Chapter 05: Laporan Soal Sean
...
"CHAERYLNNNNNNNNNN!"
Ini masih pagi tapi Hazel udah rusuh aja. Felix yang lagi sarapan berdua sama Chaeryl di kantin segera memberikan tatapan laser pada Hazel. Kurang ajar, si jomblo ini ganggu aja.
Dan lebih kurang ajarnya lagi Hazel nyelip dong diantara tubuh Chaeryl dan Felix.
Felix mau murka tapi di belakang udah ada Sakura dan Dirga yang jadi tim pelindung Hazel.
Felix ngoceh dikit aja digampar sama Sakura, Felix mau nyubit Hazel kena baku hantam sama Dirga. Hazel udah jadi kaya anaknya mereka aja.
Jadinya Felix yang badannya kecil ini cuman manyun sedih doang. Dia pasrah lah Hazel mau gangguin acara datingnya juga.
"Chaeryll, lo tau kan gua kerja?" tanya Hazel heboh, Chaeryl yang sebenernya udah tau aja langsung batuk. Terlalu kaget.
"Iya emang kenapa Han?" tanya Chaeryl.
"Masa semalem Bapaknya Deon ngechat gini dong," Hazel nunjukin ponselnya pada Chaeryl, menunjukan isi chatnya dengan Sean kemarin.
Chaeryl awalnya diem, tapi pas liat isi chat mepet terakhir, dia batuk-batuk.
"Ohok-ohok anjir!" Chaeryl segera meminum aqua miliknya. Sebelum akhirmya dia berteriak. "HAN INI BENERAN KAN?!"
Hazel ngangguk, "Itu kan dari w******p Chae, ya kali gua bohong. Ini bukan aplikasi w******p palsu kaya punya si Kura."
"Oh iya."
Chaeryl memijit kepalanya sendiri, pusing dia tuh. Sebenernya misinya buat dapetin Hazel kerjaan berhasil, banget malah. Toh Sean saudara dari emaknya, ya pasti Sean mau membantunya memberikan perkerjaan untuk Hazel.
Tapi kalo soal Sean yang typingnya bikin baper, sumpah, DEMI TUHAN CHAERYL BARU TAHU. Chaeryl tau omnya alias Sean itu baik, tapi dia ga akan bikin orang lain baper. Tapi apa-apaan dia bilang 'mimpi indah' untuk sahabatnya itu?
"Chae, lo ga bermaksud ngejual Hazel ke sugar daddy kan ya?" tanya Sakura to the point.
Kali ini Dirga dan Felix yang keselek. Si Sakura ini kalo ngomong ga pernah di filter anjir.
"Enggak lah anjir, Kura gua ga sejahat ituu," kata Chaeryl setelah nampol sakura. "yaudah ntar gua ngomong sama Om sih."
"Tapi Chaeryl, jangan bilang kata guaa," Hazel nahan tangan Chaeryl, berucap dengan nada memohon. "gua ga mau dipecat sekarang."
Chaeryl berbalik, dia menatap Hazel dengan lembut. "Lo ga bakal dipecat, percaya sama gua, oke?"
........
"OMMM!" Chaeryl rasanya murka banget sama pria berumur 34 tahun yang ada dihadapannya. Sumpah, murka banget. "OM SERIUS IH, KENAPA OM NGEGODAIN TEMENNYA CHAEE?"
Sean terkekeh kecil dengan poni yang menutupi matanya. Oke ingetin Chaeryl kalo nanti dia mampir ke kantor Sean dia bakal bawa gunting yang gede. Abis gereget sama poninya Sean.
"Om enggak ngegodain kok," kata Sean sembari mengusap dagu. Menatap lurus Chaeryl dengan mata yang ketutupan poni. "om cuman ngasih temenmu perhatian. Emang salah?"
Chaeryl menepuk jidatnya.
Maksudnya dia ngasih Hazel kerjaan di omnya tuh biar Chaeryl bisa ngawasin Hazel. Keamanan Hazel juga akan terjaga karena Chaeryl pikir omnya adalah bos yang tepat dan tidak c***l.
Tapi setelah melihat semua ini, Chaeryl merasa pilihannya salah.
Padahal awalnya Chaeryl hanya berpikir seperti Sakura dan Salsa, dia mau membantu Hazel dengan cara yang sederhana. Karena ketiga manusia itu sangat menyayangi Hazel, apalagi setelah Hazel dikhianati Yohan dan ditikung oleh Hanin yang dulu pernah menjadi temannya.
Tapi sekarang Chaeryl merasa bentuk bantuan yang dia berikan salah.
Salah Chaeryl juga sih kenapa dua hari kemarin sibuk sama pemotretan—soalnya dia ini selebgram. Jadi dia enggak bisa ngawasin langsung kelakukan omnya.
"Salah lah, kalo Hazel baper emang Om mau tanggung jawab?" Chaeryl melototin Sean
Yang dipelototin malah ketawa, terus Sean ngejawab, "Boleh aja sih."
Duh, Chaeryl jadi pengen banget nampol kepala Sean sekarang. Jawaban macam apa itu?
"Om, Hazel itu baru patah hati loh. Jangan bikin dia patah hati lagi ah."
"Kamu mah souzon, siapa yang mau bikin dia patah hati?" tanya Sean. "saya kan maunya jadi obat buat Hazel. Biar ga patah hati."
Chaeryl melotot. "Om, jangan bilang om suka sama Hazel?!"
"Hahaha enggak lah, ya kali."
Tub kan, makin bingung Chaeryl sama omnya. Maunya apa sih ini orang? Deket doang? Ngebaperin doang?
O tidak bisa, Chaeryl enggak akan membiarkan hal itu terjadi.
"Om denger ya. Temen Chae itu orangnya baik, pinter, kriteria guru yang pas. Dan om ga boleh bikin dia baper, om ga boleh ngasih dia harapan palsu, om ga boleh mainin dia, om juga ga boleh nyakitin dia. Ngerti kan om?" kata Chaeryl dengan galaknya. Was was dia sama omnya ini.
"Iyaaa." Chaeryl udah kaya emaknya Hazel aja, Sean pengen ketawa jujur.
"Lagian kalo mau mainin cewek mah ke klub aja atuh. Duit banyak juga."
"Kalo ada yang di depan mata, ngapain om musti ke klub?"
"OMMMM!!!!!"
Sean kok ngeselin sih?
........
Meskipun kemarin digodain sampe hampir sakit jantung, Hazel tetep ngajar ke rumah Sean malam ini.
Sebenernya Hazel males datang sih, apalagi di cape abis ngerjain makalah. Tapi Hazel enggak mau makan gaji buta. 'Yaudah lah cobain bertahan satu bulan.'
"TETEH HAZELL!"
Untungnya hari ini Deon menyambut Hazel dengan hangat. Membuat rasa capek Hazel sedikit berkurang hanya dengan melihat senyuman bocah lucu itu.
"Alo Deon." Hazel menyahut dengan nada lucu. Senang sekali Deon menyambutnya dengan ceria.
Hazel memang suka anak kecil, suka gemes aja liatnya. Apalagi kalo anaknya cakep macam Deon Mana lagi Deon ini tipkal anak yang suka ngegibah, sekarang aja sebelum belajar Hazel harus ngedengerin Deon ngegibah temennya yang dikira hamil padahal masuk angin. FIX TIPE HAZEL BANGET INI BOCAH.
"Deon, kamu kenapa lucu banget sihh?" Hazel nyubit pipi Deon. Abisnya bocah itu terlalu ngegemesinn, apalagi kalo udah mulai ngegibah. "boleh Teteh bawa pulang enggak? Biar teteh bisa liat kamu tiap hari~"
"Enggak boleh dong," tiba-tiba aja Sean nyaut. Sumpah tiba-tiba banget, untung Hazel enggak ngajengkang ngeliat orang itu datang dan duduk disampingnya. "daripada kamu bawa Deon pulang, mending kamu tinggal disini aja, bareng kita?"
"Hah?" Hazel hanya bisa menyahut begitu. Dia bingung mau ngebales gimana lagi, mana sekarang Sean yang biasa ponian malah jidatan.
SENGAJA BIKIN KEWARASAN HAZEL HILANG ATAU GIMANA? GANTENG BANGET ANJIR JIDATAN BEGITU! DEMAGEYA GA NGOTAK INI BAPAKNYA DEON!
"Saya yakin kamu enggak punya gangguan telinga, Zel," Sean menatap Hazel sembari tersenyum manis.
"T-tapi pak. Saya enggak yakin Deon setuju."
"KATA SIAPA?! DEON SETUJU KOK TEH HAZEL TINGGAL DISINI!" Deon angkat suara.
Pada akhirnya Hazel menyesali ucapannya sendiri.
............