Tidak tenang, itulah yang Moza rasakan dari kemarin hingga saat ini. Setelah kemarin Darren mengatakan akan membawanya menemui keluarga lelaki itu, dia tetap tidak bisa tidak gelisah. Moza takut dengan segala macam pertanyaan yang akan ditujukan untuknya. Moza gugup. Saking gugupnya, dia yang saat ini tengah menyiram tanaman, tidak sadar menumpahkan air terlalu banyak. Meski untunglah, Anna yang tadi mengamati kegiatan Moza, segera mendekat dan menegurnya dengan menepuk pundaknya. "Nyonya. Tanaman akan mati jika Anda menyiramnya seperti itu," ucapnya sambil tersenyum. "Astaga, maafkan aku, Bi," pekik Moza saat melihat area di bawahnya terdapat genangan air. "Anda sepertinya sedang banyak pikiran." Anna mengambil gembor yang ada di tangan Moza dan menyimpannya di bawah. Dia mengajak wan

