“Thanks ya, by the way.” “Karena udah nipu kamu?” Ana memukul lengan remy cukup kencang hingga lelaki itu mengaduh. “Bakal aku balas buat yang satu itu.” “Ampun, nyonya,” balas Remy sembari tertawa. “Aku gak nyangka Pak Raharja sebaik itu. Wajahnya selalu kelihatan serius, jadi aku pikir dia galak. Ditambah setelah dengar cerita Sam.” “Ayah selalu baik, kok. Kadang caranya yang mungkin kurang bisa ditangkap dengan baik. Terutama oleh Sam.” Ana terdiam, tak menanggapi sama sekali. Membaut Remy melirik sesaat ke arah gadis di sampingnya itu. “Kamu masih marah kalau aku bahas soal Sam?” Ana menggeleng. “Selama ini aku selalu tutup telinga dan cuma mau dengar cerita dari Sam. Aku

