Pemintaan Maaf

636 Words
Ditengah menikmati makan malam, tiba-tiba Jessica dikejutkan dengan kedatangan Dion dan Tari. Jessica terperangah tak menyangka hingga ia harus menutupi mulutnya yang terbuka dengan kedua tangannya. “Oh, astaga??!!” mata Jessica tak percaya melihat kedatangan Dion dan Tari kemudian berganti melihat Jonathan yang tersenyum Lebar disana. Sungguh sangat tidak percaya mereka datang kesini. “Apa kamu mengundang mereka?” tanya Jessica kepada Jonathan. Dengan tersenyum Jonathan menganggukkan kepala. “Sepertinya tidak lengkap jika mereka datang.” Ungkapnya. Kemudian Jessica berlari kecil menghampiri Tari lalu memeluk erat sahabatnya ini. Memang betul kata Jonathan, rasanya tak lengkap tanpa kehadiran para sahabat. “Gue kangen banget sama elo.” Ujar Tari membalas pelukan Jessica. “Kenapa lo enggak beritahu gue kalau lo mau kesini?” Jessica melepas pelukannya. “Surprise!!!” seru Tari yang kemudian memeluk Jessica lagi. “Hai, Jes. Gimana kabar lo?” sapa Dion yang berdiri di samping Tari. Jessica melepas pelukannya lalu membalas sapaan Dion. “Hai. Gue baik.” Jonathan yang menyusul mereka pun kemudian meminta semua nya untuk menuju meja makan. “Sebaiknya kita duduk sambil mengobrol.” Sela Jonathan yang kemudian diikuti dengan yang lain. Mereka pun bercengkerama bersama penuh canda tawa tanpa ada rasa duka. Bahkan terlihat dari tawa mereka, kesedihan enggan untuk mampir. Sungguh, makan malam ini adalah makan malam yang sangat menakjubkan. Hingga tak terasa semua merasa kenyang dan tak sanggup lagi menghabiskan makanan diatas meja. Sangat mngenyangkan. Kemudian Dion berkata. “Jon, boleh aku berbicara empat mata dengan Jessica?” ijin Dion sebelum membawa pergi Jessica. Seketika Jessica celingukan tidak enak hati harus berduaan dengan Dion sementara ada Jonathan disini. Apalagi Tari juga sedang bersamanya sekarang. Bukannya menolak, Jonathan malah menyetujuinya. “Ok, tapi kembalikan dia dalan keadaan utuh seperti sedia kala.” Dion tersenyum lebar, begitu pula Tari yang tak terlihat keberatan. Sedangkan Jessica terlihat tidak enak hati melempar pandang kesana kemari seolah tidak ingin menyakiti hati lain. Mengerti akan sikap salah tingkah Jessica, Tari pun menggenggam tangan Jessica sembari berkata. “It’s okay. Semua baik-baik saja.” Ucap Tari supaya Jessica tidak salah faham. Akhirnya, Dion dan Jessica pun berjalan di tepi pantai menyusuri bibir pantai dengan ombak yang membasahi kaki mereka. Dion sendiri memang berencana mengajak bicara Jessica secara empat mata karena kisah cinta mereka yang sempat berhenti di tengah jalan. Mereka yang berjalan beriringan, mulai membuka obrolan. “Jess...” panggil Dion. “Ya.” Menoleh kearah Dion. “Maafin gue ya. Gue lebih memilih Tari.” Dion to the point. Jessica termenung menatap Dion. Ya memang, dulu dirinya merasa terkhianati dan tersakiti. Tetapi dia sudah ikhlas dan melupakan semua itu. “Gue sudah melupakannya.” Jeda Jessica. “Gue udah pernah bilang kan kalau cinta tidak bisa dipaksakan. Toh, sekarang aku sudah bahagia bersama Jonathan.” Dion tersenyum lega. “Rasanya aku bisa tidur nyenyak sekarang. Aku lega bisa minta maaf secara langsung kepada mu.” Jessica tersenyum lebar. “Terima kasih, elo udah ngajari gue tentang mencintai.” Ungkap jessica. “Jangan bilang begitu, gue yang malah mengecewakan elo.” “Tapi sepertinya gue lebih cocok sama Jonathan. Sama-sama suka membuat ulah.” Cengir Jessica. Mereka pun mengobrol ringan seperti sepasang sahabat. Tanpa ada rasa canggung lagi atau rasa kecewa. Semua terasa menjadi lebih akrab. Sedangkan di meja, dimana ada Jonathan dan Tari. Mereka hanya memperhatikan Jessica dan Dion dari kejauhan. “Apa kamu cemburu melihat mereka?” tanya Jonathan kepada Tari. “Tidak. Sama sekali tidak.” Jawab Tari yakin. “Bukan kah Dion pernah dekat dengan Jessica?” tanya Jonathan lagi. Tari menganggukkan kepala dan tak menampik semua itu. “Iya. Sayangnya takdir tidak menjodohkan mereka. Belum sempat mereka saling mengutarakan cinta. Takdir lebih dulu memisahkan mereka dan memilih mu untuk bersama Jessica.” Jelas Tari yang percaya penuh dengan Jessica bahwa tidak ada pengkhianatan diantara mereka berdua. *
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD