Ke enam member BTL kecuali Namjun malam ini telah menyelesaikan latihan mereka. Kini semuanya tanggal duduk di lantai studio setelah seharian tadi mereka benar-benar berlatih untuk tampil pada acara show promo mereka. Sang leader telah pergi terlebih dahulu untuk menemui Minji.
Kemudian Tae bangkit. "aku mau nemuin Soogi dulu." Katanya kemudian berjalan ke luar studio.
Belum sampai ke luar, Jimmy segera berlari mengejar sahabatnya itu. Tentu saja Jimmy ingin menemui Reya. Keduanya kemudian segera berjalan menuju parkiran bawah tanah untuk segera kembali ke dorm. Perjalanan malam begitu lancar karena hari sudah cukup larut. Mungkin malam ini para pekerja yang biasa memadati jalanan sudah kembali ke rumah masing-masing setelah penat bekerja seharian.
Tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di apartemen. Tae dan Jimmy segera berjalan menuju apartemen mereka. Langkah Tae terhenti saat ia membaca balasan pesan Soogi. Sementara Jimmy tetap melangkahkan kakinya.
Langkah kaki pemilik mata sayu itu terhenti ketika ia mendengar Bonbon bertanya tentang bayi dalam kandungan Reya. Jimmy menahan tangannya untuk tak memegang engsel pintu ia berdiri mematung di balik pintu mendengarkan pembicaraan ketiga gadis yang tengah membahas tentang janin yang ada di dalam perut Reya.
Saat itu Tae berjalan masuk Jimmy menatap sahabatnya itu Dan meletakkan jari telunjuknya di bibir agar ia tak berbicara apapun. Tentu saja si pemilik senyum kotak itu menurut dan ikut mendengarkan apa yang sedang didengarkan oleh Jimmy. Tae menatap Jimmy dengan bahagia karena ia merasa akan memiliki anak bersamaan dengan Jimmy. Dan menurutnya itu akan menyenangkan.
Hanya saja kini Tae merasa ada yang janggal dengan tatapan mata dan raut wajah Jimmy. Jimmy kemudian mengajak sahabatnya itu berjalan ke luar menuju pintu darurat.
***
Malam hari Soogi terbangun karena seseorang menekan bel pintu rumahnya. Ia segera bangun dan berjalan ke luar. Sogi melihat dari layar interkom siapa tamu yang datang ke rumahnya dini hari sekali. Dia melihat wajah kekasihnya di sana.
"Tae?" Soogi menatap dengan bingung.
Soogi membukakan pintu lalu membiarkan Tae berjalan masuk dengan wajah yang murung. Dalam hatinya bertanya Ada apa dengan pria itu?
"Kenapa?" Tanya Soogi khawatir.
"Nun, aku janji aku akan jadi orang yang bertanggung jawab. Untuk kamu untuk anak kita. Aku janji," ucap Tae Soogi.
"Iya, tapi kamu kenapa? Muka kamu masam gitu?" Tanya Soogi lagi Iya masih penasaran mengapa Tae terlihat begitu marah dan kesal ketika datang.
"Nggak apa-apa nun, aku numpang tidur di sini ya. Aku tidur di ruang tamu nggak apa-apa." Tae kemudian duduk di sofa menata bantal dan ia merebahkan tubuhnya.
"Iya tidur di kamar tamu aja. Kamu udah makan?" Tanya Soogi khawatir.
Tae mengangguk, "aku udah makan dan sekarang cuma perlu tidur Nun."
"Yaudah kamu istirahat. Aku ambilin selimut." Kata Soogi kemudian berjalan menuju kamarnya untuk mengambil selimut yang akan Ia berikan Tae.
Tak lama Sogi kembali melihat pria dengan senyum kotak itu telah memejamkan matanya terlelap. Tae terlihat begitu lelah karena memang dua minggu ini member BTL berlatih keras untuk mempersembahkan comeback terbaik mereka.
Soogi menyelimuti tubuh Tae, kemudian ia merapikan rambut pria itu setelahnya kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Saat Soogi salah kembali ke kamarnya Tae kembali membuka matanya ia menghalang nafas kasar terlihat begitu marah dan kesal.
Hubungan Tae dan Soogi berjalan cukup baik dan lancar pria itu memutuskan akan memberitahu tentang hubungannya dan juga keputusannya untuk menikah setelah comeback mereka berakhir. Sesuai dengan jadwal yang telah dibuat untuk BTL dalam comeback kali ini mereka akan melakukan promosi selama 1 bulan. Setelah 1 bulan berlalu dan semua jadwal telah selesai dijalankan maka pria pemilik senyum kotak itu memutuskan akan memberitahu pada dunia tentang hubungannya.
Jelas ini akan menjadi sebuah pro dan kontra yang hebat di antara kalangan penggemar dan juga masyarakat. Apalagi image yang dibuat BTL kini bukan hanya bagi masyarakat Korea saja tetapi juga dunia. Hanya saja tapi percaya bahwa ia harus bertanggung jawab dengan kesalahan yang sudah ia lakukan maka keputusannya sudah bulat bahwa ia akan menikahi Soogi dengan segala pro kontra yang pasti akan terjadi.
Pagi hari Jijji berjalan mendekati calon ayah sabungnya membangunkan pria yang tengah tidur dengan memeluk bantal dan meringkuk di sofa besar di ruang tengah. Jijji menggoyangkan tubuh Tae.
"Om Tae bangun," panggil Jijji sambil menggoyangkan tubuh besar yang masih terlelap di hadapannya.
Tae bergerak memalingkan wajahnya ke arah gadis kecil itu kemudian ia tersenyum. "Jijji udah bangun?"
Jijji anggukan kepala. "Kata ibu om disuruh pindah ke kamar aku."
Tae mengangguk, Iya kemudian berdiri sementara Jijji menggandeng tangan Tae berjalan menuju kamarnya. Pemandangan itu begitu lucu membuat Soogi yang sedang memasak tertawa geli. Tae berjalan dengan menyelimuti wajahnya, sementara Jijji dengan tubuh yang lebih mungil menggandeng tangannya seolah menuntun pria tua.
"aigo, gemas banget," kekeh Soogi dan Tae. hanya melambaikan tangannya ia masih mengantuk.
Sebenarnya wanita itu masih begitu penasaran tentang alasan mengapa Tae datang ke rumahnya larut malam dengan wajah yang begitu marah. Hanya saja ia memilih untuk tak bertanya lagi dan akan menunggu sampai Tae mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
***
Pagi-pagi Minmin sudah sampai di apartemen BTL. Ia segera berjalan masuk kedalam dan berjalan ke dapur. Minmin berniat membuatkan sosis goreng, juga omelette. Tapi, ia sudah melihat Bongbong dan Bonbon yang sedang memasak.
"Kalian masak apa?" tanya Minmin.
"Sup kari, gorengan lokio, sama ikan makarel goreng." Jawab Bonbon.
"Semua butuh makanan bergizi. Bukan cuma sosis dan telur omelette." Timpal Bongbong.
"Uhuk," Minmin sampai tersedak udara karena mendengar ucapan sindiran Bongbong. "Emang kalian bisa?" Tanya Minmin.
"Bisa dong," ucap duoB bersamaan.
Tentu saja keduanya telah bisa memasak banyak masakan setelah diajari oleh Reya dan Soogi. Karena keduanya adalah gadis ajaib hal itu menyebabkan Bonbon dan bongbong begitu mudah menghafal mencerna dan juga mempraktekkan kembali apa yang telah mereka lihat dan mereka dengar. kedua garis kembar itu diajari memasak aneka makanan sehat untuk disajikan ke para member BTL yang memang membutuhkan makanan sehat sebagai stamina mereka yang kini tengah disibukkan oleh banyak kegiatan.
Bkan hanya memasak tetapi kedua Gadis itu juga telah bisa untuk melakukan kegiatan rumah seperti menyapu mengepel dan juga mencuci pakaian. Dehingga meskipun apartemen BTL mendapatkan perawatan dan juga kebersihan khusus yang mereka dapatkan dari Staf apartemen, kedua squinoid itu juga turut serta membantu membersihkan dan menjaga kerapihan setiap ruangan. Kedua Gadis itu bisa mengetahui dan mengingat letak-letak benda dengan baik seperti semula sehingga susunan benda-benda yang berada di apartemen tak ada yang berubah.
"Kita itu belajar eonni," kata Bonbon menyombongkan dirinya.
"Eonni, belajar juga dong. Kesian samchon Jeon-gu kalau makannya cuma sosis sama telur." Sindir Bongbong serius gan terdengar seperti sebuah penghinaan yang hakiki untuk Minmin.
"Nggak apa-apa, yang penting samchon sayang sama Minmin." Bela Jeon-gu yang tiba-tiba datang dan merangkul Minmin.
"Iya kalau eonni bisa masak pasti lebih sayang lagi. Ya kan bong?" Tanya Bonbon yang kini menatap dengan tatapan meremehkan Minmin.
Bongbong mengangguk setuju, setelahnya kedua gadis squinoid itu kembali melanjutkan kegiatan memasak mereka meninggalkan Mimin yang kini tengah kesal karena apa yang dikatakan keduanya tadi. Sementara Jeon-gu memulai kepala kekasihnya agar ia tak terlalu kesal atas apa yang dikatakan para gadis kembar tadi.
"Udah jangan kamu pikirin aku tetap sayang kamu kok walaupun kamu masakin aku sosis dan omelet doang."
Bukannya merasa lebih baik, kini Mimin menatap ke arah kekasihnya dengan kesal seolah Ia juga mendapat cemoohan dari Jeon-gu. Mimin berdetak kemudian meninggalkan Jeon-gu untuk melakukan kegiatan di dapur. Tentu saja apa yang dilakukan Mimin membuat pria itu menjadi bingung. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal kemudian memutuskan untuk berjalan menuju lemari pendingin dan meneguk air dingin.
Saat itu Jimmy baru saja pulang. Wajahnya terlihat tak baik entah semalam Ia tidur di mana. Pria itu kemudian berjalan menuju kamarnya.
"Hyung, dari mana Tae Hyung mana?" Tanya Jeon-gu.
Jimmy bahkan tak menjawab pertanyaan dari si bungsu ia memilih terus berjalan menuju kamar untuk segera beristirahat.
"Loh, ada apa nih?" Tanya Jeon-gu bingung.