KLG - 7 (USAHA SADAM)

1374 Words
Sepulang dari Mall, Sadam segera membantu Papa dan Mamanya untuk meletakkan barang belanjaan ke dalam rumah, Ayuna juga ikut membantu meski kebagian yang ringan-ringan saja bersama Dea. "Bilqis gak langsung pulang kan?" tanya Tante Dewi. "Oh? Mau nya balik Tan" jawab Ayuna. "Disini aja, sama Dea" ucap Om Har. "Tapi...." ucapan Ayuna disanggah Dea. "Biar Bang Sadam antar aja Na pulang, siapa tau capek Pa, Ma" ucap Dea. "Oh ya udah gapapa, nanti besok kesini lagi kan Bil?" tanya Tante Dewi. "Iya Tante, besok Bilqis kesini. Bilqis pulang naik motor sendiri aja, kan kemarin udah ditinggal disini Tante, Om". "Jangan, gue anter aja" ucap Bang Sadam. "Gapapa Bil, nanti besok dijemput Dea kan bisa, Bang Sadam juga bisa" ucap Tante Dewi. "Oh yaudah Tan, iya" ucap Ayuna tersenyum. Sebetulnya Ayuna ingin pulang sendiri, karena lebih nyaman naik motor, siapa tahu dia mau mampir ke gym sebentar mampir untuk mendaftarkan diri menjadi member tetap di gym tersebut. Ya, Ayuna berencana mau diet dan mulai ngegym dari besok. Tapi, diantar Bang Sadam.... Gimana ngomongnya? Ya sudah, nanti Ayuna pikir cara yang bagus untuk menolak diantar saja, lagi. "Yuk Ay, balik kan?" tanya Bang Sadam membuyarkan lamunan Ayuna. "Hah? Oh! Iya Bang" ucap Ayuna. ~ "Bang, berhenti di Nuri Gym bisa?" tanya Ayuna saat ia sudah mulai dekat dengan gedung gym dekat rumahnya itu. "Bisa Ay, lo mau nge-gym?" tanya Bang Sadam. "Iya, rencana dari besok" jawab Ayuna. "Ya sudah, bareng gue aja. Ntar gue bantuin" ucap Bang Sadam. "Lo kan kerja?" tanya Ayuna. "Balik kerja atau habis maghrib-an gue jemput gym di Nuri". "Gak capek lo Bang? Lo kan udah kerja, terus masa nemenin gue gym sih?". "Gapapa Ay, biar sehat. Nge-gym gak mesti tiap hari. 2 kali seminggu, hari minggu kita jogging pagi. Makanannya juga diatur" ucap Bang Sadam, "Lo beneran mau diet Ay?" tanya Sadam sangsi dengan keinginan Ayuna. "Iya Bang, masa gue boongan. Ya kali gue main-main doang soal diet" ucap Ayuna, "Gak percaya yah?" Ayuna terkekeh diakhir pertanyaannya. "Ya berarti gue gak bisa jadi tempat lo cari snack lagi deh, stock di lemari gue masih ada Ay, baru gue beli. Buat lo" ucap Bang Sadam. "Ya nanti kan bisa cheating day, minta 1 biji 1 biji snack lo, enggak kayak dulu, tiap hari". "Ok Ay, it's okay selagi lo seneng. Itu kan Nuri gym?" tanya Bang Sadam menunjuk gedung lumayan besar itu lewat dagunya sambil fokus membelokkan pelan mobilnya dan parkir sempurna di pelataran parkir tempat itu. "Tunggu yah Bang, gue ke dalam dulu" ucap Ayuna melepas seat beltnya. "Gue temenin" ucap Bang Sadam ikut melepas seat beltnya juga. "Gue sendiri juga bisa kali Bang" ucap Ayuna. Namun Sadam hanya berjalan mendahului Ayuna, dan masuk menuju meja admin yang sudah berdiri begitu melihat Sadam dan Ayuna masuk. "Selamat sore Mas, Mba, mau fitness?" tanya wanita itu ramah, menatap takjub pada Sadam. "Saya mau daftar member Mba, berdua sama pacar saya" jawab Bang Sadam santai. Ayuna kaget mendengar ucapan Sadam, begitu juga perempuan itu, yang sesegera mungkin mengambil bukunya. Setelah mengisi data dan membayar administrasi, Sadam dan Ayuna pun keluar dengan mendapat kartu member masing-masing bertuliskan namanya sendiri. "Ngapain ngaku-ngaku kayak gitu sih Bang?" protes Ayuna ketika Sadam sudah membukakan pintu mobil untuknya. "Dia naksir gue, kelihatan. Jadi lebih baik disuruh mundur duluan" ucap Bang Sadam asal. "Lah, bagus dong biar lo gak jomblo melulu, kok malah ngaku-ngaku pacaran segala?" Ayuna menurut masuk kedalam mobil. "Udah, jangan bawel" ucap Bang Sadam segera masuk ke kursi kemudi. "Awas kalau ngaku-ngaku lagi!" ucap Ayuna mengancam. ~ Bukannya mengantar Ayuna, Sadam memutar kemudi nya menuju taman pusat kota. "Ngapain kesini? Kan lo bilang ngantar gue balik Bang?". "Kita jalan bentar, sebelum lo besok diet temenin gue makan batagor langganan gue yang paling enak disitu" Bang Sadam segera menggenggam tangan Ayuna, dan membimbingnya untuk ikut melangkah ke arah warung yang terlihat banyak orang disana. "Nanti nanti kan bisa...." ucap Ayuna. "Sekarang aja, besok lo kan diet" ucap Bang Sadam. Sadam memesan batagor dan minuman dingin untuknya dan Ayuna. Ayuna lebih memilih duduk di ujung, dibawah pohon, bisa ia jadikan tempat bersandar. "Capek?" tanya Bang Sadam segera duduk disamping Ayuna. "Sedikit...." jawab Ayuna bersandar ke batang pohon sambil memejamkan matanya sebentar. Sadam yang melihat Ayuna nyaman bersandar ke batang pohon segera mengambil alih peran batang pohon itu. Iya tuntun kepala Ayuna bersandar ke bahunya. Ayuna ingin menepis, tapi bahu Sadam kokoh, dan Ayuna nyaman, ia biarkan kepalanya bertumpu pada bahu kokoh itu. Lagi pula Sadam juga mempersilakannya. Selama menunggu pesanan mereka Sadam biarkan posisi mereka seperti ini, terlihat sangat romantis. Bagi orang-orang yang melihat sekilas atau sebentar, pasti mereka yakin Ayuna dan Sadam adalah sepasang kekasih, dan lagi jalan bersama dihari minggu. Tak lama pesanan Sadam dan Ayuna datang, 2 piring batagor, dan 2 gelas es teh. Sadam berterimakasih dengan Abang penjual batagor, Ayuna sejak tadi tak bergeming dari bahunya. Aroma batagor ini sudah menggugah selera Sadam. Hati-hati ia menyendok batagor miliknya dengan tangan kirinya, karena bahu kanannya adalah tempat tumpuan kepala Ayuna bersandar. Tak ingin Ayuna terganggu, ia makan dengan tangan kiri. Sambil berucap maaf untuk tangan dan kirinya karena makan dengan tangan yang kurang sopan. Beberapa suap, Ayuna bergerak dan kepalanya terangkat. Dipandangi nya Sadam yang kini juga memandanginya. "Keganggu yah Ay?" tanya Bang Sadam gak enak hati, "Sorry yah Ay. Gak bermaksud ganggu lo tadi gue". "Kok gak bangunin gue aja Bang, lo makan sama tangan kiri. Maaf yah...." Ayuna merasa sangat bersalah. "Its ok Ay, gapapa kok" ucap Bang Sadam, "Nih lo cobain, dijamin lo pasti bakal balik beli lagi kesini deh". Ayuna menerima batagor dari Sadam, ia segera memakan batagor tersebut, enak. Enak banget malah, benar kata Sadam. Ayuna yakin akan kembali lagi ke tempat ini. "Enak kan?". "Enak bangettt!" ucap Ayuna mengacungkan jempol. Setelah menikmati batagor masing-masing, Ayuna dan Sadam pun segera meninggalkan tempat tersebut, perjalanan mereka kembali dilanjutkan. Dan kali ini arahnya benar ke rumah Ayuna. ~ Sesampainya di halaman rumah Ayuna, Sadam segera mematikan mesin mobil. "Makasih yah Bang" ucap Ayuna melepas seat beltnya, "Mau mampir?". "Gue langsung aja Ay" ucap Bang Sadam segera keluar dan membukakan pintu untuk Ayuna. "Maaf selalu ngerepotin lo" ucap Ayuna. "Gue seneng, kalo yang ngerepotin gue orangnya lo Ay" ucap Bang Sadam santai. "Emang lo mau selamanya gue repotin melulu?" tanya Ayuna polos. "Mau banget lah" jawab Sadam. "Emangnya Istri lo gak marah gitu gue recokin. Enggak lah Bang, ntar gue dikira ada udang dibalik bakwan". "Istri gue nanti kan lo, Ay...." jawab Sadam. "Ngaco lo!" Ayuna tak lagi menggubris ucapan Sadam dan memilih berjalan menjauhi Sadam. Dan Sadam memilih untuk tidak melanjutkan ucapannya, dan berjalan menuju pintu mobilnya. Sadam takut Ayuna tidak nyaman. Dia gak berhak juga memaksa perasaan Ayuna. Biarkan mengalir seperti air. Jika berjodoh, mereka pasti akan bersatu, enggak akan berpisah. Sadam bukannya tidak takut Ayuna direbut lelaki lain, yang Sadam takutkan Ayuna menjauh ketika dia mengungkapkan perasaannya. Takut Ayuna ilfeel. Sadam terlalu pesimis duluan, Dea sampai kesal setengah gila memaksa Abangnya itu untuk mengungkapkan perasaannya pada Ayuna. Geregetan lebih tepatnya. Karena Sadam ini lamban seperti keong, bisa-bisa Ayuna direbut Arka, Dea tahu Ayuna masih memiliki perasaan untuk lelaki itu. Apalagi malam minggu nanti mereka akan bertemu Arka. Sadam jadi penasaran, seperti apa sosok Arka itu. Melebihi gantengnya Sadam kah?. Dea bilang, Arka itu mirip artis, Giorgino Abraham, cool dan macho. Makanya Ayuna suka. Wah, tapi Sadam patut sombong, dia juga ganteng. Dia akui dia memiliki kemiripan dengan Teuku Ryan. Sebelas dua belas lah gantengnya. Wanita mana yang enggak suka sama Sadam? Ya Ayuna inilah orangnya. Satu-satunya perempuan yang enggak memanfaatkan kedekatan Dea dengannya dengan maruk memacari Sadam. Tidak, Ayuna tak seburuk itu. Bahkan ia menghormati Kakak sahabatnya itu. Tak terlintas dalam benaknya itu cari kesempatan dalam kesempitan. Baginya Sadam adalah orang paling baik sedunia termasuk keluarga Sadam juga, sudah seperti Abangnya sendiri. Tersadar dari lamunan panjangnya Sadam memandangi Ayuna yang ternyata masih setia berdiri disana. Menunggu Sadam sadar dari lamunannya. "Makasih udah baik banget" ucap Ayuna. Sadam hanya mengacungkan jari jempol tangan kanannya lalu masuk ke dalam mobil. Menghela napas berat ia menyalakan mobilnya lalu memberi klakson sekali tanda ia berpamitan untuk berlalu dari sana. Ayuna mengangguk sambil melambaikan tangannya. Setelah mobil Sadam hilang dari pandangannya, Ayuna segera masuk ke dalam rumah. Kembali, Ayuna merasakan kesepian dirumah sebesar ini. ~BERSAMBUNG~
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD