pertarungan yang mengejutkan

1926 Words
LaD - pertarungan Suasana arena yang cukup luas siang itu terisi penuh oleh para warga ketika mendengar kabar pertarungan antara Dino dengan Erix. Sosok yang baru saja datang ke kota dengan keanehan serta penampilan yang begitu asing di mata para elf. Suasana riuh memenuhi bangku penonton. Mereka tidak sabar untuk melihat pertarungan sang eksekutif dengan sosok yang baru saja datang. "Sungguh bodoh, pria itu hanya menghantarkan nyawa di hadapan tuan Dino!" "Haha aku juga berpikir demikian, siapa sangka orang aneh itu berani menantang tuan Dino yang terkenal dengan keganasannya." "Aku akan bertaruh untuk tuan Dino." "Aku juga, aku akan mempertaruhkan seluruh uangku untuk pertarungan ini." "Jangan lupakan aku sialan! Aku tidak sabar untuk mendapat banyak uang dari pertarungan ini." "Tentu saja. Tuan Dino sudah memberi kita banyak uang dari pertarungan arena." "Karena tuan Dino tidak pernah terkalahkan di arena ini." "Haha, aku sudah tidak sabar lagi!" Keramaian itu bergemuruh di bangku penonton, mereka yang memang suka sekali dengan perjudian berbondong-bondong untuk mengeruk banyak keuntungan dari pertarungan yang akan di mulai sebentar lagi. Si juara bertahan Dino melawan Erik yang baru saja hadir di tempat ini. "Orang kampung dari mana yang sudah berani menantang tuan Dino!" "Aku tidak tahu, tapi yang jelas pertarungan ini tidak akan menghabiskan waktu lebih dari lima menit." "Bagaimana kalau kita bertaruh berapa lama orang kampung itu akan bertahan dari serangan tuan Dino." "Aku bertaruh tidak akan sampai lebih dari sepuluh menit." "Maka aku akan bertaruh lebih dari sepuluh menit." Obrolan dan teriakan itu terdengar jelas di telinga Erix, dia hanya melirik dan menatap para sampah yang berusaha mengambil keuntungan dari pertarungannya. "Dasar orang-orang t***l!" Desis Erix. Mereka sama saja seperti orang-orang di dunianya yang selalu menganggap orang lemah seperti sampah. Tidak di kehidupan sebelumnya, Erix selalu bertemu dengan orang-orang bodoh seperti itu. "Kenapa?" Erix mengalihkan tatapannya kearah Dino yang sudah bersiap di sana. Dengan seringai di wajahnya dia terlihat sudah siap untuk menikmati kesenangan yang akan dia dapatkan sebentar lagi. "Apa kau gugup dengan keramaian ini?" "Dan apa Lo selalu melakukan pertarungan dengan di tonton oleh banyak orang?" "Kenapa tidak?" Dino mengedikkan bahunya, mereka berdiri saling berhadapan di sana. "Bukankah semakin banyak orang yang menonton maka akan semakin banyak saksi yang melihat pertarungan kita?" "Dan membuktikan kalo diri Lo kuat?" "Tentu saja, walau sebenarnya aku tidak teelaku menginginkan hal ini, tapi memberi hiburan untuk orang-orang bodoh itu tidak ada salahnya bukan?" Erix berdecih pelan. Dia menoleh dan mengedarkan pandangannya untuk melihat ke arah bangku penonton, melihat bagaimana riuh dan berisiknya suasana di sana. Dan hal yang paling dibenci oleh Erix adalah ketika mereka membuat pertarungan dirinya dengan anak kecil di sana sebagai ajang mengeruk uang yang cukup banyak. "Terserah. Bilang aja apa peraturannya." "Mudah saja, siapa yang bertahan hingga pihak lawan menyerah maka pertarungan selesai." "Jadi nggak peduli berapa Lawa waktu pertarungan, asal gue buat Lo nyerah maka gue menang?" "Tentu saja, itupun kalau kau mampu mengalahkan ku." Erix menyeringai kecil, sepertinya dimana pun dia berada, maka akan ada banyak orang yang meremehkan dirinya. Sungguh menjengkelkan, padahal di dunia ini kekuatannya sudah meningkat drastis, apalagi ketika dia melahap sosok demon orge dan menyerap semua ingatan serta kekuatan dari monster itu. Kekuatan Erix semakin bertambah seperti saat dirinya menyerap sosok naga di sana. Erix terdiam sejenak. Lalu mengangkat tangannya ke udara. Dia menunjukan lima jari dari sana dengan seringai kecil. "Lima menit." Kata Erix pelan. "Kasih gue waktu lima menit, dan gue akan mengalahkan Lo." "Woah, apa kau yakin?" "Kenapa nggak." "Sepertinya kau mengerahkan kekuatanku di sini." "Dari pada Lo yang ngeremehin gue, jadi kenapa nggak gue buktikan saja siapa yang paling kuat diantara kita." "Hahaha, aku suka semangatmu, siapa sangka, dari kejenuhan yang aku dapatkan selama ini, aku malah menemukan sosok sepertimu." Erix menggaris senyum tipis di sana. Lalu dengan santainya dia bergerak mundur beberapa langkah. Hal itu tentu saja mengundang perhatian banyak orang, tak terkecuali Dino yang berdiri di sana dengan kerut di keningnya. "Kenapa kau mundur?" "Apa gue harus mengatakan alasannya?" "Baiklah, terserah kau saja." Dino menyipitkan sepasang matanya, lalu mengambil ancang-ancang untuk melakukan serangan di sana. Dan setelahnya, Seperi yang Erix duga, Dino akan melakukan Serangan cepat yang mungkin tidak akan mudah untuk diikuti oleh mata biasa. Namun di hadapan Erix, pergerakan Dino terlihat begitu jelas dan sangat lambat di sana. Maka dari setiap pukulan yang lancarkan oleh Dino bisa dihindari dengan sangat mudah oleh Erix. Serangan sepeti itu bukanlah masalah dibandingkan dengan pertarungannya ketika melawan denim orge, di mana dia harus menguras banyak energi sihir hanya untuk membuat monster itu tumbang, dan alhasil, dia harus masuk dalam mode otomatis yang tidak pernah dia sangka sebelumnya, siapa sangka jika sistem yang ada bisa mencegah dan memperhitungkan hal sekecil itu. Dan sekarang, Erix tidak perlu khawatir ketika menghadapi musuh kuat sekalipun, karena ketika dia tidak mampu mengeluarkan potensinya, maka sistem di dalam dirinya akan mengambil alih dan memaksimalkan potensi dalam dirinya. Dia tersenyum saat setiap serangan yang dilancarkan oleh Dino bisa dia hindari dengan sangat mudah. Boom! Erix melompat mundur saat Dino mengeluarkan skill yang dia miliki. Dia berdiri dengan santai di sana, sedangkan Dino terkejut karena setiap serangan yang dia lancarkan bisa dihindari dengan mudah oleh Erix. "Apa cuma ini kemampuan Lo?" "Huh, ternyata kau memiliki kemampuan yang luar biasa, tidak heran jika kau bisa mengalahkan demon orge seorang diri." "Dan sekarang Lo baru sadar akan kekuatan gue?" "Tidak buruk." Erix tersenyum, sepetinya Dino memiliki harga diri dan kepercayaan diri yang luar biasa. Padahal dia sudah mematahkan setiap serangan yang diberikan oleh bocah itu, tapi dengan sombongnya dia masih bersikap santai di sana. "Dan sekarang, giliran gue yang memberi serangan." Dan sekejap saja, Erix menggunakan skillnya, skill teleportasi yang membuat dirinya bisa berpindah di belakang tubuh Dino tanpa di sadari oleh bocah itu. Satu tendangan kuat berhasil mengenai punggung Dino hingga membuat bocah itu terpental ke depan dan menatap dinding pembatas arena. Kejadian itu tentu saja membuat pada penonton tertegun seketika. Dino sosok yang memiliki kekuatan penghancur bisa di serangan dengan mudah oleh pria asing yang baru saja mereka lihat. "A-apa yang terjadi!" Teriak salah satu penonton di sana. "Tidak! Ini jelas tidak mungkin." Mereka mulai panik ketika meremehkan seseorang yang mereka anggap lembah, dan sekarang keadaan sepertinya berbalik. Padahal, serangan itu hanyalah awal untuk Erix dan masih sebuah pemanasan untuk Dino yang terlihat menikmati pertarungan ini. Dia berdiri dari puing-puing tembok yang hancur karena benturan tadi, dengan tubuh sempoyongan dia mengusap darah yang keluar di bibirnya. "Huh! Ternyata kau memiliki kemampuan Seperi itu." "Kelihatannya Lo udah kerepotan. Padahal gue baru mengeluarkan satu kemampuan yang gue miliki." "Satu kemampuan?" "Tentu saja." Erix menyeringai kecil, lalu mengaktifkan skill teleportasi dengan cepat dan kembali berpindah di belakang tubuh Dino seketika. Namun kali ini Dino seolah sudah mengambil inisiatif melompat maju untuk menghindari serangan Erix, tapi sayangnya, skill teleportasi Erix bukanlah skill rendah yang bisa dihindari dengan mudah, dia bisa mengaktifkan skill itu dengan sesuka hatinya. Berpindah kemanapun dia inginkan dan kini dia kembali berpindah di belakang tubuh Dino. "Kalo Lo pikir bisa menghindar dari serangan gue. Maka lo salah besar." Bugh! Erix dengan mudahnya memukul perut Dino ketika bocah itu berputar kebelakang saat menyadari keberadaan Erix. Lagi Dino harus merasakan pukulan telak di bagian perutnya, sebuah pukulan yang berhasil membuat dirinya merasakan sakit yang selama ini tidak pernah lagi dia rasakan. Luar biasa! Sudah sangat lama dia tidak merasakan sensasi seperti ini. Di kerajaan ini, bahkan diantara para eksekutif, tidak ada seorangpun yang bisa melukai dirinya. Tapi Erix. Pria itu bisa membuatnya berlutut hanya karena satu pukulan biasa, dan itu sungguh membuat dirinya bingung, apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. "Satu kesalahan yang udah Lo lakuin, Lo terkesan meremehkan musuh Lo padahal Lo belum mengenal kemampuan dari musuh Lo." Erix menyeringai kecil. "Lo bilang Lo udah berusia ratusan tahun, tapi kelakuan Lo tak lebih dari seorang anak-anak." "Kau benar...." Dino masih berlutut dengan memegangi perutnya, pukulan itu terasa begitu telak untuk dirinya hingga membuat dia tak bisa bergerak karenanya. "Aku terlalu meremehkan kemampuan mu, dan terlalu menahan diri." "Itulah kesalahan Lo. Meremehkan musuh dan menganggap lo udah paling kuat di tempat ini." "Hahah...." Dino tertawa pelan. "Kau benar. Harusnya aku tidak menahan diri sejak awal." Dan setelah ya Erix bisa merasakan energi sihir yang meledak di dalam diri Dino. Energi yang sangat kuat hingga membuat tekanan di tempat itu terasa mencekam, tapi lagi, tekanan seperti itu bukanlah masalah untuk Erix, dia sama sekali tidak terpengaruh oleh tekanan yang diberikan oleh Dino, bahkan dengan santainya dia masih berdiri dengan kokoh di sana. "Aku harusnya memberimu pelajaran ketika kau mengatakan akan mengalahkan ku dalam waktu lima menit." Dia berdiri dengan tubuh gontai, lalu mengangkat kepalanya dengan seringai di bibirya. "Sekarang aku tahu, aku harus mengakhiri semua ini sebelum kau menggunakan kemampuan mu yang lain." Dia berdiri dan bersiap untuk menggunakan kemampuan, dan entah dari mana, Dino menarik sebuah pedang perak. menggenggam pedang berukuran besar itu dengan kedua tangannya. "Dan sekarang, aku akan bersungguh-sungguh untuk melawan mu." Erix masih menatap setiap pergerakan dan teknik dari Dino, bocah yang kini berusaha untuk mengangkat pedang berukuran besar itu. "Tarian pedang dewa!" Sebuah ayunan pedang dengan pergerakan cepat itu melesat dan menghujam kearahnya, sialnya entah efek apa yang dia dapatkan, tapi tubuhnya sama sekali tidak bisa dia gerakkan di sana. Sistem : anda terkena efek stun selama lima detik. Sepetinya Erix tidan akan bisa menghindari serangan ini. Karena dalam sebuah pertarungan, lima detik saja sudah mempengaruhi sebuah kemeny yang terjadi. Sistem : sedangan kuat menunju kearahmu, me.gambik kemungkinan dampak serangan. Sistem : perhitungan berhasil di muat. Tarian pedang akan memberikan efek stun dan dampak setengah dari bar health poin pada diri anda. Sistem : serangan tidak dapat di hindari. Skresh! Trangs! Sreesss! Erix rak berkutik ketika pedang milik Dino berhasil mengenai diri ya, bahkan dia harus dipaksa bertahan karena serangan ini. Sistem : serangan terus berlangsung dengan dampak yang tak diperhitungkan. Sistem : mengaktifkan sistem pertahanan mutlak. Dan benar saja, setelah sistem mengaktifkan skill pertahanan mutlak, rasa sakit itu menghilang seketika. Dan dia bisa menahan dengan energi sihir yang sangat kuat mengalir di lapisan tubuhnya, hal ini membuat Erix bisa bertahan dari serangan dahsyat sekalipun. Lima detik berlalu, serangan tarian pedang masih terus berlangsung, tapi kini sediit berbeda karena Erix bisa bergerak. Secepat kru juga dia menggunakan skill teleportasi, lalu berpindah di belakang tubuh Dino, tak sampai di sana, dia mengaktifkan skill api hitam yang baru saja dia dapatkan ketika mengalahkan demon orge. Sebuah kebetulan yang sangat tepat untuk menguji semua skill baru yang dia dapatkan. Erix memberikan sebuah pukulan ketika menyadari satu hal, serangan Dino hanya bisa satu arah, dan itu adalah sebuah celah yang berbahaya untuk seorang petarung. Pukulan yang dilapisi api hitam itu mengenai tubuh Dino dengan telak. Booom! Buak! Brugh! Skresh! Serangan bertubi-tubi dia layangkan hingga membuat Dino harus terpelanting ke belakang, tubuhnya kembali menghantam tembok pembatas hingga membuat tembok itu runtuh. Skill : meriam api neraka! Erix mengangkat kedua tangannya keatas lalu sekumpulan energi gelap berkumpul di sana dan membentuk sebuah bola api raksasa, setelah itu Erix langsung melempar bola kru kearah Dino. Sebuah serangan yang tak mampu Dino hindari, dan efeknya sebuah ledakan besar terjadi hingga membuat ruang arena hancur lebur karena serangan Erix. Sungguh, siapa yang menyangka jika sekarang dia memiliki skill yang mengerikan seperti itu. Satu skill yang berhasil membuat kekacauan yang luar biasa. Bahkan penonton yang tadi meremehkan dirinya dibuat tercengang untuk kedua kalinya. Sosok yang mereka anggap sampah ternyata mampu membuat Dino tak berkutik di sana. Salah satu eksekutif dengan kekuatan penghancur yang luar biasa bisa dikalahkan dengan sangat mudah oleh sosok asing yang baru saja mereka lihat. Sungguh kejadian yang tak pernah bisa mereka sangka sebekumy.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD