BAGIAN-08

1125 Words
Orang yang pertama kali Bintan lihat saat membuka pintu adalah, Hanna. Perempuan sedang berdiri sembari menyinlangkan tangannya di depan d**a. Bintan memutar bola matanya malas, sembari berjalan cepat melewati Hanna. Namun lengan Bintan di tahan oleh Hanna. Bintan menghembuskan nafasnya. Dia melepaskan tangan Hanna kasar, "Loe gak usah megang-megang, gue!" ucap Bintan kasar, "Gak sudi gue di pegang sama cewek murahan kayak loe!" Hanna menatap Bintan sangat tajam. Kalau saja emosinya tidak terkontrol, bisa-bisa Hanna akan menampar Bintan karena ucapannya. "Jaga omongan loe!" Hanna menunjuk Bintan tepat di depan wajah perempuan itu. Bintan tertwa. Tepatnya tertawa meremehkan. Dia memutar bola matanya angkuh, sembari melipat kedua tangannya di depan d**a, "Bukan omongan gue yang harus gue jaga. Tapi sifat loe yang harus loe rubah!" Bintan berucap seolah dia mengingatkan Hanna tentang perbuatannya di masa lalu. Bintan segera berlalu dari hadapan Hanna. Berlama-lama dengan Hanna, membuat Bintan berdosa. Tapi langkah Bintan tiba-tiba saja terhenti di anak tangga keempat karena pernyataan yang di sampaikan Hanna. "Gue cuma mau kasih tau aja, kalau lusa oma akan datang ke sini." ujarnya, "Loe pasti tau apa yang oma harapkan dari loe dan gue!" sambungnya. Hanna balik badan dan tersenyum sinis ke arah Bintan, "Dan gue yakin seratus persen, lusa nanti loe membuat buat oma kecewa, Bintan!" Bintan mencoba menahan dirinya. Dia kembali melangkahkan kakinya secapat mungkin, hingga dia memasuki kamarnya dan membanting pintu kamarnya keras. Dari bawah Hanna tersenyum bahagia melihat adik tirinya itu menderita. Bahkan dia mau lebih dari ini. Hanna akan membuat semua orang merendahkan Bintan. Dan dia sudah berhasil melakukan itu kepada ayahnya, yang notobenenya adalah ayah kandung Bintan sendiri. Dan lusa, dia juga akan membuat oma tirinya merendehkan Bintan-cucu kandungnya sendiri. Loe gak akan pernah menang dari gue, Tan. Loe di lahirkan sebagai pencundang, dan loe juga harus mati sebagai pencundang. "Hanna?" Wanita itu terkejut saat mendengar suara orang yang menyebut namanya. Dia menoleh dan mendapati Rayn sudah berada di sampingnya dengan senyuman yang lebar. Hanna berusaha mengunah mimik wajahnya menjadi sosok Hanna yang selalu kelihatan baik dan bersahabat. Dia memeluk ayahnya erat, "Hai, Pa." sapa Hanna balik. "Kamu ngapain berdiri di sini?" tanya Rayn, "Mama mana?" "Ha? Eh, iya itu, Mama ada di kamar." jawab Hanna kelabakan. "Oh ok. Papa naik dulu." Hanna tersenyum sebelum ayahnya itu pergi meninggalkannya. Dia menghela nafasnya karena Ryan tidak curiga sedikitpun dengan dia. "Untung gue pandai akting." dumelnya sembari berjalan menuju kamarnya di lantai dua rumah itu. ****** Bintan menjatuhkan bokongnya di atas tempat tidur, tanpa berniat untuk mengganti seragamnya terlebih dahulu. Belum juga masalahnya dan El selesai, sekarang sudah ada aja masalah yang baru. Dan menurut Bintan masalah ini cukup memusingkan. Dia menghembuskan nafasnya lelah. Sepertinya seharian ini dia tidak pernah berfikir tenang. Selalu aja ada yang membuat pikirannya kacau seperti ini. Bahkan hal yang gak seharusnya jadi masalah, bisa jadi masalah. Lusa omanya akan datang ke sini. Tentu tidak ada masalah tentang hal itu. Yang jadi masalah adalah, tuntutan omanya yang membuat Bintan pusing. Tuntutan yang sederhana tapi ribet. "Sumpah!" Bintan frustasi sekarang, "Gue capek mikirin semuanya! Mulai dari tadi pagi lah, tadi sore lah, dan sekarang?" jeda, "Oh Tuhan! Bahkan gue binggung harus nyelesaiin yang mana dulu." Bintan berdiri dari duduknya. Bukan hanya pikirannya yang gerah sekarang, tapi tubuhnya juka ikutan gerah, "Tau ah! Pusing gue!" Bintan beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Berandam beberapa menit di bawah air mengalir kayaknya bisa membuat pikirannya tenang untuk sesaat. Ya! Itu cukup baik. . . . . . Setelah menghabiskan waktu hampir satu jam hanya untuk mandi, akhirnya wanita selesai dan tubuhnya kelihatan cukup segar. Sudah jam sembilan malam. Dia langusng menyusun buku pelajarannya untuk besok dan juga mengerjakan tugas-tugasnya yang sejujurnya tidak dia mengerti sedikitpun. Setelah semuanya selesai, Bintan meregangkan otot-ototnya dan beralih mengechek ponselnya. Sudah banyak notifikasi yang masuk di ponsel Bintan. Mulai dari line, BBM, WA, i********: dan semua sosial media yang perempuan itu punya. Pertama kali dia membuka linennya. Di sana sudah ada beberapa pesan masuk yang di abaikan oleh Bintan. Bella Gracia (4) Bintan! Woii! Issh, sih anak! Loe di mana sih? Sabintan Yeselin Apaan? Maappp, gue baru buka line. Karina Tiara (6) Tan! Bintan! BINTAN! Gue marah sama loe! Ish, belom di read juga! GUE MAU CURHAT BINTAN! Sabintan Yeselin Maapppp, gue baru read. Mau curhat apa loe? Jose Anwar (1) Darian Kstaria (2) Salsa Feronika (3) SebelasIPAsomplak (999+) Bintan malas untuk membuka room.chat teman-temannya yang lain. Dia sudah tau pasti yang mereka kirim hanya pesan-pesan gak penting. Dan itu selalu terjadi setiap hari. Bintan beralih ke akun instagramnya. Dia sudah lama tidak membuka aplikasi yang semua orang punya itu. Kalau di hitung-hitung, sudah hampir seminggu Bintan tidak membuka i********:. Bintan termasuk anak yang populer di i********:. Banyak yang kenal dengan dia sebagai Bintan, bukan sebagai Bintan pacar El. Mungkin hanya teman-teman sekelasnya yang tau kalau Bintan pacar El. Selebihnya, mereka taunya El adalah pacar Daniella. Bahkan sekolah-sekolah lain juga banyak yang kenal dengan El, karena El termasuk laki-laki popler. SabintanYesHns 30 Posts 10k followers 70 following Sedangkan El jauh lebih populer di i********:. Ya iyalah, siapa yang tidak mengenal El? ElnathanPutra_Wjy 5 posts 320k followrs 160 following Karena berhubung dia sedang membuka i********:, akhirnya dia jadi kepo dengan i********: El. Jujur, dia sudah jarang melihat i********: pacarnya itu. Dia juga lupa kapan terakhir kalinnya dia ngestalk IGnya, El. Dan malam ini, she wants to do that. ElnathanPutra_Wjy Liked 45.234 others ElnathanPutra_Wjy London ☔ View all 318 comments dewi.sekar11 kak, El? London ada apaaa? Junitaptr Liked 89.162 others ElnathanPutra_Wjy my world! View all 1225 comments DaniellaClox my world too, baby. Shaniaa11 gue tunggu di club lain waktu! Liked 97.211 others ElnathanPutra_Wjy takken by @Revannaldo View all 1767 comments Geishatlt dari belakang aja kece,anjirrrtt Nabilaaspthy buat gue aja boleh,Gak? Liked 117.210 others ElnathanPutra_Wjy fu*k! View all 2321 comments ChikaKirantt ya Allah! Tobat kak. VerinkaGrs bad boy idaman, ajirr! Yang sok suci minggir! Liked 213.321 others ElnathanPutra_Wjy @DaniellaClox View 2932 comments Bebiyrtuli patah hati! f**k! DaniellaClox love you! Bintan diam di tempat saat melihat postan El paling bawah. Dulu waktu Bintan ngestalk i********: El, foto itu tidak ada. Dan dulu, foto El tidak sesikit itu. Berarti, El baru saja menghapus semua foto instagramnya dan membuat feed baru. Dan foto itu berhasil menyayat-nyayat hati Bintan. Bintan meletakkan ponselnya di atas nakas. Matanya berkaca-kaca saat melihat foto El dan Daniella yang sangat dekat. Bahkan foto yang seharusnya tidak pantas di lakukan El sebagai laki-laki yang sudah memiliki kekasih. Bintan membaringkan tubuhnya dan menyelimuti seluruh tubuhnya. Biarlah dia menangis di gelap dan tenang seperti malam ini. Setidaknya hanya dia yang mengetahui sakit ini. Berartikah gue di mata loe, El? Apa loe sadar, kalau semua yang loe lakuin justru membuat gue sakit hati? Sampai kapan? Sampai kapan kayak gini? SEKIAN DAN TERIMA KASIH! I HOPE YOU LIKE IT!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD