Alasan

1352 Words

Aksa terdiam, pria itu mengamati lekat-lekat ke arah sang istri yang membuang muka ke arah lain. Menghindari tatapan matanya. “Bisa tatap mata aku sebentar?” pinta Aksa dengan suara rendah. “Buat apa?” sahut Aleena sekenanya. “Aleena.” Mendengar namanya dipanggil dengan nada tegas namun lembut, membuat wanita itu menoleh. Tatapan keduanya beradu sesaat sebelum pada akhirnya Aleena memutuskan kontak lebih dulu. “U-udah, kan? Sekarang kamu minggir, aku mau tidur lagi,” katanya. Ia bahkan mendorong pelan tubuh Aksa dan menepuk-nepuk bantal seolah akan bersiap untuk tidur kembali. Suara pekikan itu tidak tertahankan saat tiba-tiba saja Aksa memeluk dan menjatuhkan dirinya bersama Aleena ke atas kasur. Pria itu mencium bibir sang istri tanpa memberikannya waktu untuk sekadar bernapas at

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD