulang sangat malam. Kau lakukan sesukamu asal jangan membakar apartemen ini." "Apa kau pikir aku kurang kerjaan!!" Sergah Hanny Sammy pergi tanpa perdulikan Hanny, ia meninggalkan hannya sendirian di apartemen. 'Ah... Kemana lagi ceo bodoh itu pergi. Tapikan ini sudah malam, apa semua laki-laki kota bersikap sepertinya.' Hanny terlihat sebal, bagaimana hidup Hanny terbilang ceria harus kaku karena Sammy. Dirinya bersumpah tidak akan membiarkan pria itu menyiksanya. Ia memastikan jika Sammy sudah pergi, Hanny melihat dari balkon jika Sammy menuju parkiran bersama seorang wanita. Entah siapa wanita itu, Hanny juga tidak tau, lagi pula dirinya pun tidak perduli. *** Sudah genap sebulan Hanny dan Sammy menikah, Sammy seolah tidak pernah perduli dengannya. Setiap pagi Sammy pergi ke kantor, pulang lalu tidur, itu lah yang di lakukannya. Dan dia berpikir beruntung jika laki-laki itu tidak pernah ingin menyentuhnya, sepertinya Hanny salah sangka, karena suatu hari Hanny mendapatkan Sammy mabuk dengan membawa satu botol vodka ditangannya. Ia sangat mabuk, ia mulai bertindak kasar, itulah adalah kesialan dalam hidup Hanny yang nyaris direnggut perawannya, Sammy menatap Hanny penuh nafsu, membuat Hanny ketakutan, ia merengkuh tangan Hanny hingga terjatuh di Sofa. "Kau buta... Tapi kau ketakutan.." Sammy meratap Hanny penuh seringai. "Ternyata kau cantik juga dengan lingerie seksi ini." "Menjauh!!! Jangan mendekat!! Aku akan berteriak." "BERTERIAKLAH!! KAU MAU BILANG APA? SUAMIMU MEMPERKOSA." Tawa Sammy menggelegar, membuat jantung Hanny terpacu cepat. Sammy menindih tubuh Hanny yang seakan memohon tidak melakukan apapun. "KAU BAJINGAN." "Beraninya kau. Aku Ceo Mov group. Ingat itu!!" Sammy menampar pipi Hanny, Hanny tersentak jengkel. Ia menggapai vas bunga samping Sofa untuk menyelamatkan dirinya dari Sammy. BRUK!! Hanny menimpuk Sammy dengan vas bunga, Sammy terjatuh pingsan dengan menimbulkan bercak darah menghiasi dahinya. "Astaga!! Dia pingsan. Bagaimana ini?" Panik Hanny. "Aku harus apa. Dia... Dia tahu aku tidak buta." Hanny memondar-mandir melihat Sammy yang sudah di geletakkan diatas sofa. "Itu berdarah.. Aku akan obatkan dia dulu." ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD