sang pemangsa

2051 Words
LaD - si pemangsa. "Apa cuma ini kemampuanmu?" Tanya Erix dengan seringai kecil ketika melihat tubuh pemimpin orge itu benar-benar tak berbentuk lagi, hanya tinggal tubuh dan kepala saja yang masih menyatu, sedangkan bagian tubuh lainnya sudah terpisah karena serangan yang diberikan oleh Erix, dia benar-benar mengakhiri ini semua dengan pedang yang di dapat oleh pemimpin elf tadi. Pedang dengan kekuatan yang luar biasa, serta sangat ringan ketika di gunakan, entah apa yang membuat pedang itu berbeda, tapi yang jelas, dia bisa menyelesaikan pertarungan ini dengan sangat cepat. "Apa kau pikir semua ini akan selesai begitu saja?" Tanya pemimpin orge dengan suara berat di sana, dia tersenyum tipis dengan mata yang tertuju ke atas tanah. Dia benar-benar terlihat putus asa di sana. "Loh, emang Lo masih punya kekuatan lagi?" Tanya Erix dengan nada santai, dia mengangkat pedang di tangannya lalu meletakkannya di atas pundak dengan seringai kecil di bibirnya. "Udah jelas Lo nggak berdaya gitu, masih mau coba kekuatan?" "Apa kau pikir semangat yang ada di dalam diri kamu hanya sebatas api kecil yang menyerupai lilin?" Tanya pemimpin orge yang kini perlahan mengangkat wajahnya. "Kami memiliki tujuan, sesuatu yang harus kami capai untuk keberlangsungan hidup kami. Jadi dalam pertarungan seperti ini, tentu saja kami tidak akan kalah tidak peduli seberapa banyak luka yang akan aku dapatkan, aku akan segera mengalahkan mu, makhluk terkutuk yang hanya datang dan memberi masalah untukku saja." "Hoo ... Jadi Lo pikir dengan semangat juang yang tinggi itu bisa bikin Lo menang dari pertarungan ini?" Tanya Erix dengan seringai kecil di wajahnya, setelahnya dia mengangkat kedua tangannya dan mendongakkan menatap wajah orge yang kini tertunduk diam. "Coba buka mata Lo lebar-lebar dan liat apa yang udah terjadi di sini?" "Keadaan udah berbalik, pasukan Lo udah hampir habis dan Lo nggak bisa berkutik lagi sekarang." "Lalu kenapa memangnya?" Tanya orge itu santai. "Apa kau pikir kami mengorbankan diri hanya untuk kegagalan?" Dan seketika itu Erix bingung, apalagi dengan ucapan dari orge itu. Sudah jelas bukan, jika mereka semua sudah kalah dalam pertarungan ini, dan semua dia miliki bahkan sudah habis tak tersisa, hanya tinggal beberapa pasukan saja yang tersisa di saja, dan dia berpikir jika dia masih bisa bertarung. Sungguh konyol. Erix berjalan perlahan, lalu berdiri menjulang tepat di hadapan pemimpin orge itu. "Terus, apa yang bakal Lo lakuin dengan pasukan yang cuma beberapa ekor itu?" "Tentu saja kemenangan!" Ucap orge itu dengan semangat tinggi, perlahan aura di dalam tubuhnya mulai menguar, lalu keadaan sekitar mulai bergemuruh dan tekanan itu perlahan mulai terasa begitu kuat. "Kau tidak tahu bagaimana penderitaan kami selama ini! Kau tidak tahu kesengsaraan yang kami alami selama ini, dan kau tidak tahu apa yang kami rasakan selama ini!" Dia terus mengoceh di sana, dan Erix sama sekali tidak mendengarkan ucapan dari monster itu. Sistem : peringatan, king orge dalam mode melahap, dengan keadaan tertentu kekuatannya akan berkembang pesat seiring darah suku yang dia serap. Tunggu.... Apakah ini sama dengan skill predator? Erix berpikir demikian, karena saat melihat beberapa mayat di sekitar yang terhisap oleh pemimpin orge itu membuatnya terus bertambah kuat dan kuat, bahkan tekanan yang diberikan oleh orge itu membuat beberapa elf di saka ketakutan dan tak bisa bergerak. "Kau hanya bisa melihat dan tidak bisa merasakan apa yang selama ini kami lakukan, penderitaan yang sudah mendarah daging, rasa lapar serta rasa putus asa menghantui kami selama ini, membuat kamu tak bisa hidup bebas selayaknya ras lain!" Erix yang menyadari bahaya akan datang segera melompat mundur, dia berdiri tepat di depan pemimpin Elf, dengan tatapan yang masih terfokus pada pemimpin orge, dia berkata pada pemimpin elf. "Selamatkan anak buah mu dan bawa pergi dari tempat ini!" "Tapi-" "Ck, bisa nggak sih nggak usah ngebantah tiap kali gue ngomong!" Desak Erix yang merasa kesal karena setiap perkataannya selalu saja di bantah oleh pemimpin elf, padahal dia hanya ingin bertarung dengan kemampuannya tanpa di ganggu, ataupun membuat kehebohan saat dia mengeluarkan kemampuannya itu. "Ba-baik. Maafkan saya." "Bagus, mending Lo pergi sekarang kalo nggak mau pasukan Lo menjadi santapan dia juga!" "Dan sekarang, ketika tujuan kami akan tercapai, kau sampah kecil datang untuk mengganggu dan menggagalkan semua rencana kami!" Erix benar-benar harus mengakhiri ini sebelum semua semakin kacau, di sisi lain pemimpin elf tidak lagi membantah, dia langsung undur diri dan membawa serta pasukannya yang sudah ketakutan ketika melihat perubahan mengerikan dari orge yang kini terus melahap sumber kekuatan dari para anak buahnya yang sudah gugur. "Jangan pikir kau bisa dengan mudah menggagalkan rencana kami dan membuat kamu terpuruk di dalam kegelapan yang tak bertepi lagi!" Sentak pemimpin orge yang kini kekuatan di tubuhnya terlihat meluap-luap seolah akan meledak saat itu juga. "Cih, kalo kayak gini terus, yang ada gue bakal terpojok!" Erix memutar otaknya, dia harus segera menghentikan semua itu sebelum dia benar-benar akan kesulitan untuk mengalahkan para orge itu. "Hahaha! Lihatlah! Apa kau melihatnya?" Tanya orge yang kini perlahan membuka matanya. "Apa kau melihat kekuatan yang mengalir dalam tubuhku?" Babi busuk itu mulai berdiri dengan kekuatan gelap yang menutupi tubuhnya, dia melihat beberapa pasukan elf yang melarikan diri dari sana. "Hoo, coba lihat siapa yang saat ini berlari seperti seorang pengecut di sana!" Ucap pemimpin orge itu dengan kekuatan yang luar biasa. Dia mengangkat bayangannya, lalu mengarahkan tangannya kearah pasukan elf di sana. "Lahap!" Dan setelah mengatakan itu, muncul bayangan hitam yang keluar dari tangannya dan langsung melesat ke beberapa elf yang tengah berlari di sana. "Akh!" "Ti-tidak! "Tolong aku!" "Selamatkan aku!" "Waaaaa!" Mereka semua berteriak dengan keras, hingga tak lama setelahnya tubuh mereka meleleh bagaikan cairan yang perlahan di serap oleh orge tadi Sistem : peringatan, King orge telah berevolusi menjadi demon orge dengan kekuatan penghancur yang bisa menganjurkan hutan hanya dengan skill ultimate yang dimilikinya! Cih! Setelah serangkaian masalah terjadi, kenapa hal merepotkan selalu saja datang di akhir sebuah perjuangan. Sialan! Erix menggerutu pelan, dia melihat nasib beberapa pasukan elf yang tak bisa menyelamatkan diri dari dana, dan menjadi mangsa yang begitu empuk untuk demon orge sialan itu. Sistem : semakin banyak energi yang di serap, maka proses evolusi akan semakin cepat. "Ya ya ya gue tahu itu sialan! Tapi gimana caranya gue menghentikan semua serangan ini!" Erix berlari mencoba untuk menyelamatkan para elf di sana, tapi ketika dia menebas pedang di tangannya kearah bayangan hitam itu, pedangnya malah terkikis dengan sendirinya dan menjadi santapan babi busuk sialan di sana. "Merepotkan, anjing!" Sentak Erix yang langsung melemparkan pedang itu jauh-jauh, karena bayangan hitam itu terus merayap menuju tangannya. Dia melompat mundur, membiarkan para elf yang tertangkap menjadi hidangan santapan demon orge. Sedikit lagi. Sedikit lagi sebelum mereka benar-benar pergi dan Erix bisa bertarung dengan sesuka hatinya. Hanya saja para elf di sana benar-benar lambat dalam berlari, dan jika hal itu terus dilakukan maka tak lama lagi mereka akan menjadi santapan yang mudah untuk demon orge. "Sialan!" Erix mengangkat tangannya lalu mengarahkan ke sisi tempat di mana para elf berlari. "Teleportasi!" Dan setelahnya sebuah retakan ruang dimensi keluar di sana, membuat beberapa elf berhenti berlari. "Apa yang kalian lakukan, bodoh! Segera pergi dan masuk ke dalam lingkaran itu!" Sentak Erix kuat. Dan setelah mengatakan hal itu, para elf berlari masuk kedalam lingkaran teleportasi yang dicipta oleh Erix, mereka bisa melepaskan diri dari peperangan ini, dan menyusahkan Erix yang kini berhadapan dengan orge itu. "Aku akan membantumu!" Erix tersentak kaget setelah mendengar ucapan itu, dia menoleh cepat dan melihat pemimpin elf tadi masih ada di sana. "Ck! b**o banget sih!" Sentak Erix yang kini menghempaskan tangannya untuk menutup ruang teleportasi sebelum para pasukan orge menyusulnya masuk. "Apa yang Lo lakuin di sini bodoh! Harusnya Lo kabur!" "Aku tidak bisa diam saja melihatmu bertarung sendirian di tempat ini." "Tapi sama aja bunuh diri anjir, Lo di sini malah bikin gue nggak bisa berkutik sialan!" Desis Erik yang merasa kesal. Karena dengan adanya pemimpin elf di sana, maka dia tidak akan bisa bergerak dengan leluasa, padahal ini adalah sesuatu yang pas untuk mencoba segala kekuatan yang dia miliki. Dia berencana untuk menggunakan skill ultimate tanpa ada yang mengetahui itu, tapi entah kenapa elf bodoh ini malah bertahan di sini dan menghambatnya untung mengeluarkan seluruh kemampuannya. "Aku tepat akan membantumu!" Erix mendesis keras, dia melirik pemimpin elf itu tajam sebelum mendengkus kuat di sana. "Terserah! Kalaupun Lo mati di sini gue nggak akan peduli juga!" Ujar Erix kuat. Dia membuka jubah yang dia kenakan untuk menutupi identitasnya, lalu seketika elf tadi terkejut dengan apa yang dia lihat. Sesosok werwolf terlibat di sana, makhluk yang sudah begitu lama punah itu benar-benar ada dengan tubuh yang sangat luar biasa. Ini kali pertama setelah ratusan tahun berlalu dia melihat sosok yang sudah menjadi legenda di sana. Sedangkan penampilan tubuh dari Erix benar-benar luar biasa, memang agak sedikit melenceng dari apa yang diceritakan oleh para tetua di suku, tapi semua yang ada di dalam diri Erix seolah benar-benar pas dengan paras dan kekuatan yang terlibat begitu menggebu di sana. Kekuatan itu sungguh luar biasa, bahkan hanya dengan melihat otot di sana membuat Erix terlibat sangat kuat. "Jangan banyak tanya, siapa gue dan kenapa gue nolong kalian! Kalo Lo mau bantu gue, maka cukup bantu gue aja nggak usah banyak tanya ataupun membantah!" Erix mempersiapkan skill di dalam slot miliknya, skill yang seharusnya bisa mengalahkan demon orge di sana, jika dia salah memprediksi maka segalanya akan berakhir di tempat ini. "Cih, harusnya gue mulai dari mana sekarang?" Dia bergumam pelan, lalu dengan kecepatan yang dia miliki, Erix mulai mengambil pedang yang tadi dia lemparkan, dan setelahnya dia menggunakan skill teleportasi untuk menjangkau dan memberi serangan demi serangan agar bisa melukai demon orge di sana, tapi sayangnya, kemampuan penyembuhan yang di miliki demon orge benar-benar cepat hingga membuat dirinya tak memiliki kesempatan untuk kelancaran serangan demi serangan. Karena pada dasarnya serangan yang dia berikan sama sekali tidak berpengaruh para demon orge itu. Benar-benar situasi yang menjengkelkan. Dia mendesis pelan, bahkan ketika serangan orge demon itu mengarah kearahnya, dia sama sekali tak memiliki kesempatan untuk menghindar, hanya menggunakan pedang tumpul itu dia mampu menepis serangan musuh hingga membuat tubuhnya terpental kebelakang. "Sialan! Mau sampek kapan coba kayak gini terus!" Dia benar-benar muak, hanya saja ketika dia mulai serius menghadapi orge demon, para bawahan dari orge itu tak ada yang ikut membantu, mereka malah terdiam di tempat dan menatap pemimpin mereka dengan tatapan aneh. Bahkan suasana hening yang tercipta membuat Erix merasa ada yang janggal di sini. "Apa hanya itu saja kemampuanmu dasar tikus rendahan!" Erix segera menghindar, tepat saat tangan besar orge itu menyerang kearahnya, dia melompat dengan cepat, laku setelahnya dia berdiri dan menatap sekumpulan pasukan orge yang menatap kearah sang tuan dengan sendu. "Ck! Kenapa juga gue musti mikirin hal kayak gitu!" Erix harus bisa memberi serangan pada orge itu hingga membuatnya tak bisa beregenerasi dengan cepat, maka harus diperluas serangan yang cukup kuat hingga dia tak memiliki waktu untuk menyembuhkannya dirinya sendiri. Seketika itu dia menancapkan pedangnya di atas tanah, lalu dengan santai dia merentangkan kedua tangannya dan mengeluarkan skill yang sudah dia persiapkan sejak tadi. "Lava black emperor!" Satu lingkaran energi di tangannya dengan api hitam yang menyelimuti sisi lingkaran itu tercipta, lalu Erix langsung melemparkan bola itu kearah demon orge, dan setelahnya BOOM! Satu ledakan terjadi di sana, ledakan yang maha dahsyat dengan dampak yang benar-benar tak pernah Erix duga. Bukan hanya Erix bahkan pemimpin elf yang sedari tadi tak memiliki kesempatan di sana hanya diam terpaku melihat apa yang sebenarnya sudah terjadi di sana. Dia sama sekali tidak menyangka, jika sosok werwolf itu benar-benar luar biasa, kekuatan sihir yang dimiliki oleh Erix benar-benar tak tertandingi. Setelah melakukan serangan itu, Erix menunggu sejenak untuk melihat apakah serangan yang dia lancarkan akan berhasil melukai demon orge atau tidak. Terlebih dia juga perlu waktu beberapa saat untuk memulihkan energi sihirnya sebelum kembali melancarkan serangan demi serangan itu lagi. "Gue harap berhasil, karena kalau enggak, gue bakal nguras tenaga gue di sini." Ucap Erix dengan nada malas di sana. Dia benar-benar tipikal orang yang malas dengan sebuah peperangan seperti ini, apalagi jika harus merasakan lelah setelahnya. "Kau ...." Suara itu, membuat Erix langsung bersiap seketika. Dan saat kepulan kabut debu itu menghilang, dia bisa melihat sosok demon orge yang terlihat cimpang camping di sana kekuatan yang sungguh luar biasa, tapi sayangnya, kekuatan itu belumlah cukup untuk menghancurkan demon orge di sana. Kekuatan yang sungguh luar biasa.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD