First Date

661 Words
Setelah ungkapan cintanya diterima oleh Jessica, Jonathan berinisiatif untuk merayakan hari jadinya dengan makan malam bersama. Jauh mengingat, mereka berdua sepertinya belum pernah makan malam bersama dalam suasana damai penuh kasih dan sayang. Jadi, Jonathan berencana membuat makan malam romantis yang belum pernah ia lakukan untuk siapapun. Tak tanggung-tanggung, dia menyewa tempat di restauran yang menyuguhkan pemandangan laut. Tentu, makan malam dengan pemandangan laut dihiasi lampu-lampu menawan pasti akan menambah kesan keromantisan. Ini adalah kencan pertama, jadi Jonathan harus memberikan kesan yang sempurna. Bahkan harus sangat sempurna. Matahari pun sudah bersembunyi dibalik langit, dan Jonathan sudah berada didepan pintu rumah Jessica untuk menjemput pujaan hatinya. Dengan jas casual ala anak muda bewarna biru tua menjadi pilihan Jonathan dan sepatu casual yang cocok dengan pakaiannya. Tak menunggu lama, pintu pun terbuka. Bibi membuka pintu, dan seketika terpesona dengan ketampanan Jonathan. Baru akan memuji ketampanan Jonathan, Jessica sudah keburu datang dengan sangat tergesa-gesa. “Siapa bi yang datang?” sambar Jessica membuat bibi tersenyum kepadanya lalu melempar pandang kearah luar pintu, dimana Jonathan berdiri disana. “Hai.” Sapa Jonathan yang kagum dengan penampilan Jessica. Begitu juga dengan Jessica, ia berdecak kagum dengan penampilan Jonathan. “Waow, apa kamu akan melakukan casting?” Jonathan memperhatikan penampilannya sendiri. “Kenapa? Apa ada yang salah?” Jesica tersenyum lebar sembari menggelengkan kepala. “Kamu terlalu tampan.” Jonathan melempar senyum dengan mengusap rambut salah tingkah. Karena seharusnya dirinya lah yang lebih dulu memuji Jessica. Tetapi ini malah sebaliknya. * Setelah sampai di sebuah restoran Jonathan pun meminta Jessica untuk menutup matanya ia mengambil sebuah kain untuk menutupi mata Jessica. Dengan tersenyum penuh penasaran Jessica pun menuruti permintaan Jonathan. Ia pun mau menutupi matanya dengan seikat tali. “Sebenarnya apa yang sedang kamu lakukan? Aku takut jika kamu mencoba menjebak ku lagi." Jessica memberi peringatan kepada Jonathan. Sedangkan Jonathan yang mengarahkan jalan untuk Jessica berkata. "Apa kamu masih tidak mempercayaiku? Mana bisa sekarang aku menyakitimu, karena tugasku sekarang adalah untuk menjagamu." kemudian Jessica tersenyum lebar dalam kondisi mata tertutup lalu berkata. “Oh sekarang kamu sudah mengganti profesimu." singgung Jessica bercanda. "Iya itu karena demi dirimu Miss Trouble Maker." dan akhirnya Jonathan membawa Jessica sampai ke meja yang sudah disiapkan Jonathan sebelumnya. Tatanan meja yang rapi dan indah membuat Jessica kagum ketika matanya terbuka, ditambah lagi pernak-pernik lampu di sekitarnya yang melengkapi suasana di dekat meja makannya. Ia tidak menyangka kalau Jonathan akan menyiapkan makan malam seromantis ini mengingat Jonathan tidak pernah terlihat bisa menjadi di cowok yang mengerti kebutuhan cewek. Jessica terperangah penuh haru melihat apa yang sudah disiapkan oleh Jonathan. “Apa semua ini adalah rencanamu?" Dengan tersenyum bangga Jonathan menganggukan kepala. “Iya, semua ini aku rencanakan hanya untukmu Semata." Jessica pun memeluk Jonathan sembari berkata. "terima kasih, kamu sudah repot-repot membuat kan semua ini untukku." beberapa saat kemudian mereka pun melepas pelukannya lalu Jonathan mempersilahkan Jessica untuk duduk, ia memberi tempat Jessica untuk duduk di kursinya. Kemudian Jonathan duduk di di kursinya sendiri lalu pelayan datang untuk memberikan hidangan makan malam untuk mereka dan mereka menikmati makan malam ini dengan penuh damai dan kasih sayang. Sungguh ini adalah momen dimana belum pernah mereka merasakan sebahagia ini ketika sedang bersama. Kemudian Jessica membuka obrolan. "Boleh aku bertanya sesuatu?" tanpa keberatan pun Jonathan menganggukan kepala dan berkata "tentu" Jessica menghela nafas mencari kata yang tepat kemudian mulai bertanya "Apa saja yang kamu lakukan ketika kamu di Makassar dan meninggalkan diriku sendirian di sini?” Penasaran ingin tahu. Jonathan tak langsung menjawab. Dia seolah berpikir untuk mencari jawaban yang tepat lalu Jessica bertanya lagi “Apa kamu juga mengenal banyak cewek di sana? Tapi sepertinya tidak, karena terbukti kamu kembali kesini dan duduk bersama ku sekarang.” Tandasnya. Jonathan tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Sebab banyak pertanyaan yang dilontarkan untuknya. “Aku bingung harus menjawab yang mana dulu.” Sahut Jonathan. “Yang mana aja.” Seru Jessica tak sabar mendengar jawaban dari Jonathan. Mata mereka saling memandang penuh cinta tanpa ada beban sama sekali. *
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD