Hangout....

1095 Words
Drreeertttttt, ponsel Azqila bergetar menampakan layar VC dari sahabatnya, "hallo assalamualaikum...Lia" "waalaikumussalam AZ, apa Lo baik baik aja?" terdengar suara Aulia yang terlihat sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya, Aulia sudah mendengar apa yang terjadi di rumah saudaranya, Aulia bahkan sampai marah dengan saudaranya karena percaya dengan ucapan teman temannya yang tidak tau kejadian yang sebenarnya "Gue baik baik saja, seperti yang Lo liat sekarang" Azqila tersenyum di hadapan layar ponselnya "maafin gue ya, kalau tau bakalan kaya gini ceritanya pasti gue gak mau ngajak Lo ke tempat saudara gue" ucap Aulia penuh sesal, Aulia memang sangat menyayangi Azqila seperti saudaranya sendiri "it's ok santai aja, gue udah mulai terbiasa dengan semua yang terjadi, mungkin Allah pengen liat gue lebih kuat lagi dalam menjalani kehidupan ini" "iya Lo bener, Lo memang di pilih supaya jadi gadis yang kuat, tahan banting.. eh maksudnya janda yang kuat hehehee...." goda Aulia yang berusaha mencairkan suasana "hahaha Lo bener banget sekarang gue udah jadi janda bukan gadis lagi, tapi walaupun gue janda gue masih segel lho hahahaaa" Azqila merasa geli sendiri dengan takdir yang menimpanya "terus besok apa rencana Lo? apa masih mau ngelamar jadi guru di sekolah, sekolah swasta misalnya,.. " "gue belum tau Lia, setelah puluhan sekolah yang gue datangi dan semua menolak dengan alasan yang sama, karena menurut mereka gue gak bisa di jadikan contoh yang baik untuk anak anak, sepertinya takdir gue bukan untuk jadi seorang guru kali Lia," ucap Azqila berubah sendu, Azqila memang dari kecil sangat ingin jadi seorang guru seperti ayah dan ibu nya tapi apa mau di kata takdir belum berpihak padanya "yang sabar ya AZ Allah pasti sudah menyiapkan takdir terbaik buat Lo, udah ah ga usah melow melow lagi, gimana kalau besok kita hangout di Restoran Indah Nusantara aja, kebetulan gue dapet voucher diskon weekend nih, entar gue hubungi Cindy deh biar tambah rame" "oke deh, sampai jumpa besok ya, gue mau tidur dulu, gue udah ngantuk sistah hehe, by... assalamualaikum" "wokeehhh waalaikumussalam, good night dear muaachhh " "dih geli gue Lia" Azqila bergidik melihat tingkah sahabat tomboi nya ini "hahahaaaaaa" klikkkk , Aulia langsung mematikan panggilan nya setelah berhasil mengerjai Azqila. Setelah selesai shalat subuh seperti biasa Bu Indri dan juga Azqila terlihat sibuk di dapur menyiapkan sarapan sekaligus untuk makan siang nanti, Bu Indri sangat bersyukur karena putri kesayangan satu satunya ini tidak terlalu terpuruk dengan apa yang telah terjadi beberapa Minggu lalu, dan itu semua tidak lepas dari peran mereka sebagai orang tua yang tak pernah berhenti menasehati dan membesarkan hati Azqila agar tetap berbaik sangka dengan segala sesuatu yang terjadi, satu hal yang selalu mereka tekankan adalan setiap musibah yang Allah kasih pasti akan ada berkah yang menghampiri, mungkin dengan cara itu Allah hapus dosa dosa kita, mungkin dengan cara itu Allah menaikan derajat kita dan Alhamdulillah itu berhasil membuat Azqila tidak murung dan terpuruk. "Bu nanti siang Qila mau pergi sama Aulia dan Cindy ya" Azqila meminta ijin ibunya untuk keluar "ya udah pergi aja yang penting jaga diri dan jangan lupa waktu, ibu juga sepertinya nanti pulang telat soalnya anak anak ada acara di sekolah" "maaf ya Bu Qila belum bisa seperti ibu jadi guru yang bermanfaat untuk orang banyak" ucap Azqila sendu "tidak apa apa Qila sayang mungkin Allah sedang menyiapkan takdir lain yang lebih baik dari pada seorang guru, mungkin Allah sedang menyiapkan pangeran tampan yang akan menjadikanmu Ratu dari segala Ratu karena buah dari kesabaran dan keikhlasan mu" "ah ibu, pangeran tampan dari Hongkong orang kemaren aja Qila di tipu mentah mentah sama cowok b******k itu" jawab Azqila sambil mengerucutkan bibir seksi nya, ya Azqila memang memiliki bibir yang sangat seksi dengan bagian atas tipis dan bawah sedikit tebal dengan warna pink alami membuat para lelaki meneteskan air liur saat melihatnya, Bu Indri hanya terkekeh saja melihat putrinya "itu artinya putri ibu yang cantik ini tidak pantas untuk dia makanya Allah tunjukkan siapa dia sebenarnya sebelum terlambat," "iya ibu benar, Qila pasti sudah di siapkan pangeran tertampan yang akan membawa Qila sebagai ratunya" Azqila memeluk Bu Indri dengan sangat manja, "ngapain pagi pagi sudah maen peluk pelukan" tiba tiba suara pak Revan mengagetkan mereka berdua, "ah bapak, biasa ini putri cantik bapak lagi manja" jawab Bu Indri sambil kembali menyimpan untuk menu sarapan pagi ini, "ibu masak apa?" tanya pak Revan sambil memeluk istrinya dari belakang, "oh astaga bapak Revan yang terhormat bisakah tolong hargai orang yang jomblo ini" Azqila pergi menjauh dari pada harus menyaksikan kebucinan kedua orang tuanya, "haishhh anak itu" ucap pak Revan sambil mengecup pucuk kepala istrinya, Bu Indri hanya tersenyum saja melihat tingkah suaminya yang memang bucinnya tak lekang di makan usia. Setelah selesai shalat Dzuhur Aulia tiba lebih dulu di restoran indah Nusantara, makanan disini sangat cocok dengan lidah Aulia dan juga Azqila karena di restoran ini tidak pelit cabai untuk membuat sambal yang super hott, bagi mereka pecinta pedas memang disini lah tempanya termasuk Aulia dan juga Azqila yang sama sama pecinta pedas, berbeda dengan Cindy Yang kurang menyukai pedas tapi tetep saja dia ikut bergabung dan memesan makanan yang tidak terlalu menggunakan banyak cabai. "Azqila mana? apa dia belum sampai?" tanya Cindy yang baru saja sampai dan mendudukkan dirinya di hadapan Aulia, "dia bilang masih di jalan, mungkin sebentar lagi,.. nah itu dia datang" tunjuk Aulia ke arah pintu masuk restoran "maaf gue terlambat ya" tanya Azqila "ah enggak juga kita juga baru sampai ko,gue udah pesenin ko makanannya tinggal tunggu aja sebentar lagi" benar saja tak berselang lama pesanan mereka bertiga datang sesuai dengan selera mereka "wah ini sih bikin nafsu makan gue meningkat tajam" ucap Aulia yang memang pecinta makanan pedas eh lebih tepatnya memang Aulia doyan makan sih, beruntung tubuhnya bisa di ajak kerjasama jadi tidak mudah gemuk dan tidak kurus juga dengan tinggi 160cm Aulia memiliki berat badan 58kg cukup semok untuk ukuran seorang gadis cuma penampilan nya yang tomboi bisa menyembunyikan tubuh indahnya dengan rapih, sedang Azqila sendiri memiliki tinggi 158cm dengan berat badan 55kg Sama sama memiliki badan semok hanya Azqila penampilan normal seperti perempuan lainnya, kalau Cindy sendiri memiliki tinggi 160cm dengan berat badan 45kg bisa di bilang dia yang paling kurus di banding mereka berdua dan lebih suka memakai pakaian dress dress selutut, "jangan lupa baca doa sebelum makan Lia biar setan gak ikut makan" Azqila mengingatkan "eh iya ya lupa hehehehe" dan mereka bertiga pun berdoa bersama sebelum menyantap makanan yang ada di hadapannya, baru saja Azqila menyuapkan makanan pesanannya tiba tiba saja suara seseorang mengejutkannya "Azqila kamu di sini sayang?........" refleks Azqila, Aulia dan Cindy menoleh ke arah datangnya, "kamu.......,-----"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD