Chapter 04: Apes Ketemu Mantan....
Hazel menahan napas selama mobil, sumpah canggung banget. Hazel ga bisa ngomong apapun, sementara itu Sean malah nyanyi.
Nyanyinya lagu Cherrybelle pula.
"Kau adalah incaran hatiku
Ku slalu memperhatikanmu
Tak henti menjadi teman berbagi
Semoga kau rasa apa yang kurasa
Dibalik senyumku ada cinta untukmu
Dibalik matamu ada hati yang menunggu."
'Anjirr Twiboys!' batin Hazel.
Iya sih, lagu yang Sean puter itu coveran, Hazel intip pengcovernya bernama Eclat. Hanya saja Hazel tau itu lagu cherrybelle. Ya orang dulu Hazel twibi.
"Aku diam diam suka kamu
Ku coba mendekat
Ku coba mendekati hatimu
Aku diam diam suka kamu
Semua kan indah seandainya aku bisa memilikimu."
Suaranya Sean ini enak, apalagi pas falsetto. Haduh soft banget. Berasa dinyanyiin sama pacar. Eh.
Kalo ga malu, Hazel udah molor ini mah.
"Bu Hazel," tiba-tiba saja Pak Sean memanggil Hazel.
Hazel yang semula nyenderin badannya ke kursi langsung duduk tegak. Tubuhnya tegang seketika. "Y-ya pak?"
"Kamu ngantuk?" tanyanya.
"Ah enggak kok," Hazel menggeleng dengan cepat. "saya cuman lagi mikirin sesuatu."
Bohong, Hazel bohong.
"Mikirin apa?"
Anjir, kenapa pake nanya sih?
"Mikirin kenapa suara bapak bagus banget?"
"Eh?"
"EHH!" astaga Hazel panik, tadinya cuman mau asal ceplos, tapi Hazel malah mengatakan hal yang enggak-enggak.
Tapi emang suaranya Sean bagus sih.
TAPI KAN GA SEHARUSNYA DIBILANGIN GITU!!!
ANJIR HAZEL MAU RESIGN DARI DUNIA AJA LAH!
Menyadari Sean terus menatapnya, Hazel lantas meminta maaf. "Ah maaf pak, maaf."
"Hahaha kenapa minta maaf?" tanya Sean.
Hazel menggeleng pelan. "G-ga tau."
"Saya cuman ga nyangka kamu bakalan bilang gitu," ucap Sean. "omong-omong makasih ya udah bilang suara saya bagus. Saya jarang denger ada orang yang muji suara saya lagi."
"I-iya," Hazel menghela napas lega. Untung Sean ga mikir macam-macam. "tapi suara bapak emang bagus kok, cocok jadi member ke 10 cherrybelle."
"Hahaahaha ada-ada saja kamu," Sean tertawa renyah. "padahal saya maunya jadi pengganti Morgan."
"Yeh si bapak, kalo jadi member smash mah ntar kasian member lainnya."
"Kenapa emang?"
"Soalnya ntar mereka kelelep, Bapak terlalu ganteng sih."
"Eh?" Sean menatap Hazel heran lagi. Sedangkan yang ditatap lagi-lagi nutup mulutnya. 'Astagfirullah, ini mulut licin amat!'
"Itu—"
"Makasih," lagi-lagi Sean tersenyum. "omong-omong kamu juga cantik pas rambutnya digerai."
MELELEH JANGAN INI?!
........
Setelah 30 menit, Hazel akhirnya sampai di kosan. Memang rumahnya Sean ini jauh dari kosan Hazel, tadi saja Hazel naik ojol sekitar 20 menit. Sekarang jalanan sekitar macet gara-gara ada yang kecelakaan, jadi makin lama.
"Makasih Pak," Hazel membungkukan badannya. "maaf udah ngerepotin."
"Hahaha iya santai aja," Sean tersenyum lebar. "ya sudah. Sana masuk, sekarang udah ma—"
"Hazel!"
Baik Hazel maupun Sean sama-sama kaget ketika mendengar ada seorang lelaki yang menghampiri Hazel.
Lelaki jangkung itu tanpa permisi menarik Hazel. Sedangkan Hazel meronta-ronta. "Lepasin anjir Yoh!"
Sean terdiam melihatnya, dia mau menolong Hazel tadinya, tapi Deon keburu ngechat dan meminta Sean pulang.
Sean masuk kedalam mobilnya dengan rasa bersalah. 'Semoga dia baik-baik saja.'
Sementara itu, Hazel dibawa Yohan ketempat yang cukup sepi, masih dekat kosannya sih. "Apasih?!"
Hazel melotot, risih ketika lelaki yang memakai kemeja hitam itu menatapnya.
"Siapa cowok tadi?" tanya Yohan. Kini tangannya mencengram pundak Hazel. "kenapa lo pulang bareng cowok tadi? Jawab Zel!"
"Grab itu elah." Kurang ajar banget si Hazel, bos sendiri bilang grab.
"Bohong," ucap Yohan cepat. "gua liat kemarin elu ngobrol sama cowok itu di Cafe Dalla. Ga mungkin itu grab."
"Kalo itu bukan grab terus kenapa?" tanya Hazel judes. "kita udah enggak ada urusan lagi, jadi ga perlu ya lo ngerecokin idup gua lagi!"
"Perlu lah! Gimana kalo cowok itu jahat sama elo?!"
"Yang jahat mah elo!" Hazel yang kesel akhirnya nendang kakinya Yohan. Bagusnya sih karena hal itu cengkranan tangan Yohan melonggar. Hazel bisa segera kabur.
Itu yang Hazel pikirkan tapi ternyata Yohan malah menarik Hazel kepelukannya.
Ah sial, Hazel ga bisa ngelawan pula. Tenaga Yohan kan lebih gede."Gua sayang elo," bisik Yohan ditelinga Hazel. Kaki Hazel melemas seketika. "gua takut elo kenapa-kenapa."
"Kalo elo sayang, kenapa elo ninggalin gua? KENAPA?!" bentak Hazel yang mulai terisak. Dia memukukuli d**a Yohan dengan sekuat tenaga. "KENAPA LO MILIH HANIN KETIMBANG GUA?! KATANYA LO SAYANG GUA! ALA--"
"KARENA GUA SAYANG HANIN JUGA ZEL!" potong Yohan dengan cepat.
'b******k!' Hazel benci Yohan. Sangat.
Tapi Hazel lebih benci dirinya yang diam-diam masih mengharapkan Yohan, padahal udah jelas-jelas Yohan selingkuh sama Hanin.
........
Sean hendak tidur soalnya tadi abis mupukin Deon sampe sekarang anaknya malah ngorok, kecapean gara-gara belajar matem apa ya? Tapi seketika dia kepikiran Hazel.
"Tadi sebenarnya siapa sih?" gumam Sean bingung. "pacar? Sodara? Atau rentenir?"
Diam-diam dia khawatir juga sama gadis itu. Takutnya Hazel kenapa-kenapa sih, dia kan cantik. Itu doang.
"Coba Chat kali ya."
Hazel Gurunya Deon
Sean: Halo Bu
Sean: Gimana? Udah sampe kosan kan?
Satu menit, dua menit berlalu belum ada balasan.
Sean jadi panik. Apalagi kemarin Chaeryl bilangnya Hazel itu cukup fast respon kalo dichat.
"Apa dia ga megang hp?" Sean ngeliatin layar ponsel pintarnya. "bales dong. Saya khwatir sama kamu."
........
Hazel udah ada di kosannya, Yohan udah diusir sama Sakura.
Tadi kebetulan Sakura abis dari indomart dan ngeliat sahabatnya lagi dipeluk Yohan.
Langsung lah ada suara ninu-ninu di kepala gadis dengan nama Bunga khas Jepang itu, sakura berinisiatif memukul Yohan dengan sapu yang baru dia beli.
Bodo amat sapunya patah juga, yang penting Sakura bisa bawa Hazel pergi.
Untungnya berhasil. Soal sapu, Sakura yakin Hazel bakal ganti rugi kok.
Setelah di kosan Hazel ga mau cerita apapun sama sahabatnya itu. Dia langsung masuk kamarnya. "Ga usah Kur, gua ga apa-apa. Lo ke kamar aja. Gua mau nenangin diri."
Sakura ga enak sih, tapi kalo itu maunya Hazel dia bisa apa? Gadis itu cuman berharap Hazel baik-baik saja dan bisa koprol lagi besok pagi pas tau Rich Brian update.
Hazel diam dikamarnya ditemani lagu Band fenomenal sejuta umat ketika patah hati, Dmasiv dengan lagunya yang berjudul cinta ini membunuhku
.
Habisnya cinta juga sudah membunuh Hazel. Meskipun Hazel benci mengakuinya.
Tiba-tiba saja ada notifikasi wa, biasanya Hazel mendiamkan ponselnya ketika sedang galau begini. Tapi karena itu Wa dari bapaknya Deon, ga mungkin Hazel diemin gitu aja kan?
Bapaknya Deon:
Sean: Halo Bu
Sean: Gimana? Udah sampe kosan kan?
Hazel: Halo Pak
Hazel: udah kok Pak. Ada apa ya?
Sean: Ah enggak
Sean: Omong-omong ibu enggak kenapa-kenapa kan?
Sean: tadi saya liat ibu ditarik cowok
Sean: maaf saya enggak bisa nolongin ibu
Hazel: Enggak apa-apa kok pak
Hazel: Itu mah cuan temen saya, biasa bercanda dia
Sean: Yaudah kalo begitu
Sean: Ibu jangan tidur kemaleman ya
Sean: selamat malam bu
Sean: semoga mimpi indah
Sekarang Hazel cuman bisa diem. Ngeliat roomchatnya. 'Astaga, kenapa gini sih? Harus bales apa gua?' Lagian kenapa pula ini orang malah meresahkan?
....