Part 19

1684 Words

Author Pov Aryan segera menahan pintu itu tetap terbuka saat Amaya berusaha menutupnya. Didorongnya pintu dan serta merta dia menyelinap masuk. Amaya tidak berkomentar apapun, merasa percuma kalau berdebat dengan laki-laki itu sekarang. Dia hanya menatap Aryan sebentar lalu berbalik meninggalkannya. Berjalan ke pantri saat pening di kepalanya mulai menjadi. Dia tahu laki-laki itu mengikutinya. Amaya meneguk segelas air putih sebelum meminum sebutir obat. Dia menyangga tubuhnya di meja pantri sambil memejamkan mata sebentar. "Kau sakit?" Amaya tampak pucat dan lelah. Mata bengkak dan lingkaran hitam di bawah matanya tidak bisa menyembunyikan itu. "Apa yang kau inginkan? tanya Amaya balik, menghiraukan pertanyaan Aryan barusan. "Semua orang khawatir padamu, Raven mencarimu seperti ora

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD