Mita tersenyum sembari menatap wajah suaminya yang masih terpejam. Rasanya masih tidak menyangka bahwa pada akhirnya mereka menjadi pasangan suami istri. Padahal dulu sedikit pun tidak pernah terlintas di benak akan berjodoh dengan orang yang selama ini selalu berada di dekatnya. "Jangan cuma diliatin, dipeluk juga boleh." Mita terkejut saat suaminya tiba-tiba memeluk sambil bicara. Ia kita pria itu masih tidur. "Kebiasaan banget. Suka ngagetin orang." "Kamu juga, kebiasaan banget suka liatin suami diam-diam," balas Wira seraya terkekeh. "Mas, kenapa Mas mau nikah sama aku waktu itu?" tanya Mita. "Eh? Bukannya kamu yang bikin drama ke ibu? Mengarang bebas dan bilang aku kalau kita ini punya hubungan spesial. Harusnya mas yang tanya kamu, kamu ngomong apa sama ibu sampai Beliau gak pe

