“Sekali enggak, tetap enggak! Pokoknya aku gak mau!” Ana berteriak ke arah ponselnya. Membuat semua orang dalam office langsung melirik padanya. “Baru kali ini aku lihat ada gadis yang seenggakmau itu datang ke pesta. Bukannya kamu pernah datang waktu ke event-ku?” “Itu kan pameran. Beda, dong! Aku gak cocok sama acara mewah kayak gitu.” “Datang sebentar aja gak apa, kok. Masalahnya, ayahku yang meminta supaya kamu diajak ke sana.” “Ya bilang sama ayahmu kalau aku gak suka datang ke acara kayak gitu!” Ana memutus panggilan Remy begitu saja. Dia menghembuskan napas untuk menenangkan diri. Remy baru saja mengajaknya untuk menghadiri undangan persta perayaan 50 tahun sebuah perusahaan—yang bahkan tidak ada sangkutpaut

