Flash Back (1)

2758 Words
Flash back on. Sayang, mami harap kamu membaca surat ini, karena mungkin umur mami tidak akan lama lagi nak bukan di sebabkan penyakit mami tapi karena saat ini mami dalam keadaan tidak bisa berbuat apa-apa, mami berada dalam ruangan gelap tapi mami tidak tahu lokasi tepat nya ada dimana. Mami sempatkan menulis ini karena mami berfirasat kalau hidup mami sisa beberapa jam lagi. Jika mami sudah tidak ada di dunia ini lagi mami harap kamu sudah bisa memaafkan mami bodoh mu ini nak. Yang paling awal pasti mami akan selalu minta dan maaf, maaf kan mami sudah menyakitimu sejak kecil nak. Mami salah, mami menyesal, tapi seperti nya penyesalan itu sudah tidak ada gunanya lagi, anak kesayangan mami sudah membenci mami sampai tak ingin melihat mami. Disini mami ingin memberitahu jika perusahaan mami di ambil paksa secara licik oleh semua mami, itu semua milik mu nak, ambil lah. Rebut kembali hak mu demi mami, Mario memanipulasi semua nya sehingga mami tidak bisa berbuat apa-apa, mami merintis semua dari nol hanya untuk masa depan kamu, tapi ternyata tuhan memberikan mami cobaan yang sangat berat atau mungkin ini karma buat mami. Pilihan mami salah nak, Mario licik, dia berselingkuh, dia mengambil secara licik perusahaan mami, harapan mami hanya kamu nak, ambil semua hak kamu dari tangan Mario, karena sampai mami mati pun mami tidak akan ikhlas nak. Mungkin cukup segini saja surat kusut ini mami tulis, mami tidak ingin sampai ketahuan dan gagal mengirimkan surat ini, jika nanti setelah kamu membaca ini dan ternyata mami sudah tidak ada, mami mohon jadi lah anak mami yang kuat, bahagiakan dady mu buat dia bangga memiliki mu nak, lalu jadilah lelaki yang bertanggung jawab jangan sakiti pasanganmu nanti dan jaga dengan baik pasangan mu. Mami sayang sama Dafi Sekali lagi maaf kan mami Sandra. Satu menit setelah membaca surat dari Sandra Dafi langsung bergegas menelfon ayah nya, meminjam jet pribadi untuk terbang ke Italia. Berkat alamat yang Sandra tulis di balik surat kusut itu Dafi tau kemana dia harus pergi. Tanpa memikirkan apapun selain kepanikan nya akan kondisi Sandra dia sampai lupa memberi kabar kepada Alin, gadis nya. Dafi terus berdoa agar surat yang Sandra tulis bukan surat terakhir, tidak ! dia masih ingin bersama mami nya itu. Meski Dafi akui dia masih membenci Sandra tapi fakta nya dia sangat menyayangi Sandra lebih dari apapun. Dia tetap ibu ku, seburuk apapun perbuatan dia dulu. Dafi memakan waktu hampir 15jam dalam jet pribadi nya, sesampai ia di Italia dia tidak istirahat sama sekali, dia langsung mencari alamat yang Sandra selipkan dalam surat, tidak sulit bagi Dafi bisa menemukan rumah sederhana di sudut kota itu, namun sudah ada pemandangan tidak mengenakkan di sana tepat di halaman rumah itu ada karangan bunga bertuliskan Per piangere la morte di Sandra Candrass (Untuk berduka atas kematian Sandra Candrass) separuh jiwa Dafi di ambil paksa saat itu juga, kertas bertuliskan alamat yang sejak dari indonesia ia genggam erat kini terbang terbawa angin. Kenapa wanita itu pergi meninggalkan nya lagi, kenapa dia tidak menunggu sampai Dafi datang, kenapa ?? mata Dafi sudah memanas dia tidak kuasa menahan beban ini lagi, beban yang sama seperti belasan tahun lalu yaitu ditinggalkan Sandra tapi kini beda nya Sandra pergi untuk selamanya, perlahan Dafi mendekati rumah itu. Disana ada beberapa orang berlalu lalang yang sama sekali Dafi tidak kenal, sepertinya belum ada yang menyadari kedatangan Dafi. "tuan !" Dafi tersentak kaget, dia menoleh kebelakang ternyata ada seseorang di belakang nya "ada yang bisa saya bantu ?" ujar nya sopan "tidak, saya kesini untuk mengikuti prosesi pemakaman mami saya" sebenarnya aku kesini untuk memastikan jika mami baik-baik saja, tapi aku terlambat. mata orang itu melebar sempurna "tu-tuan Dafi !" pekik nya melotot kaget, Dafi mengenyit bingung mendengar orang itu menyebut nama nya bahkan ini kali pertama Dafi ke Italia dan bertemu dengan orang ini "kau mengenalku ?" tanya Dafi ragu, orang aneh itu mengangguk semangat orang aneh itu tidak menjawab, dia malah menarik Dafi ke belakang sebuah mobil "hei !! ngapain bawa aku kesini !" sentak Dafi menarik kasar tangan nya "ssstt,,tenang tuan, perkenalkan saya Alex" "siapa yang ingin berkenalan dengan mu" sentak Dafi sinis, Alex menggaruk tengkuk nya yang gatal ternyata benar kata nyonya Sandra, jika tuan Dafi memiliki jiwa pemimpin yang tegas dan sedikit menyebalkan. "oke baiklah, maafkan saya sudah lancang menarik anda kesini tapi anda tidak seharus nya menampakkan diri disana" ujar nya berbisik sambil menunjuk kerumunan orang dirumah duka, Dafi mendengus kasar dia merasa berhak karena dia anak dari orang yang meninggal itu, mami nya. "siapa kau mengatur ku !" sentak Dafi sengit "pelan kan suara mu tuan, jangan sampai tuan besar Mario mengetahui anda berada disini" kata Alex was-was "Mario ?" bukan kah itu suami nya mami. Alex mengangguk "saya akan ceritakan semua nya nanti, tapi sekarang anda jangan masuk, anda pergi saja ke alamat ini dan tunggu saya kembali" Alex memberikan selembar kertas berisi alamat rumahnya "untuk apa aku harus menuruti mu heh ! kita baru kenal dua menit lalu" Dafi masih dengan keras kepala nya Alex mengecek kondisi sekitar memastikan tidak ada yang menguping lalu dia kembali fokus ke Dafi "tuan, dengar kan saya, mungkin saya asing bagi anda tapi bagi nyonya Sandra saya orang kepercayaan nya, jika anda datang kesini untuk menuntaskan wasiat nyonya Sandra saya mohon menurut saja dengan apa yang saya perintahkan" kata Alex tegas Dafi langsung diam tidak memprotes lagi, memang seharusnya dia menurut saja, hati nya pun berkata begitu. Akhirnya Dafi memutuskan mencari taxi untuk pergi ke alamat yang Alex berikan, semoga saja lelaki aneh itu tidak sedang mengerjai nya karena kalau tidak Dafi tidak akan membiarkan kepala lelaki itu tetap ada di tempatnya. **** Alex home, Italia Kini bukan hanya setengah jiwa tapi seluruhnya di ambil paksa dari raga Dafi, Alex menceritakan semua secara detail bagaimana licik nya Mario menipu Sandra untuk mengalihkan semua aset yang Sandra miliki atas nama Mario. Semenjak Sandra sakit Mario sama sekali tidak merawatnya, wanita paruh baya itu tinggal bersama Alex, orang kepercayaan nya selama ini. Mario berselingkuh, Mario main wanita tapi Sandra tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa pasrah menunggu waktu hidup nya habis. Sandra selalu menangis setiap malam bergumam kata penyesalan kepada dua nama, Dafi dan Jems. Awal nya Alex tidak tahu siapa mereka tapi setelah Sandra bercerita Alex memutuskan mengantar Sandra ke indonesia untuk bertemu kedua lelaki itu dan meminta maaf, sepulang dari indonesia Sandra sedikit lega dan lebih banyak tersenyum dia bercerita kepada Alex jika putra nya sudah dewasa dan semakin tampan namun Sandra tidak menceritakan penolakan Dafi waktu itu, seiring berjalan nya waktu kondisi Sandra semakin memprihatinkan dia diasingkan oleh Mario di tempat terpencil jauh dari keramaian kota. Alex lah yang bertugas mengantar makanan untuk Sandra, tanpa obat untuk penyakit kronis nya itu. Alex sendiri tidak bisa berbuat banyak dia tidak ingin kehilangan pekerjaan karena terlalu mengkhawatirkan Sandra, dia mencoba untuk tetap ada untuk Sandra meski Mario melarang nya. Alex tau semua kebusukan Mario tapi dia tak mampu mengungkap nya, dia hanya bawahan biasa yang bisa kalah dengan uang jadi Alex memutuskan untuk diam. Seiring berjalannya waktu sampai sehari sebelum Sandra meninggal Alex masih terus menjenguk Sandra di gubuk kecil sudut kota itu, tempat nya sempit hanya ada cahaya lilin setiap malam nya. Jika siang hari disana juga gelap karena ada di tengah hutan, Alex sangat merasa iba dia memutuskan untuk membawa Sandra kerumah nya saja tapi belum sempat ia melakukan niat nya itu Sandra sudah hampir menjemput ajal, wanita itu hanya menyuruh Alex segera mengirimkan surat yang ia buat beberapa jam lalu ke indonesia. Alex menolak keras dia ingin membawa Sandra tapi Sandra memohon karena hanya dengan surat itu kebusukan Mario akan segera selesai, dengan berat hati Alex meninggalkan Sandra untuk mengirim surat itu sebentar namun saat ia kembali Sandra sudah tidak bernyawa tepat lima menit sebelum kedatangan Alex. "tenang kan dirimu tuan" Alex mengelus pundak Dafi yang gemetar karena menangis "ma-maafkan Dafi mi" gumam nya lirih "maafkan Dafi" Dafi merasa menjadi orang yang lebih kejam dari pada kelakuan Sandra dulu, dia menyesal tidak memeluk Sandra waktu itu, jika saja sewaktu Sandra datang dia menerima nya pasti semua tidak akan seperti ini. Dia masih bisa melihat mami nya saat ini, seharusnya. "Nyonya tidak pernah membenci anda, dia sangat sayang kepada anda tuan" kata Alex beralih mengambilkan segelas air putih untuk Dafi "minumlah tuan" Dafi menerimanya dan meminum setengah air putih itu "tugas anda masih banyak tuan, nyonya percaya kepada anda untuk membalas menempatkan Mario ke asal nya" imbuh Alex, Dafi menatap kosong ke depan, hati nya masih sangat terpukul saat ini tapi jika itu kemauan Sandra dia pasti akan lakukan agar Sandra bisa tenang di alam sana. "apapun akan ku lakukan demi mami" desis nya tajam, rahang Dafi mengetat sorot mata nya menggelap ia sampai meremas kuat gelas di genggaman nya. Mario, nama itu akan selalu Dafi ingat sebagai nama orang yang paling Dafi kutuk seumur hidupnya. Setelah pembicaraan serius dengan Alex, Alex menyuruh Dafi beristirahat di kamar tamu sedangkan Alex akan kembali ke rumah duka untuk menjalankan tugas pertama, me mata-matai Mario. Dafi baru ingat jika dia sudah berada di negara lain yang artinya dia berbeda waktu dan jarak dengan Alin, dia mencari ponsel yang ia lupakan sejak kemaren. Setelah ketemu keadaan ponsel itu mati, Dafi mengganti kartu indonesia dengan kartu internasional mengecas ponsel lalu menelfon Alin, tapi sampai panggilan ke delapan tidak ada jawaban. Akhirnya Dafi menelfon Saga mungkin Alin tidak tahu nomor itu mangkanya tidak menjawab, pikirnya. "Daf !! lo dimana !!" "apa an sih anjing teriak-teriak !" sentak Dafi kesal, telinga nya berdengung sakit akibat teriakan Saga "lo dimana b**o' !!" Saga masih saja berteriak "ck ! gue jahit ya mulut lo !" ancam Dafi mulai kesal "terserah ! lo mau bunuh gue juga terserah, gue tanya lo dimana ! gue mau hajar lo sekarang !" Dafi mengernyit bingung mendengar nada suara Saga sangat marah dan panik ? ada apa ini. "ada apa ? kenapa lo marah-marah sama gue" tanya Dafi mulai heran "kenapa gue marah sama lo !! he setan ! sejak kapan lo nggak tau apa-apa soal kondisi Alin hah !" A-alin ? Dafi langsung duduk tegak, jantung nya mendadak berdetak tak karuan jangan panik Daf, semua baik-baik saja "maksud lo apa sih, kenapa Alin !" suara Dafi mulai gemetar, dia panik "b**o' ! ALIN TERTEMBAK DI PANTAI DAN DIA KOMA ! dimana lo sekarang hah !!" teriak Saga sekuat tenaga, andai Dafi tau sekarang urat leher Saga menonjol keras, wajah nya memerah karena emosi kepada teman bodoh nya ini yang tidak ada saat kondisi Alin koma DEG dunia Dafi langsung runtuh, nafas nya sesak seketika bahkan bukan hanya sesak tapi d**a nya sakit, sangat sakit seperti tertusuk-tusuk "be-becanda lo nggak lucu Sag" desis Dafi bertambah panik, ia menggengam erat ponsel nya hingga berbunyi retakan "gue nggak pernah becanda soal masalah nyawa orang, apalagi ini Alin. Lo pakek nomer luar negri?? jangan bilang lo lagi diluar negri sekarang !" Saga semakin emosional di sebrang sana "JAWAB ANJING !!" bentak Saga saat tak mendengar jawaban dia hanya mendengar suara nafas Dafi yang berat "sialan banget lo ! cewek lo koma dan lo malah ke laur negri" Saga semakin uring-uringan "gu-gue,, gue" sial ! Dafi tak mampu melanjutkan kata-kata nya, nafas nya tercekat sakit di kerongkongan "gue apa !" sela Saga kesal bercampur amarah yang sudah meledak "mentang-mentang liburan sekolah lo keluar negri tanpa bilang sama kita, gue Putra udah hubungin lo sejak kemaren dan nggak ada satu pun yang lo respon. Gue harap lo pulang kalau lo masih nganggep Alin orang terpenting buat lo !" Tit ! sambungan telfon menegangkan itu terputus, otot-otot Dafi langsung lemas ponsel yang ia genggam erat kini terjatuh ke lantai. Dafi meremas d**a nya yang nyeri, dia merasa pernafasan Dafi semakin terhimpit dan sakit, belum selesai berita duka tentang Sandra kini dia mendengar berita yang sama sekali tidak ingin ia dengar selama hidup nya. 04:40 Alex home Dafi tidak bisa tidur sama sekali dia terus diam bersila dia atas kasur dengan fikiran kosong dan kondisi yang buruk, sejak ia sampai di Italia hingga hari berganti tanggal Dafi belum menyentuh air sama sekali, bahkan perut nya masih kosong sejak dia dari indonesia, wajah nya kusut rambut berantakan akibat ia jambak sendiri, mata memerah terlalu banyak menangis. Alex menatap kondisi Dafi prihatin, semalam saat ia pulang dari rumah Mario dia kejutkan oleh Dafi yang sudah siap hendak pulang ke Indonesia, astaga terbuat dari apa badan lelaki itu baru beberapa jam menginjak kan kaki di Italia tiba-tiba akan kembali lagi ke Indonesia. Setelah tau alasan nya Alex semakin tidak tega melihat raut frustasi Dafi tapi terpaksa Alex tidak mengizinkan nya karena besok lowongan pekerjaan di kantor Mario akan di tutup jam 10 pagi, Alex berencana akan memasukkan Dafi dengan status sebagai keponakan nya. Harapan Alex dengan masuk nya Dafi ke perusahaan itu akan ada satu persatu jalan untuk meruntuhkan Mario. Dafi mengeram marah, dia dilema antara memperjuangkan perusahaan mami nya atau menjenguk kondisi Alin, semalaman suntuk Dafi tidak tidur hanya melamun di atas kasur menunggu orang suruhan Alex mengirimkan kabar atau foto kondisi Alin, itulah yang Alex janji kan dia mengirimkan mata-mata terbaik Italia ke Indonesia khusus memantau kondisi Alin, demi membuat Dafi sedikit tenang tapi tidak sama sekali Dafi tidak merasa tenang sedikit pun pikiran nya bercabang kemana-mana dia khawatir, dia tidak pernah merasa se tidak berdaya ini. Foto pertama Alin sudah ia terima gadis nya benar-benar menjadi putri tidur sekarang, dengan selang infus dan beberapa alat yang tidak Dafi ketahui fungsinya melekat di tubuh gadis itu. "Bangun lah sayang, buka mata mu" sambil sesegukan Dafi menatap nanar foto Alin "maafkan aku belum bisa pulang" imbuh nya lirih Hidup pun seakan tidak berarti lagi buat Dafi, orang-orang yang ia cintai mengalami hal buruk dalam waktu berdekatan, hati dan badan nya kosong, dia seperti manusia tak ber nyawa tidak ada semangat sama sekali untuk saat ini dia hanya ingin pulang menemani gadis nya, tapi disini juga membutuhkan peran nya. Dafi harus memilih satu di antara pilihan sulit itu dan dengan terpaksa dia memilih tetap di Italia menyelesaikan apa yang Sandra suruh setelah itu dia akan pulang untuk gadis nya. Semenjak saat itu Dafi memulai rencana untuk merebut kembali perusahaan Sandra, awal masuk dia menjadi O.B di sana. Keuntungan Dafi adalah Mario tidak tau wajah putra tunggal Sandra hanya nama nya saja, jadi disana Dafi memakai awalan nama nya yaitu Alka. Dafi memutar otak sangat keras untuk membongkar satu persatu kebusukan Mario, Mario bukan orang biasa yang kelicikan nya mampu di pecahkan dengan mudah oleh otak Dafi yang skil di dunia usaha masih minim itu. Dafi bahkan sempat hampir menyerah saat dirinya merasa tidak mampu melawan Mario tapi saat ia membaca surat dari Sandra lagi, semangat Dafi kembali utuh. Dia bertekad sampai darah penghabisan terus berusaha merebut apa yang memang menjadi hak nya. Satu tahun berjalan, semua terlihat semakin dekat bukti-bukti yang telah ia kumpulkan hampir lengkap, Dafi bisa bernafas lega kini satu perusahaan sudah berpindah ke tangan nya sisa perusahaan induk saja. Mario sudah mengetahui identitas Dafi dia murka sampai dia menyewa mafia kelas kakap untuk melenyapkan Dafi tapi tuhan ternyata sangat menyayangi nya hingga beberapa kali Dafi terkena masalah hanya satu kali ia sampai di rawat di rumah sakit karena cidera patah tulang kaki. "lama sekali kita tidak bertemu, terakhir saat dua puluh hari koma nya Queen" kata suara bariton di hadapan Dafi Dafi tersenyum tipis, dia menyesap wine yang sisa setengah itu hingga tandas "akhir-akhir ini nyawaku ter ancam bang, jadi aku nggak bisa bebas keluar masuk Italia" jawab Dafi menatap lelaki gagah yang ia segani itu, Adam. "apa kau butuh bantuan lagi ? butuh otak cerdas ku lagi untuk melawan licik nya dunia bisnis" ejek Adam tersenyum miring, Dafi mendengus pelan memang selama ia melawan Mario dia meminta bantuan Adam. Iya Adam, kakak tertua Alin hubungan mereka entah sejak kapan menjadi sangat baik, awalnya Adam memergoki Dafi yang mengendap-endap masuk ke kamar rawat Alin tepat jam 3 dini hari, Adam curiga jika itu adalah penjahat tapi saat sudah memelintir tangan Dafi tepat sebelum Dafi membuka pintu dia kaget mengetahui jika orang yang ia curigai adalah kekasih adiknya. Di pertemuan itu lah Dafi menceritakan semua yang terjadi kepadanya dan alasan kenapa ia baru bisa menjenguk Alin setelah dua puluh hari gadis itu koma, Adam menatap prihatin ke Dafi menurut Adam usia Dafi belum waktu nya berkutat dalam sisi gelap bisnis, sedikit banyak Adam juga tau siapa itu Mario jadi Adam memutuskan untuk membantu Dafi, jujur Adam tidak pernah merasa se khawatir itu saat mengetahui permasalahan seseorang,Mario juga lawan bisnis nya dan Adam akui jika pria itu licik dan sulit di kalahkan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD