Love 41

1289 Words
Sebelum berangkat menuju apartemen member BTL hari ini Reya menyelamatkan diri untuk memeriksakan kandungannya ke rumah sakit ibu dan anak. Ia terbaring di meja operasi, banyak semalam ia memikirkan untuk menggugurkan kandungannya. Dokter kini tengah memeriksa janin di dalam perut Reya ia bisa mendengar suara detak jantung calon buah hatinya. Gadis itu memejamkan mata diikuti suara detak jantung dari janin yang terus ia dengar dan mengusir pikirannya. "Apa anda yakin?" Tanya sang dokter coba meyakinkan kembali apa benar ia ingin melakukan aborsi? Reya terdiam ia mencoba memikirkan kembali apakah akan mempertahankan atau menggugurkan janin di dalam kandungannya. "Sampai saat ini kandungan nyonya sehat sekali lho." Dokter coba meyakinkan lagi jika saja sang pasien ingin mengubah keputusannya. Reya mengangguk ragu, di dalam hatinya Ia juga ingin melihat dan merasakan janin tumbuh di dalam rahimnya. Gadis itu ingin juga merasakan menjadi seorang ibu yang membesarkan seorang anak. Seperti apa yang ia lihat dari sahabatnya Soogi, yang begitu bahagia setiap kali ia bersama Jijji. *** Setelah direktur memutuskan bahwa BTL bisa kembali melakukan kegiatan dan melakukan comeback mereka seperti biasa para member kini telah disibukkan dengan latihan dan juga rekaman yang sempat tertunda. Pengumuman telah dipasang bahwa music video mereka akan tayang sesuai jadwal namun kegiatan show promosi mereka akan ditunda beberapa waktu. Tentu saja seperti biasanya mereka ingin menyajikan yang terbaik bagi para penggemar. Yunki juga mengikuti kegiatan di studio meski tubuhnya belum benar-benar pulih. Pria berkulit putih itu tetap bersemangat untuk mengikuti semua kegiatan yang sempat tertunda. Bahkan seminggu pertama saat mereka mulai melakukan semua hal yang mereka butuhkan untuk comeback, para member atau memiliki waktu yang banyak untuk beristirahat. Semuanya melakukan latihan rekaman baik suara dan video secara maksimal. Agar apa yang mereka sajikan nanti bisa maksimal dan yang terbaik untuk para penggemar. Hari ini adalah minggu terakhir sebelum musik video mereka dirilis. Hari ini juga adalah syuting terakhir mereka waktu sudah cukup larut saat para member tengah dalam perjalanan pulang. Hari ini para squnoid ditemani oleh Reya. Sebenarnya dari pagi hingga sore tadi ada Soogi dan Jijji yang menemani di dorm. Hanya saja karena sang putri kesayangan harus masuk sekolah besok pagi, Soogi memutuskan untuk kembali ke rumah terlebih dahulu. Saat ini Reya dan para gadis quinoid tengah menonton drama di ruang tengah. Hal ini merupakan kebiasaan mereka bertiga. Drama yang mereka tonton kali ini tentang sebuah kisah cerita segitiga, antara si kaya dan si miskin juga perebutan cinta antara atasan dan bawahan. Ya ini adalah drama yang dimainkan oleh Seojin dan Minji. "Sebel kenapa si samchon Seojin nggak sama pacarnya aja sih?" runtuk Bongbong karena di dalam drama tersebut sang Paman lebih memilih bersama wanita lain dibanding kekasihnya yang menemani sebelum Seojin menjadi seorang yang sukses. "Kadang cinta emang gitu bong. Saat kamu pikir dia takdir kita. Tapi, ternyata jodoh orang lain," ucap Reya coba berikan penjelasan kepada Bongbong. Duob menatap Reya dengan antusias. Keduanya selalu bereaksi bersemangat saat mendengarkan sebuah penjelasan apalagi jika yang menjelaskan itu adalah Reya. Makasih kembar akan segera menatap Gadis itu dan menunggu apa yang akan diceritakan atau dijelaskan oleh Reya. "Maksudnya gimana eonni?" tanya Bonbon diikuti anggukan Bongbong. "Tali itu unjungnya ada berapa?" tanya Reya. "Dua?" Jawab duoB kompak. Reya mengangguk, "sama kaya jodoh. Tuhan udah mengikat perempuan dan laki-laki untuk ditakdirkan bersama. Jadi, sekalipun ada penghalang mereka akan tetap terikat dan akan tetap bersatu akhirnya." "Jadi, kita nggak bisa menentukan jodoh?" tanya Bonbon. "Bisa," jawab Reya. "Gimana caranya ?" tanya Bongbong lagi. "Minta sama Tuhan, cuma tuhan yang bisa melepaskan ikatan dan digantikan sama orang yang kita cintai." Reya menjelaskan seraya tersenyum lalu mengusap kepala Bongbong dan Bonbon bergantian. "Kalau Tuhan nggak mengganti jodoh kita?" Tanya Bongbong ia penasaran dengan hal-hal seperti ini tentang cinta dan kehidupan. "Berarti jodoh awal pilihan Tuhan itu yang terbaik dari yang baik. Ngerti?" Kedua squnoid itu menganggukan kepalanya. Setidaknya mereka tahu bahwa Tuhan memberikan jodoh yang terbaik dan pasangan yang terbaik dari yang baik untuk setiap manusia. Pada akhirnya meski manusia yang telah berusaha namun, tetap Tuhanlah yang menentukan hasil akhirnya. Bong-bong kembali menatap televisi menyaksikan drama yang masih terputar. Sementara Bonbon kini bergerak duduk di samping Reya dan mengusap perut wanita itu Bonbon mendekati perut Reya. "Baby, kamu lagi apa?" Tanyanya "Apa yang kamu dengar Bon?" tanya Reya. "Deg deg deg deg, berdetak jantungnya berdetak," jawab Bonbon antusias. "Baby-nya sehat nggak?" tanya Reya lagi. Bongbong, tak mau kalah ia memegang perut Reya. "Detak jantungnya cepetan banget. Apa dia laki-laki?" "Belum bisa ketauan nanti kalau udah lebih besar baru bisa ketauan dia laki-laki atau perempuan," jawab Reya. "Sekarang kalian tidur gih, hari ini semua pulang appa sama samchon kalian sebentar lagi sampai. Jadi aku nanti pulang ya." DuoB mengangguk dengan ragu. Kemudian berjalan ke toilet sebelum mereka tidur. Reya kembali menonton drama. Ia kemudian melihat ke arah pintu sepertinya tadi ada seseorang yang masuk lalu Gadis itu berjalan keluar memilih mencari tahu apa benar ada seseorang yang masuk ke dalam. Mungkin saja itu adalah suruhan profesor Sam yang masih belum puas untuk mencari tahu tentang squinoid. *** Minji baru saja pulang shooting ia berjalan masuk ke halaman rumahnya dan melihat seseorang di sana duduk dan menunggu. "Chagiya? Kok nggak pulang? Nggak capek?" Tanyanya pada Namjun yang duduk di bangku halaman yang ada di depan rumahnya. Namjun berdiri dan mengeluarkan bunga liar yang ia petik sebelum sampai di rumah Minji. Minji menerima sambil tersenyum malu. Sebenarnya pria dengan lesung pipi itu ingin memberikan yang terbaik untuk kekasihnya hanya saja Ia lupa untuk membeli karena terburu-buru berangkat ke rumah kekasihnya. Tentu saja itu terjadi karena pria itu begitu merindukan Minji yang tak sempat dia temui selama dua minggu belakangan akibat kesibukannya. "Aku mau beli bunga cuma tadi lupa. Jadi aku keliling taman sekitar sini buat cari ini." Namjun berucap ia takut gadis yang ia sayangi itu kecewa "Terima kasih," ucap minji. "Ini lebih berharga kok, soalnya kamu nyari ini dengan susah payah." Cup Minji mengecup pipi kekasihnya itu membuat Namjun segera memeluk Minji. Pria itu memeluk kekasihnya dengan erat setelah rasa rindu yang tak tertahankan selama lebih dari 240 jam. "Jangan di sini, malu Jun," rengek Minji, tapi Namjun tak mempedulikannya. Yang terjadi malah pria itu semakin mengeratkan pelukannya kepada kekasihnya. "Kalau di dalam bisa lebih lebih, jadi di sini aja. Aku kangen kamu. Tapi, aku harus buru-buru balik lagi." Ucap Namjun manja. Tentu saja ada kalanya pria menyandarkan diri kepada orang yang ia kasihi sebagai pelepas lelah. "Iya, istirahat sana jangan sampai kamu sakit. Saranghae," ucap Minji ia memegang wajah Namjun kemudian mengusap pucuk kepala pria di hadapannya. "Nado saranghae. Kita nikah yuk?" Minji melepaskan pelukannya, dan menatap Namjun mencoba meyakinkan apa yang ia dengar tadi. "Setelah comeback ini, hmm?" Tanya Namjun lagi. "Jangan bercanda Jun," sahut Minji masih tak menganggap ucapan Namjun tadi sebagai hal yang serius. "Aku serius, aku udah punya semua. Dan semua mungkin akan habis dan berakhir. Sementara aku butuh sosok yang bisa bikin aku bahagia hari ke hari dan itu kamu Minji. Lagian aku bosan, tiap bangun tidur liat muka Tae." Namjun menjelaskan. Minji mengangguk, meskipun lamarannya sama sekali tak romantis. Dan bukan itu yang penting, tapi keberanian Namjun untuk bisa menerima semua kekurangannya. Keberanian Namjun untuk mengambil keputusan besar ditengah karirnya yang masih berada di puncak. "Bukannya aku nggak mau tapi untuk saat ini masih ada yang lebih penting daripada itu yang ingin aku capai. Kamu ngerti kan maksud aku?" Namjun mengangguk, tentu saja ia mengerti apa yang dikatakan Minji. Kekasihnya itu baru saja memulai karirnya dan Namjun juga sangat yakin bahwa Minji berkeinginan mengembangkan karirnya lebih baik lagi. Tentu saja pria itu memaklumi. Karena ia juga pernah berada pada fase di mana awal BTL dulu meniti karir. Namjun begitu menggebu untuk membesarkan grup band yang kini membawanya pada pencapaian-pencapaian yang luar biasa. "Aku ngerti dan akan menunggu kamu."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD