Flo sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kampus saat Ry keluar dari kamarnya juga sudah rapi.
"Aku akan mengantarmu mulai hari ini," ujarnya yang membuat Flo terkejut menatapnya.
"Tidak perlu, aku tak ingin menganggu pekerjaanmu yang begitu penting."
"Jangan menyindir, Flo, karena itu tak sesuai untukmu," ujarnya dingin.
"Aku tak menyindir Kak sebab aku tahu pekerjaan Kakak memang penting," cicitnya semakin kecil saat Ry memelototinya.
"Maaf, Ry," ujar Flo takut saat tahu di mana letak kesalahannya.
"Naiklah ke mobil dan aku tak ingin dibantah. Mulai sekarang aku akan mengantarkanmu dan saat pulang sopir akan menjemputmu."
"Ya," pasrah Flo karena tak akan menang melawan diktator itu.
***
Pulang dari kampus dan setelah memiliki waktu luang ia duduk diruang santai dan bermaksud menelepon Jeff. Sudah lama ia tak menelepon Jeff sebab sejak menikah dengan Ry, ia memang membatasi hubungan mereka tapi dirinya sungguh merasa bosan saat ini.
Ia menekan nomor Jeff sekaligus ingin menanyakan kabar orang tuanya juga kedua mertuanya karena jika dia menanyakan langsung pada mereka. Maka kalau sedang sakitpun mereka tak akan memberitahunya.
Pembicaraan sejenak Flo malah berubah jadi sedikit lebih lama dari rencananya karena sudah bersahabat sejak kecil dengan laki-laki itu membuatnya sudah terbiasa berbincang-bincang dan bercanda.
Hingga ia mendengar mobil Ry yang memasuki halaman rumah dan ia menyelesaikan teleponnya untuk menyambut suaminya.
Walau pernikahan mereka hanya status saja tapi ia tak pernah melalaikan tugasnya sebagai istri. Memastikan suaminya sudah pulang, mandi dan makan sebelum ia tidur.
Dirinya sedikit terbelalak saat Ry masuk dari pintu tidak hanya sendirian tapi merangkul seorang wanita dan setelah itu menyusul beberapa teman-temannya yang lain di belakangnya.
"Siapa, Ry?"
"Adikku," ujar Ry menatap Flo dingin.
Flo hanya bisa bergeming dan merasa sakit hati. Meski pernikahan mereka hanya status tapi ia tak terima jika laki-laki itu membawa kekasihnya ke rumah mereka.
Dengan marah ia ke kamar dan membanting pintu di sana sebab jika ingin melawan Ry dirinya masih tak berani melakukannya.
Keesokan harinya ia harus menunggu laki-laki itu hingga larut malam baru dia pulang dan dengan bau alkohol diseluruh tubuhnya tapi Flo masih tak protes dan kali ini membantu Ry ke kamarnya dan mengganti pakaiannya.
"Apa kita akan berpisah Ry nantinya?" tanya Flo memberanikan diri suatu pagi.
"Apa kamu berharap untuk berpisah?"
"Tidak."
"Jadi apa maksudmu?"
"Lupakan saja."
"Aku bisa menceraikanmu tapi kamu tak akan bisa menceraikan aku. Mengerti?!"
"Ya," jawab Flo meski ia tak mengerti.
Semua itu terus berlanjut hingga akhirnya Flo tak tahan lagi saat Ry terus pulang dalam keadaan mabuk dan ia harus kerepotan mengurusinya.
"Bukankah seharusnya tak saling merepotkan tapi sepertinya dia melanggar aturannya sendiri," gerutu Flo kesal.
Ingin ia merendam kepala laki-laki itu di air untuk menyadarkannya dan dirinya sedikit heran walau tak begitu mengenal Ry tapi ia tak pernah melihat Ry seperti ini seperti manusia yang tak memiliki iman.
***
Saat ini Flo sedang menekuni buku di hadapannya dan berusaha berkonsentrasi walau dengan musik yang terdengar dari luar. Akhirnya ia menyerah dan kemudian keluar untuk mencari minuman.
Dirinya sedikit terkejut saat menemukan seorang wanita duduk begitu dekat dengan Ry dan mereka hampir berciuman. Dengan wajah merah padam kemudian ia kembali ke kamarnya.
"Aku benar-benar tak dianggap di rumah ini," batinnya kesal. "Baiklah jika begitu."
Flo keesokan harinya mengajak teman-temannya untuk mengerjakan tugas di rumahnya. Beberapa kali mereka datang dan dirinya merasakan jika ia sedikit bahagia saat ini. Jika laki-laki itu boleh mengajak temannya untuk datang ke rumah tentu saja ia juga boleh bukan tapi ternyata dugaannya salah.
Siang itu ia sedang bersenda gurau bersama teman-temannya saat tiba-tiba Ry pulang dan tampak sangat marah. Flo sedikit bergidik ngeri melihatnya dan begitu juga teman-temannya.
"Siapa, Flo?" tanya Karla temannya.
"Oh, ya, semuanya perkenalkan ini kakakku, Ry," ujar Flo tersenyum. Entah keberanian dari mana yang membuat dia berani menyatakan perang dengan laki-laki itu. Jika dia bisa memperkenalkan dirinya sebagai adiknya, tentu saja ia juga bisa memperkenalkan suaminya sebagai kakaknya bukan. Sejenak Flo tertawa sinis di dalam hatinya.
"Sejak kapan aku mengizinkan kamu membawa teman-temanmu di rumah ini?!" tanya Ry marah.
Hal itu tentu saja membuat teman-teman Flo ketakutan mendengarnya dan tanpa diusir pun mereka melarikan diri dengan segera dari rumah itu.
"Apa maksud pertanyaanmu barusan?" tanya Flo masih dengan sabar saat teman-temannya sudah pergi.
"Aku tidak suka bocah-bocah ingusan seperti mereka berkeliaran di rumahku."
"Bocah-bocah ingusan itu teman-temanku dan aku hanya mengerjakan tugas saja bersama mereka."
"Yang aku lihat di CCTV tidak seperti itu," sindir Ry tajam.
"Apa maksudmu?"
"Lihatlah di sana," ujar Ry sambil menunjukkan sudut-sudut rumah di mana terdapat titik merah yang berkerlip-kerlip.
"Jadi selama ini kamu mengawasiku?!" tanya Flo mulai merasakan emosinya naik.
"Iya, aku tak ingin kamu berbuat yang aneh-aneh di rumah ini."
"Jika kamu lupa kita tidak boleh mencampuri urusan satu sama lain dan kita bebas melakukan apapun," ujar Flo dan berbalik ingin meninggalkan Ry di sana.
"Aku belum selesai bicara!"
"Aku ingin istirahat."
Dengan marah Ry mencekal lengan Flo hingga kembali menghadap padanya.
"Lepaskan!" berontak Flo dan dirinya beringsut menjauh dari Ry saat laki-laki itu melepaskannya.
"Mulai hari ini aku tak mau lagi teman-temanmu datang ke rumah ini."
"Itu tidak adil!"
"Keputusanku adalah final dan aku tidak menerima bantahan."
"Aku tidak mau mengikutinya!" balas Flo tak mau mengalah sebab sudah cukup ia mengalah selama ini.
"Jika kamu terus membantah aku bisa membawa wanita tidur bersamaku di rumah ini."
Ucapan Ry membuat Flo tersentak mendengarnya dan saat rasa terkejutnya menghilang perlahan kemarahan melingkupinya.
"Jika kamu melakukan itu aku akan mengadukannya pada orang tua kita."
Ry tertawa mendengarnya kemudian berjalan mendekat pada Flo yang seketika ketakutan melihatnya.
"Aku tahu kamu tak mungkin akan melakukan hal itu. Kamu terlalu baik untuk mengadukan aku pada mereka."
"Coba saja, Ry. Saat seseorang sudah sampai diambang batas kesabarannya mungkin saja hal itu akan terjadi," cicit Flo semakin pelan berjalan mundur menjauhi Ry dengan jantung yang berdebar-debar saat dia berjalan semakin dekat padanya.
"Jadi apa maumu agar kamu menuruti perintahku?!" tanya Ry sambil menatap tajam kedua mata Flo.
"Jika kamu ingin aku tak mengajak teman-temanku maka kamu juga harus melakukan hal yang sama."
Hingga tubuh Flo terjebak di meja dan ia tak bisa melangkah mundur lagi.
Ry mengangkat dagu Flo menghadapnya dan ia menatap wajah istrinya yang saat ini memejamkan matanya dengan erat.
"Tatap aku!"
Dengan perlahan Flo memberanikan dirinya membuka mata dan menatap balik pada Ry. Mereka terpaku menatap satu sama lain dan Flo tak tahu apa yang ia rasakan saat ini tapi ia merasakan serangan rasa panik.
Apa dia akan menciumku? Tapi itu tidak mungkin.
"Apa kamu cemburu?" tanya Ry berbisik di depan bibir Flo.
"Kita tak memiliki perasaan satu sama lain jadi kenapa aku harus cemburu? Aku hanya tak suka jika tak dianggap di rumah ini," ujar Flo.
Ia bisa merasakan tatapan marah Ry padanya dan genggaman tangannya yang semakin erat didagunya.
"Sakit, Ry," ujar Flo mencoba melepaskan sentuhan Ry padanya.
"Meski tak ada perasaan apa-apa di antara kita tapi ingat Flo kamu sudah menjadi milikku dan jika aku ingin meminta hakku maka aku berhak mendapatkannya," ujar Ry melepaskan Flo dan kemudian pergi dari sana dengan marah.
Flo hanya bisa menatap punggung laki-laki itu tak mengerti dan saat ingat ucapan laki-laki itu ia sedikit panik mendengarnya.
***
Malam tiba dan Flo masih dengan setia menunggu kepulangan suaminya tapi hingga jam 12 malam laki-laki itu tak juga pulang.
"Ke mana sih dia?" tanya Flo sedikit kesal hingga ia mendengar pintu terbuka dan Ry muncul dari sana dengan mabuk. Harusnya ia sudah bisa menebak jika pasti akan menemukan laki-laki itu kembali mabuk-mabukkan lagi.
Dengan cepat Flo menghampiri suaminya yang berjalan dengan goyah kemudian ia membantunya untuk sampai ke kamar dengan susah payah.
"Ry, bantu aku, tubuhmu berat sekali," ujar Flo dengan susah payah membalikkan badan Ry yang akan ia buka pakaiannya untuk diganti dengan yang baru.
Ia begitu terkejut saat Ry menariknya hingga dirinya terjatuh menimpa tubuh suaminya. Belum habis rasa terkejutnya, Ry kembali membalikkan tubuhnya hingga Flo berada di bawahnya dan Ry menindihnya.
"Kamu sangat cantik," bisik Ry di telinga Flo yang membuat ia merasakan gelenyar aneh karena hembusan napas laki-laki itu.
"Ry, berat tubuhmu akan membunuhku tolong minggirlah," ujar Flo. Tapi Ry bergeming dan malah menarik kedua lengan Flo yang berusaha mendorongnya ke atas kepalanya.
"Kamu mau apa?" cicit Flo saat Ry memerangkap lengannya dengan satu tangan laki-laki itu sedangkan tangan yang lain menangkup pipinya.
Flo tak bisa mengendalikan debar di jantungnya dan dirinya sungguh ketakutan saat ini.
"Ry__"
Ucapan Flo tak terselesaikan karena Ry membungkam bibirnya dengan bibir laki-laki itu dan ia hanya bisa terbelalak terkejut tak menyangka. Sebab bagaimanapun ini adalah ciuman pertama untuknya.
Ry memagut perlahan bibir itu, menghisap dan menelusurinya dengan lidahnya hingga Flo merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Ia berusaha bicara tapi hanya gumamannya saja yang terdengar. Dirinya juga tak bisa memberontak sebab Ry memerangkap tubuhnya.
Saat Ry selesai menciumnya ia menarik napas dengan cepat tapi hal itu hanya sesaat saja sebab laki-laki itu kembali menciumnya.
Sampai pegangan Ry pada lengannya terlepas dan ia akhirnya mengetahui jika suaminya sudah tak sadarkan diri.
Flo sedikit lega karenanya dan dengan perlahan ia mendorong tubuh Ry dari atasnya. Saat Ry sudah berbaring di sana, ia hanya menyelimutinya dan bergegas kabur dari sana membatalkan niatnya untuk mengganti pakaian Ry.
Sesampainya di kamar ia kembali memikirkan ciuman itu. Ry pasti mengira jika aku kekasihnya, batinnya setelah menyerah memikirkan kenapa suaminya sampai menciumnya.
***
Jangan lupa klik love & komentnya jika suka dan kalian juga akan mendapatkan notifikasi saat saya update new part. Thx ^^