Bab-19. semakin terang

1444 Words

“Ayo, Mah … ayo kita harus menyusul sekarang!” suara Vincent bergemuruh. Ia tak lagi menunggu sang ibu menyelesaikan panggilan telepon. Tangannya gemetar, napasnya tak beraturan. Meyla menahan Vincent dengan tatapan tegas, lalu kembali memusatkan perhatian pada ponselnya. “Kau bisa mengikutinya?” tanyanya kepada tim detektif di seberang sana. “Sulit, Nyonya,” jawab suara itu hati-hati. “Tuan Albert menempatkan beberapa pengawal di dermaga penyeberangan. Pergerakannya sangat terkontrol.” Meyla terdiam. Jantungnya terasa ditekan sesuatu yang berat. “Astaga … tidak adakah solusi lain?” suaranya merendah, nyaris putus asa. “Kami akan menelusuri lebih dalam, Nyonya. Mencari jalur yang tidak mudah terdeteksi oleh Tuan Albert,” jawab detektif itu. Meyla mengangguk, meski lawan bicaranya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD