Bab: 19

1228 Words

Tanpa memberi waktu untuk berpikir lebih jauh, Lucas langsung menyelipkan satu tangannya di punggung Lilian dan satu lagi di bawah lututnya, lalu mengangkat tubuh itu dengan sigap. Gerakannya tegas, tanpa ragu, seolah nalurinya mengambil alih sepenuhnya. Beberapa mahasiswa terkejut, langkah mereka mundur memberi jalan, sementara bisik-bisik mulai terdengar di antara kerumunan. “Pak … mau dibawa ke UKS, ya?” tanya salah satu mahasiswa, suaranya masih diliputi panik. Namun Lucas tidak menjawab. Wajahnya tegang, rahangnya mengeras, fokusnya hanya pada tubuh lemah yang kini berada dalam pelukannya. Ia melangkah cepat keluar ruangan, melewati lorong kampus tanpa memperdulikan tatapan-tatapan heran yang mengikuti. “Kenapa Pak Lucas sendiri yang bawa?” bisik seseorang pelan. “Dekat banget …,”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD