Aksa yang menyadari kehadiran wanita itu lebih dulu. Ia segera melepaskan tautan tangan Keira pada lengganya. Dehemam gugup jadi aksinya kemudian. Memasang senyum senormal mungkin, Aksa berjalan mendekat ke arah sang istri. “Kamu ngapain di sini?” tanya nya lembut. “Aku mau ngasih kamu makan siang. Kamu belum makan'kan? Kata Ibu pagi-pagi sekali tadi kamu terlihat buru-buru setelah memasak sarapan, aku khawatir kamu melewatkan sarapan jadi ku bawakan makan siang,” sahutnya ceria. Ia menunjukan sebuah tas berukuran sedang pada Aksa yang jelas-jelas tidak bisa menahan senyuman pada bibirnya. Pria itu tidak tahu bahwasanya sang istri bisa bersikap begitu manis seperti sekarang. “Aksa.” Menoleh, pria itu baru saja sadar jika ada Keira di antara mereka. Wanita itu tampak menunjukan wajah

